Wakil Wali Kota: Jogja Financial Festival Membantu Ekonomi Yogyakarta

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
c132ef0e-9985-4449-addc-5e9320710879-0

Visit Agenda: Festival Keuangan Jogja Dorong Perekonomian Kota

Dailynesia.com – Menjadi perhatian utama dalam rangkaian acara Jogja Financial Festival yang berlangsung di Jogja Expo Center, Sabtu (23/5/2026). Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menghadiri hari kedua acara tersebut dan menyatakan bahwa festival ini berperan penting dalam meningkatkan daya tarik ekonomi lokal. “Visit Agenda tidak hanya menarik minat wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan antar komunitas dan sektor usaha,” ujarnya. Dengan konsep yang menekankan edukasi keuangan dan keterlibatan masyarakat, Jogja Financial Festival diharapkan bisa menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Partisipasi Masyarakat Tinggi, Khususnya Kelompok Usia Produktif

Menurut Wawan, acara ini menarik partisipasi peserta yang cukup signifikan, terutama dari kalangan ibu-ibu rumah tangga yang tertarik dengan literasi keuangan. “Kami senang melihat antusiasme masyarakat, terutama para ibu yang aktif dalam kegiatan ekonomi kerumunan,” katanya. Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi semangat masyarakat Jogja yang terus berinovasi dalam meningkatkan aktivitas perekonomian. “Visit Agenda memungkinkan kita untuk menawarkan layanan dan produk yang sebelumnya kurang terjangkau,” tambah politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Jogja Financial Festival telah menjadi bagian dari agenda tahunan kota Yogyakarta, dengan tema yang terus dikembangkan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam beberapa tahun terakhir, festival ini tidak hanya menawarkan wawasan tentang keuangan pribadi, tetapi juga membuka peluang kerja sama antara pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan masyarakat luas. Wawan menegaskan bahwa Visit Agenda harus terus digali untuk mengakselerasi peningkatan kualitas layanan dan memperluas jaringan ekonomi.

Manfaat Ekonomi Kerumunan dan Peningkatan Kesadaran Finansial

“Teman-teman ISEI bilang Jogja tumbuh karena ekonomi kerumunan. Jadi acara seperti ini kita harapkan bisa berlangsung setiap minggu,” tambah Wawan. Menurutnya, keberhasilan ekonomi kerumunan kota Yogyakarta sangat tergantung pada partisipasi aktif warga dalam berbagai kegiatan ekonomi. Festival ini dianggap sebagai salah satu alat untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang dinamis dan inklusif, terutama dalam menjawab tantangan pasar yang semakin kompetitif.

Di samping itu, acara ini juga menjadi sarana edukasi yang efektif, dengan berbagai sesi diskusi dan workshop yang dihadiri oleh ribuan peserta. Wawan menyoroti peran pemerintah dalam mendukung inisiatif ini. “Visit Agenda yang digagas oleh berbagai pihak harus didukung oleh pemerintah daerah untuk menjadi salah satu pilar pertumbuhan ekonomi Jogja,” tuturnya. Dengan ekosistem keuangan yang lebih terbuka, kota ini berharap bisa membangun kepercayaan dan keterlibatan lebih dalam dari masyarakat dalam ekonomi lokal.

Harapan untuk Tahun Depan: Lebih Luas dan Berkelanjutan

Menyusul suksesnya Jogja Financial Festival tahun ini, pihak penyelenggara mulai merancang program untuk tahun depan agar lebih menjangkau masyarakat luas. Wawan menyatakan bahwa Visit Agenda akan menjadi poin utama dalam perencanaan tersebut. “Kami ingin acara ini bisa menjadi rutinitas yang menginspirasi partisipasi ekonomi di tingkat desa hingga kelurahan,” katanya. Dengan peningkatan kehadiran peserta, diharapkan akan ada peningkatan pendapatan dan keterlibatan pelaku usaha dalam ekonomi kerumunan.

Jogja Financial Festival juga menarik perhatian banyak investor lokal dan nasional. Acara ini dianggap sebagai wadah untuk memperkenalkan potensi Yogyakarta sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. “Visit Agenda tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan ruang bagi pengusaha untuk menjangkau konsumen baru,” ujar Wawan. Pemerintah daerah terus berupaya memperluas lingkup program ini agar bisa menciptakan manfaat yang lebih besar bagi berbagai kalangan, terutama generasi muda yang ingin membangun usaha mereka sendiri.

MORE FROM THIS CATEGORY