New Policy: Prabowo Ungkap Resep Swasembada Beras RI Bisa Dicapai Cuma Setahun
Penetapan New Policy untuk Meningkatkan Produksi Pangan
Dailynesia.com – Dalam pertemuan kabinet di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026), Prabowo Subianto mengungkapkan keberhasilan program baru yang ia terapkan dalam upaya mewujudkan swasembada beras di Indonesia. New Policy ini, yang dirancang untuk mempercepat ketersediaan pangan nasional, telah mengejutkan banyak pihak karena mencapai target dalam waktu yang jauh lebih singkat dari rencana awal. Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti komitmen kuat tim pertaniannya dalam merombak sistem produksi pangan.
“New Policy saya berikan kepada tim pertanian untuk memastikan pangan Indonesia mandiri. Kita harus swasembada beras, dan dengan kebijakan ini, kita berhasil mencapainya dalam satu tahun saja,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini melibatkan beberapa strategi kunci, termasuk penguatan regulasi, peningkatan infrastruktur pertanian, dan integrasi teknologi dalam pengelolaan pertanian. Dengan pendekatan ini, ia optimis bahwa Indonesia dapat memenuhi kebutuhan beras dalam waktu yang lebih singkat dari estimasi sebelumnya. Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, dan sektor swasta dalam menjaga keberlanjutan kebijakan tersebut.
Kinerja Produksi dan Manajemen Stok Pangan
Kebijakan new policy ini berdampak signifikan pada peningkatan produksi beras nasional. Dengan optimisasi penggunaan lahan pertanian dan distribusi benih yang lebih efisien, produksi beras mencapai level tertinggi sepanjang sejarah Indonesia. Prabowo menekankan bahwa stok beras dalam gudang pemerintah (CBP) kini berada di atas 5,3 juta ton, naik drastis dari 3,25 juta ton di Desember 2025.
“Karena kebijakan new policy, stok beras kita melonjak. Saat ini, CBP mencapai lebih dari 5,3 juta ton. Ini mengindikasikan bahwa kita mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam waktu satu tahun, terlebih dalam kondisi global yang masih tidak pasti,” tambah Prabowo.
Prabowo juga menyoroti keberhasilan manajemen stok beras, terutama melalui peningkatan kapasitas penyimpanan di Bulog. Ia mengakui bahwa surplus beras yang terus bertambah memerlukan kebijakan tambahan untuk memastikan distribusi yang adil dan efektif. Selain itu, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan gudang pemerintah agar tidak terjadi pemborosan atau penyimpangan.
Pengamanan Produksi Pupuk sebagai Pilar New Policy
Salah satu komponen utama new policy adalah pengamanan produksi pupuk yang menjadi faktor kritis dalam meningkatkan hasil pertanian. Prabowo mengatakan bahwa harga pupuk subsidi berhasil diturunkan hingga 20%, memungkinkan petani mendapatkan bahan bakar pertanian yang lebih terjangkau. “Pupuk adalah kebutuhan vital bagi pertanian, dan new policy ini memastikan ketersediaannya secara stabil,” ungkapnya.
“Kita berhasil mengamankan produksi pupuk. Ini adalah salah satu hasil penting new policy. Petani sekarang bisa memperoleh pupuk subsidi secara lebih optimal, yang secara langsung meningkatkan produktivitas tanaman pangan,” kata Prabowo.
Ia juga menyoroti peran pemerintah dalam mengawasi distribusi pupuk subsidi agar tidak disalahgunakan. Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga memastikan kualitas pupuk tetap terjaga. Dengan hal ini, keberhasilan swasembada beras tidak hanya tergantung pada lahan, tetapi juga pada kelengkapan bahan-bahan pendukung seperti pupuk.
Kendala dan Tantangan dalam Menerapkan New Policy
Sebagai bagian dari new policy, Prabowo juga membahas tantangan yang dihadapi selama perjalanan menuju swasembada beras. Salah satu masalah utama adalah ketergantungan pada impor beras dalam beberapa tahun terakhir, yang sempat menyebabkan ketidakstabilan harga. “New policy mengubah pola ini. Kini kita bisa mandiri, bahkan menghadapi krisis global,” jelas Prabowo.
“Kami perlu memastikan bahwa program new policy ini tetap berjalan optimal. Tantangan utama adalah menjaga konsistensi kebijakan dan memperbaiki sistem distribusi. Ini butuh kerja sama seluruh pemangku kepentingan,” tambahnya.
Prabowo menyebutkan bahwa keberhasilan swasembada beras juga bergantung pada peningkatan kapasitas industri pengolahan beras. Ia menekankan bahwa pemerintah harus berkoordinasi dengan sektor swasta untuk memastikan beras yang diproduksi dapat dipasarkan secara efisien. “New policy bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang ekosistem pertanian yang sehat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Langkah Berikutnya untuk Memperkuat New Policy
Menurut Prabowo, langkah berikutnya dalam new policy adalah memperkuat kebijakan pertanian melalui penguasaan teknologi dan inovasi. Ia berencana memperkenalkan program pelatihan dan pengembangan petani untuk meningkatkan kualitas hasil panen. “New policy ini adalah awal dari perubahan besar. Kami akan terus memperbaiki sistem dan memastikan Indonesia menjadi negara pangan mandiri,” pungkas Prabowo.
“Kami juga akan mendorong penggunaan teknologi pertanian modern. Ini adalah bagian dari new policy yang mengharuskan kita beradaptasi dengan tuntutan pasar global,” tambahnya.
Prabowo menambahkan bahwa swasembada beras bukanlah akhir dari perjuangan, tetapi awal dari era pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan. Dengan new policy ini, ia berharap masyarakat Indonesia dapat merasakan manfaat langsung dari keberhasilan produksi pangan nasional. “Keberhasilan ini harus dijaga dengan baik, dan new policy akan menjadi fondasi untuk masa depan yang lebih baik,” tutup Prabowo.

