Harga Mobil Hybrid BYD Pertama di RI Beredar, Segini Bocoran Harganya?

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
byd-m6-dm-cnbc-indonesiaferry-sandi-1779161096101_169

Harga Mobil Hybrid BYD Pertama di Indonesia Beredar, Segini Bocoran Harganya?

Dailynesia.com – Informasi mengenai harga mobil hybrid BYD yang pertama kali hadir di Indonesia mulai menyebar. Sebelum peluncuran resmi, kabar mengenai rentang harga M6 DM dari BYD, model plug-in hybrid (PHEV) terbaru perusahaan, beredar di media sosial. Data yang dirilis CNBC Indonesia menyebutkan harga estimasi M6 DM berada antara Rp310 juta hingga Rp390 juta, dengan lima opsi tipe. Namun, Luther T. Panjaitan, Head of Marketing PR & Government Relation PT BYD Motor Indonesia, mengklarifikasi bahwa angka tersebut masih bersifat informasi awal dan belum menjadi harga resmi.

“Kami memberikan indication price sebagai dasar acuan bagi calon konsumen, tapi ini belum official. Jadi, BYD Indonesia belum menyampaikan harga jual resmi ke publik,” jelas Luther dalam acara BYD Tech Culture Fest di GBK, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) malam.

Menurut Luther, antusiasme pasar terhadap M6 DM cukup tinggi. Banyak calon pembeli telah melakukan survei ke dealer dan bahkan melakukan pemesanan awal. Ini menunjukkan bahwa harga estimasi yang dibocorkan telah memengaruhi keputusan pembelian. Dengan ini, BYD berharap mendorong konsumen untuk lebih cepat beraksi dalam Visit Agenda pembelian mobil hybrid mereka.

“Indication price kami keluarkan agar calon pelanggan punya gambaran jelas. Kami ingin memastikan mereka merasa yakin saat memutuskan pembelian,” ujarnya.

Banyak pihak yang menunggu harga resmi M6 DM sebagai acuan dalam Visit Agenda investasi otomotif. Sebagai mobil elektrifikasi pertama BYD di Indonesia, M6 DM diharapkan menjadi pilihan utama bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Namun, Luther menegaskan bahwa harga akhir bisa sedikit berbeda dari angka estimasi, tergantung pada faktor-faktor seperti permintaan pasar dan kebijakan pemasaran.

“Mungkin harga bisa sedikit lebih tinggi atau lebih rendah. Tapi secara umum, kami yakin akan mendekati angka yang beredar,” katanya.

Di sisi lain, harga estimasi M6 DM segera menjadi topik pembicaraan di kalangan penggemar mobil listrik. Banyak konsumen menganggap angka tersebut sebagai indikasi awal keberadaan mobil hybrid berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Dengan teknologi Dual Mode, M6 DM menawarkan kombinasi mesin bensin dan motor listrik, menjadikannya pilihan ideal untuk pengguna yang ingin mengurangi emisi tanpa mengorbankan kenyamanan berkendara.

Spesifikasi dan Teknologi M6 DM

M6 DM, yang resmi meluncur pada 18 Mei 2026, memadukan mesin 1.500 cc dengan daya 72 kW dan torsi 125 Nm, serta sistem Electric Hybrid System (EHS) 5.0. Teknologi ini memungkinkan mobil ini menempuh jarak tempuh kombinasi hingga 1.800 kilometer, serta 300 kilometer untuk penggunaan listrik murni. Tiga mode operasional, yaitu EV, HEV Series, dan HEV Parallel, dirancang untuk menyesuaikan berbagai kondisi perjalanan, mulai dari kebutuhan harian hingga akselerasi di jalan raya.

Dalam aspek performa, M6 DM menawarkan efisiensi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter, yang menjadi nilai tambah bagi pengguna yang mencari kendaraan hemat energi. Selain itu, mobil ini dilengkapi fitur canggih seperti sistem baterai lithium-ion berkapasitas besar, serta layanan pengisian daya cepat yang mempercepat waktu pengisian baterai. Keberadaan M6 DM diharapkan memberi dampak signifikan dalam perubahan pola konsumen Indonesia terhadap kendaraan hybrid.

Market Response dan Antusiasme Konsumen

Kemunculan M6 DM di pasar Indonesia menimbulkan reaksi positif dari berbagai pihak. Sebagai mobil hybrid pertama BYD yang dijual di Tanah Air, model ini dianggap sebagai langkah strategis untuk menarik perhatian konsumen yang mulai tertarik dengan teknologi otomotif berkelanjutan. Banyak pengamat industri menyebutkan bahwa harga estimasi M6 DM, yang dibocorkan sebelum peluncuran resmi, menjadi salah satu faktor pendorong antusiasme publik.

Visit Agenda selalu menjadi perhatian utama dalam sektor otomotif. Dengan harga yang diprediksi lebih terjangkau dibandingkan mobil hybrid impor, M6 DM diharapkan menjadi pilihan utama bagi konsumen kelas menengah. Namun, Luther T. Panjaitan mengingatkan bahwa harga akhir bisa berubah sesuai kebijakan distribusi dan permintaan pasar. “Kami berharap harga estimasi bisa menjadi panduan, tapi tetap ada ruang untuk penyesuaian,” tambahnya.

Dalam jangka panjang, peluncuran M6 DM juga dilihat sebagai bagian dari strategi BYD untuk memperluas pangkalan pasar di Indonesia. Perusahaan yang telah memperkenalkan beberapa model mobil listrik sebelumnya, seperti BYD Atto 3, kini ingin menarik perhatian konsumen yang lebih memprioritaskan fleksibilitas penggunaan bahan bakar. Dengan teknologi Dual Mode, M6 DM diharapkan bisa menjawab kebutuhan konsumen yang ingin menggabungkan kehandalan mesin bensin dengan keberlanjutan listrik.

MORE FROM THIS CATEGORY