Ditanya Soal Harga Minyakita Melejit, Mendag Beri Penjelasan Lengkap
Dailynesia.com – Kamis (21/5/2026), Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan respons mengejutkan saat ditanya tentang kenaikan harga minyak goreng dari Minyakita. Meski beberapa wilayah mengeluhkan harga minyakita yang melejit, ia menegaskan bahwa data yang dihimpun melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) menunjukkan bahwa harga minyakita tetap dalam kisaran normal.
“Ditanya soal harga minyakita melejit, kami menyampaikan bahwa harga minyakita pada hari ini berada di Rp15.500 per kilogram, bahkan lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya,”
katanya saat diwawancarai di Kompleks Istana Kepresidenan.
Mengapa Harga Minyakita Melejit di Beberapa Wilayah?
Budi Santoso menjelaskan bahwa kenaikan harga minyakita yang terjadi di beberapa daerah tidak mencerminkan kondisi nasional secara keseluruhan. Ia menyoroti peran distribusi yang menjadi faktor utama dalam perbedaan harga antar wilayah. Menurutnya, daerah-daerah di Indonesia bagian timur, seperti Maluku Utara dan Papua, mencatat harga lebih tinggi karena tingkat permintaan dan kapasitas distribusi yang berbeda. “Harga minyakita melejit di beberapa wilayah bukan berarti mengalami kenaikan signifikan secara nasional, melainkan dipengaruhi dinamika lokal,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa stok Minyakita di pasar masih mencukupi, sehingga tidak ada ancaman kelangkaan yang bisa menyebabkan kenaikan harga secara drastis. “Kami terus memantau harga minyakita melejit di berbagai titik, baik melalui SP2KP maupun kunjungan langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas harga,” tambahnya. Dengan demikian, Menteri Perdagangan memastikan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir tentang kenaikan harga minyakita melejit.
Analisis Pasar dan Faktor Global yang Memengaruhi Harga
Dalam menjawab pertanyaan terkait harga minyakita melejit, Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa kenaikan harga minyak goreng dari Minyakita dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan permintaan dalam negeri. Ia mengatakan bahwa harga minyakita melejit di beberapa wilayah sejalan dengan tren harga minyak mentah internasional yang sedang naik. “Harga minyak mentah dunia yang sedang naik memengaruhi biaya produksi, sehingga bisa menyebabkan peningkatan harga minyakita melejit di sejumlah daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Menteri Perdagangan menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa strategi untuk mengendalikan harga minyakita melejit. Salah satunya adalah operasi pasar yang rutin dilakukan, baik secara mandiri maupun bersama Badan Pengelolaan Pasar (Bapanas). “Kami ingin memastikan bahwa harga minyakita melejit tidak terlalu berdampak pada daya beli masyarakat,” katanya. Selain itu, pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk memperhatikan informasi harga minyakita melejit melalui SP2KP sebagai sumber yang akurat.
Menurut data terbaru, harga minyakita di hari ini mencapai Rp15.857 per kilogram secara rata-rata nasional. Daerah-daerah seperti Maluku Utara, Maluku, dan Papua menjadi penyumbang harga minyakita melejit yang signifikan. Di Maluku Utara, harga mencapai Rp19.387 per kilogram, sedangkan di Maluku sekitar Rp17.956 per kilogram. Di Papua, harga minyakita melejit mencapai rentang Rp21.000 hingga Rp40.000 per kilogram, tergantung pada lokasi distribusi. Meski demikian, Budi Santoso menegaskan bahwa upaya pemerintah tetap berjalan untuk menstabilkan harga minyakita melejit.
Langkah Pemerintah untuk Mengatasi Harga Minyakita Melejit
Menyikapi harga minyakita melejit, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan beberapa intervensi untuk menjaga ketersediaan minyak goreng. Salah satu langkah yang diambil adalah memperluas cakupan operasi pasar, khususnya di daerah yang mencatat harga minyakita melejit lebih tinggi. “Operasi pasar menjadi salah satu alat yang kami gunakan untuk menekan harga minyakita melejit,” terangnya.
Dalam upayanya, pemerintah juga bekerja sama dengan produsen dan distribusi untuk menurunkan biaya produksi. Budi Santoso menyebutkan bahwa hasil konsultasi dengan para pelaku usaha menunjukkan adanya kemungkinan penyesuaian harga minyakita melejit dalam beberapa minggu ke depan. “Kami yakin bahwa harga minyakita melejit akan stabil jika semua pihak bekerja sama dan berkoordinasi,” katanya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memantau harga minyakita melejit secara berkala melalui SP2KP.

