Video: Prabowo Pantau Anjloknya Jumlah Warga Kelas Menengah

3 months ago  ·  2 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
prabowo-soroti-jumlah-kelas-menengah-anjlok-angka-kemiskinan-naik-1779251800851_169

Video: Prabowo Pantau Anjloknya Jumlah Warga Kelas Menengah

Dailynesia.com – Menjadi inti dari pertemuan Prabowo Subianto dalam sidang paripurna ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026, di mana ia mengupas kerangka kerja ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) untuk RAPBN 2027. Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya Key Strategy dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Ia menyoroti bahwa penurunan jumlah warga kelas menengah menjadi perhatian utama pemerintah, yang diharapkan dapat diatasi melalui langkah-langkah yang terencana dan efektif.

Key Strategy dalam Kerangka Kebijakan Ekonomi

Dalam upayanya memperkuat Key Strategy, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah perlu memiliki visi jangka panjang untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal dan ekonomi tidak hanya menangani inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nilai tukar rupiah, tetapi juga mengarahkan sumber daya ke sektor-sektor yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Ia menekankan bahwa KEM-PPKF RAPBN 2027 dirancang untuk menjadi alat strategis dalam menghadapi krisis ekonomi yang terus berlanjut, termasuk dampak dari perubahan iklim, ketidaksetaraan sosial, dan tekanan global terhadap cadangan energi negara.

Key Strategy ini mencakup penargetan pendapatan negara sebesar 11,82%-12,40% dari PDB, dengan defisit anggaran yang terkendali antara 1,8%-2,4% dari PDB. Prabowo juga menyebutkan bahwa rupiah akan diberi target nilai Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai 5,8%-6,5% dalam dua tahun ke depan, yang menjadi patokan utama dalam Key Strategy untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Program Prioritas: Kembangkan Desa Nelayan dan Pendidikan

Dalam Key Strategy yang diperkenalkan, Prabowo menyoroti program-program unggulan yang akan menjadi pilar utama untuk meningkatkan kesejahteraan. Salah satu inisiatif prioritas adalah pengembangan 5.000 desa nelayan dalam tiga tahun, yang akan dilengkapi fasilitas es dan sistem logistik modern. Program ini bertujuan untuk mendorong ekonomi lokal, memberdayakan masyarakat pesisir, dan meningkatkan produksi ikan secara berkelanjutan.

Kemudian, Prabowo menggarisbawahi pentingnya peningkatan kesejahteraan guru sebagai bagian dari Key Strategy. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi keberhasilan pembangunan, dan dengan memperkuat layanan pendidikan, pemerintah dapat memastikan masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. Dalam pidatonya, Prabowo juga menyebutkan bahwa pemerintah akan fokus pada pengelolaan dan kebijakan laut yang lebih baik, termasuk dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia.

Kinerja Ekspor dan Rasio Penerimaan Negara

Prabowo menyoroti bahwa meskipun Indonesia menjadi eksportir batu bara, sawit, dan ferro alloy terbesar dunia dengan nilai ekspor mencapai Rp1.100 triliun per tahun, rasio penerimaan negara terhadap PDB (tax ratio) masih tergolong rendah dibandingkan negara-negara seperti Filipina dan Meksiko. Hal ini menjadi tantangan dalam Key Strategy, karena pemerintah perlu meningkatkan pendapatan dari pajak untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan layanan sosial.

Menurut Prabowo, rasio pajak yang rendah berdampak pada ketersediaan dana untuk program pemerintah, termasuk upaya mengurangi jumlah warga miskin dan memperkuat kelas menengah. Ia

MORE FROM THIS CATEGORY