Rusia Lakukan Serangan Udara Masif ke Ukraina
Dailynesia.com – Dalam serangan udara besar-besaran yang terjadi pada Senin (25/5/2026) dini hari, Rusia menghujani wilayah Ukraina dengan 90 rudal dan 600 drone, termasuk senjata hipersonik Oreshnik yang dianggap mampu mengirimkan hulu ledak nuklir. Serangan ini menargetkan Kyiv serta daerah sekitarnya, memicu kerusakan luas di puluhan bangunan seperti apartemen, sekolah, kantor, dan fasilitas umum. Tidak hanya itu, gelombang ledakan yang terdengar sejak sekitar pukul 01.00 dini hari juga mengguncang kota tersebut, membuat jendela Kementerian Luar Negeri Ukraina retak.
Mayoritas Warga Kyiv Berlarian ke Stasiun Metro
Serangan yang berlangsung berjam-jam menyebabkan ratusan warga Kyiv berlarian menuju stasiun metro untuk berlindung. Kota ini dilaporkan mengalami kekacauan besar, dengan ledakan terus menerus menggema dan asap hitam mengambang di berbagai sudut. Tim pemadam kebakaran serta penyelamat terus bekerja mengangkat korban dari bangunan yang rusak parah. Salah satu apartemen lima lantai bahkan dilaporkan runtuh di bagian depan akibat dampak serangan tersebut.
“Ini adalah malam yang mengerikan bagi Kyiv. Saat ini, tim penyelamat sedang memadamkan api dan membersihkan puing-puing. Petugas medis memberikan bantuan kepada para korban,” ujar Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko melalui Telegram, seperti dikutip CNBC International.
Menurut Klitschko, serangan ini memperparah ketakutan warga setelah serangan-serangan sebelumnya. Korban akibat serangan mencapai empat orang tewas dan lebih dari 80 orang luka-luka. Situasi ini mengingatkan kembali kekacauan yang terjadi saat perang meletus pada Februari 2022. Rusia, dalam pernyataan resmi, menyebut serangan ini sebagai bagian dari upaya untuk melumpuhkan fasilitas militer Ukraina dan melindungi kepentingan strategis mereka.
Target Serangan Termasuk Fasilitas Air
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan bahwa Rusia, untuk ketiga kalinya sejak invasi besar-besaran dimulai pada Februari 2022, mengirim rudal hipersonik Oreshnik ke Bila Tserkva, sebuah kota dengan populasi sekitar 200.000 orang yang berjarak sekitar 64 kilometer dari Kyiv. Zelenskyy menegaskan bahwa serangan tersebut tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, tetapi juga mengancam kebutuhan air warga Ukraina.
“Penting agar ini tidak dibiarkan tanpa konsekuensi bagi Rusia,” kata Zelenskyy. “Keputusan diperlukan dari Amerika Serikat, Eropa, dan pihak lainnya.”
Dalam wawancara eksklusif, Zelenskyy menambahkan bahwa Rusia sengaja menargetkan fasilitas pasokan air Ukraina. Ia menuduh Moskow berupaya melumpuhkan sistem vital negara tersebut menjelang musim panas, ketika permintaan air meningkat. Pernyataan ini diperkuat oleh intelijen Ukraina, Amerika Serikat, dan Eropa yang menyebut adanya indikasi Rusia tengah mempersiapkan serangan berikutnya menggunakan rudal Oreshnik.
Senjata Hipersonik Oreshnik Dinilai Sangat Mematikan
Rudal Oreshnik, yang memiliki kecepatan melebihi 10 kali kecepatan suara, dinyatakan hampir tak terduga oleh Putin. Presiden Rusia pernah menyebut senjata ini sebagai ancaman besar karena kemampuannya menembus pertahanan udara Ukraina dengan cepat. Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, serangan terbaru melibatkan rudal canggih ini sebagai bagian dari respons atas serangan udara Ukraina ke wilayah Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa operasi udara mereka menghantam beberapa target utama, seperti pusat komando militer, pangkalan udara, lokasi intelijen, dan fasilitas industri pertahanan Ukraina. Senjata yang digunakan termasuk Oreshnik, Iskander, Kinzhal, serta Zircon. Namun, Ukraina membantah bahwa serangan tersebut secara sengaja menargetkan warga sipil Rusia, dengan menegaskan bahwa fokus utama adalah menghancurkan infrastruktur militer.
Damage Spread to Other Ukrainian Cities
Serangan tidak hanya terfokus di Kyiv, tetapi juga meluas ke kota-kota lain di Ukraina. Di Cherkasy, sebuah drone menghantam blok apartemen, melukai 11 orang. Daerah lebih luas di Kyiv melaporkan dua kematian dan sembilan korban luka. Situasi ini memicu kekhawatiran tentang kemungkinan serangan lebih besar yang akan mengikuti.
Zelenskyy menyebut bahwa Rusia terus meningkatkan strategi serangan mereka, dengan menggunakan senjata hipersonik sebagai alat untuk mengejutkan dan merusak infrastruktur Ukraina. Ia menekankan bahwa kebijakan diplomatik internasional harus segera diambil untuk memastikan konsekuensi yang jelas bagi Moskow. Sementara itu, pihak Rusia tetap menegaskan bahwa serangan mereka merupakan bentuk balasan atas serangan-serangan Ukraina yang dianggap mengancam keamanan wilayah mereka.
Perang yang Terus Berlanjut
Perang antara Rusia dan Ukraina memasuki fase yang semakin intens, dengan peningkatan jumlah senjata yang digunakan. Serangan dini hari ini menunjukkan kekuatan teknologi militer Rusia, terutama dalam mengirim rudal hipersonik ke target yang jauh. Oreshnik, yang dapat menjangkau ribuan kilometer, menjadi senjata utama yang digunakan dalam operasi tersebut. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa serangan ini berhasil merusak fasilitas penting Ukraina, meskipun pihak Ukraina masih menyanggah bahwa dampaknya lebih besar dari yang diprediksi.
Selama beberapa hari terakhir, media internasional melaporkan bahwa Rusia terus memperkuat operasi udara mereka, dengan menggunakan berbagai jenis rudal dan drone untuk menghantam wilayah strategis Ukraina. Serangan tersebut tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memicu ketegangan politik yang semakin meningkat. Dengan kondisi kota Kyiv yang masih dalam proses pemulihan, krisis ini menunjukkan bahwa perang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir dalam waktu dekat.
Kesimpulan: Serangan yang Memperparah Ketegangan
Perang antara Rusia dan Ukraina terus berlangsung dengan intensitas yang memperlihatkan kemampuan militer kedua pihak. Serangan udara yang dilakukan Rusia pada 25 Mei 2026 menunjukkan strategi mereka untuk merusak infrastruktur kritis Ukraina, termasuk fasilitas air dan pusat komando. Meskipun Rusia mengklaim bahwa serangan tersebut adalah respons atas serangan udara ke wilayah mereka, Ukraina tetap menuntut konsekuensi yang jelas dari tindakan Moskow.
Keluhan dari warga Kyiv, termasuk rasa takut dan ketidaknyamanan, menunjukkan dampak serius dari serangan tersebut. Dengan jumlah korban yang terus bertambah dan kerusakan yang meluas, perang ini terus menjadi sorotan dunia. Kedua pihak, Rusia dan Ukraina, terus berusaha mengungguli satu sama lain dalam menargetkan kekuatan musuh, dengan senjata hipersonik Oreshnik menjadi perhatian utama bagi para analis internasional.

