Hery Gunardi Akui Jadi Bankir Cita-Citanya Sejak Kecil

2 months ago  ·  4 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
direktur-utama-dirut-pt-bank-rakyat-indonesia-persero-tbk-hery-gunardi-saat-menyampaikan-pemaparan-dalam-sesi-educational-clas-1779534162601_169

Visit Agenda: Hery Gunardi Bercerita Soal Perjalanan Menjadi Bankir dari Kecil

Dailynesia.com – Memperlihatkan bagaimana aspirasi menjadi bankir yang dimiliki Hery Gunardi sejak usia dini telah menjadi nyata. Sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, Hery mengungkapkan bahwa ambisi untuk membangun dunia keuangan terus mengiringinya sepanjang hidup. Cerita ini disampaikan dalam sesi education class yang berlangsung di Jogja Financial Festival, Yogyakarta, pada Sabtu (23/5/2026), di mana ribuan peserta, termasuk wirausaha dan calon profesional, antusias mengikuti.

Mimpinya Sejak Kecil: Bankir dan Teknik Sipil

Dalam sesi tersebut, Hery Gunardi mengatakan bahwa saat kecil, ia memiliki dua mimpi utama: menjadi bankir dan teknik sipil. "Saya dulu mengira profesi seperti ini bisa mengubah kehidupan banyak orang," ujarnya. Ia menjelaskan bahwa menjadi teknik sipil berarti membangun infrastruktur yang memudahkan masyarakat, seperti jembatan dan jalan raya. Sementara itu, peran bankir menurutnya juga sangat berharga karena mampu mengelola dana nasabah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurut Hery, kedua profesi ini memiliki makna yang sama, yaitu memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat. "Kalau engineer itu orang yang tadinya harus nyebrang sungai, tapi karena ada jembatan, hidupnya jadi lebih mudah. Sama seperti bankir yang mengelola uang untuk membantu kebutuhan nasabah," tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan betapa pentingnya konsistensi dalam menjalani passion yang sudah dipilih sejak dulu.

Persimpangan Kariernya: Dari Bapindo ke Bank Mandiri

Visit Agenda memperlihatkan bagaimana kariernya di perbankan dimulai dengan pekerjaan di Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Hery menyebut bahwa ia pernah ditugaskan dalam tim merger saat krisis 1998. "Saya dulu di Bapindo, tapi ketika bank itu harus ditutup, saya bergabung ke tim pembentukan Bank Mandiri," jelasnya. Ia menyatakan bahwa pengalaman itu menjadi fondasi awal dalam memahami tanggung jawab seorang bankir.

Dalam proses merger tersebut, Hery ditemani oleh tokoh-tokoh perbankan terkemuka seperti Robby Djohan dan Agus Martowardojo. "Saya masuk ke core team saat itu, bukan hanya sekadar staf biasa," tegasnya. Kebiasaan kerja keras dan kesadaran tentang keberlanjutan bisnis membuatnya bisa menyelesaikan tugas yang berat. Ia juga mengungkapkan bahwa menjadi bagian dari tim merger tersebut memberinya wawasan tentang cara membangun institusi keuangan yang kuat.

Visit Agenda menyoroti bagaimana Hery Gunardi berhasil menjadi orang terkecil dalam tim merger itu. Meski diawal kariernya menghadapi tantangan, ia tetap bertahan dan berkontribusi secara signifikan. "Saya merasa bangga karena bisa membantu menggabungkan kekuatan beberapa bank menjadi satu, sehingga bisa memberi manfaat lebih luas," katanya. Pengalaman ini juga membantunya memahami bahwa bankir bukan hanya tentang mengelola uang, tetapi juga tentang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi.

Peran Bankir dalam Mendukung UMKM dan Nasabah Mikro

Salah satu topik yang dibahas dalam education class adalah peran bankir dalam memajukan UMKM. Hery Gunardi menekankan bahwa nasabah kecil, seperti pengusaha mikro dan ultramikro, memiliki pentingnya besar dalam membangun ekonomi nasional. "Jika kredit yang diberikan kepada mereka bisa membantu mereka berkembang, itu adalah bentuk pemberdayaan yang luar biasa," paparnya.

Menurutnya, Visit Agenda memperlihatkan bagaimana bankir memiliki tanggung jawab untuk menyediakan akses keuangan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk yang tidak memiliki sumber daya finansial yang memadai. "Banker ini tugasnya mulia, karena uang yang dikelolanya bisa berdampak langsung ke kehidupan banyak orang," katanya. Dengan visi ini, Hery berupaya memastikan bahwa kebijakan perbankan BRI selalu mengutamakan keadilan dan aksesibilitas.

Visit Agenda juga menyoroti bagaimana Hery Gunardi mengimbangi antara keinginan menjadi bankir dan teknik sipil. Ia menyebut bahwa perjalanan hidupnya terus bergerak sesuai dengan peran yang diambil. "Saya akui, menjadi bankir adalah jalan yang paling sesuai dengan passion saya," tegasnya. Namun, ia tidak menyangkal bahwa ketertarikan pada bidang teknik sipil masih terus ada, karena ia percaya keduanya saling melengkapi dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Dalam sesi yang penuh antusiasme, Hery membagikan berbagai pengalaman pribadinya, termasuk bagaimana visi kariernya terwujud melalui komitmen terhadap dunia perbankan. "Visit Agenda ini menjadi kesempatan bagus untuk berbagi kisah dan memotivasi generasi muda agar tetap konsisten dengan impian mereka," katanya. Ia berharap peserta bisa memahami bahwa kesuksesan tidak tercapai tanpa usaha dan kesabaran.

Nilai Edukasi dan Harapan untuk Masa Depan

Education class dalam Visit Agenda tidak hanya mengupas tentang perjalanan Hery, tetapi juga memberikan wawasan mengenai tantangan dan peluang dalam dunia perbankan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan perbankan memerlukan inovasi dalam layanan, terutama untuk mengakomodasi kebutuhan nasabah di segala lapisan.

Terakhir, Hery Gunardi berharap bahwa generasi muda tidak ragu untuk memilih profesi yang mereka sukai, meski terdengar ‘sulit’. "Visit Agenda ini adalah bukti bahwa konsistensi dan keseriusan dalam mimpinya bisa menghasilkan hal-hal besar," ujarnya. Dengan semangat ini, ia berharap BRI terus menjadi mitra yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui layanan perbankan yang inklusif.

MORE FROM THIS CATEGORY