Jumlah Investor Domestik Tembus 26,7 Juta – Mayoritas Anak Muda

3 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
c8cce604-0f11-4d0b-98cc-1f69358d4973-0

Jumlah Investor Domestik Tembus 26,7 Juta – Mayoritas Anak Muda

Dailynesia.com – Jumlah investor domestik di Indonesia mencapai angka yang mencengangkan, yakni 26,7 juta pada akhir Mei 2026. Hal ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, yang memperkuat peran masyarakat muda dalam perekonomian nasional. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, mengungkapkan bahwa keberadaan investor muda menjadi faktor penting dalam membentuk kekuatan pasar modal Indonesia. “Kita senang karena lebih dari separuh dari total jumlah investor berasal dari usia muda, yang menandakan kebangkitan minat investasi di kalangan generasi muda,” tutur Hasan dalam kuliah umum yang diadakan di Universitas Malahayati, Bandar Lampung, pada Selasa (18/5/2026).

Kebijakan Edukasi untuk Membentuk Generasi Investor

Kuliah umum tersebut merupakan bagian dari Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026, program yang berlangsung 18-19 Mei 2026 dan bertujuan meningkatkan literasi keuangan di seluruh Indonesia. Hasan menekankan bahwa pendidikan keuangan menjadi kunci untuk menjaga kualitas partisipasi investor muda. “Generasi muda, termasuk mahasiswa, akan menjadi pilar utama pasar modal nasional di masa depan. Mereka memiliki potensi besar untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi melalui kegiatan investasi yang terstruktur,” ujarnya. Menurut data terbaru, jumlah investor lokal telah tumbuh sebesar 22% dalam tiga tahun terakhir, dengan dominasi usia muda mencapai 65% dari total.

SEPMT 2026 diluncurkan sebagai upaya untuk menjawab tantangan literasi keuangan yang rendah, terutama di tengah dinamika ekonomi global dan percepatan digitalisasi. Program ini tidak hanya memberikan pemahaman dasar tentang pasar modal, tetapi juga mengajarkan cara memilih produk investasi yang tepat serta mengelola risiko secara bijak. Hasan menyebutkan bahwa inisiatif serupa sebelumnya telah berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat sekitar 15% selama empat tahun terakhir, yang menjadi dasar untuk terus mengembangkan jumlah investor domestik. “Kami berharap melalui SEPMT, masyarakat, khususnya anak muda, dapat memahami manfaat investasi dalam membangun masa depan finansial yang lebih baik,” imbuhnya.

Persentase Investor Muda yang Meningkat

Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, angka literasi keuangan di Indonesia hanya mencapai 17,78%, meski demikian peningkatan jumlah investor muda menunjukkan adanya pergeseran kecil dalam kesadaran finansial. Hasan Fawzi menjelaskan bahwa banyak anak muda mulai terlibat dalam investasi karena pengaruh media sosial, teknologi, dan kesadaran akan pentingnya manfaatkan dana secara optimal. “Jumlah investor domestik yang tembus 26,7 juta membuktikan bahwa sektor keuangan nasional mulai merasakan dampak positif dari partisipasi generasi muda,” tambahnya.

Kepala OJK juga memaparkan bahwa peran teknologi digital dalam memudahkan akses investasi membuat generasi muda lebih mudah terlibat. Dengan adanya aplikasi investasi online dan platform edukasi finansial yang semakin berkembang, minat investasi di kalangan usia 18-35 tahun meningkat drastis. Namun, Hasan mengingatkan bahwa pertumbuhan ini harus diimbangi dengan edukasi yang memadai agar tidak terjadi penipuan atau investasi liar. “Dengan jumlah investor domestik yang mencapai 26,7 juta, kita harus memastikan mereka memiliki pengetahuan yang cukup tentang cara berinvestasi secara efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

“Kami terus memperkuat basis investor dengan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, khususnya di kalangan generasi muda. Mereka akan menjadi penggerak utama industri keuangan di masa depan,” kata Hasan dalam siaran pers yang diterbitkan Rabu (20/5/2026).

Wilayah Lampung Sebagai Contoh Tertinggi

Di sisi lain, jumlah investor di Lampung mencapai sekitar 614 ribu, menempatkan provinsi tersebut pada peringkat kesembilan secara nasional. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan edukasi keuangan yang dilakukan oleh OJK berhasil menyebar ke berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tingkat literasi yang relatif rendah. Hasan menyoroti bahwa Lampung menjadi contoh bagus dalam penerapan program edukasi keuangan, karena jumlah investor setempat meningkat hampir 30% dalam dua tahun terakhir. “Dengan jumlah investor domestik yang terus berkembang, kita bisa melihat pergeseran struktur pasar modal Indonesia yang semakin inklusif,” ujarnya.

OJK mengajak masyarakat untuk waspada terhadap berbagai bentuk investasi palsu yang marak belakangan ini. “Sebelum terlibat dalam investasi, periksa dulu apakah penyedia memiliki izin resmi dan produknya terdaftar di otoritas terkait. Jika imbal hasil terlalu menggiurkan, cermati kebenarannya,” lanjut Hasan. Dengan jumlah investor domestik yang mencapai 26,7 juta, OJK menggarisbawahi pentingnya edukasi untuk mencegah penyimpangan dalam aktivitas investasi. “Peningkatan literasi keuangan diharapkan bisa mengurangi risiko penipuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil,” imbuhnya.

MORE FROM THIS CATEGORY