Iran Ajukan Proposal Damai Baru ke AS, Begini Isinya

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
ilustrasi-bendera-amerika-serikat-dan-iran-istockphotostudiocasper-1750657948515_169-1

Iran Ajukan Proposal Damai Baru ke AS, Begini Isinya

Dailynesia.com – Dalam upaya menciptakan stabilitas di kawasan dan memperkuat hubungan diplomatik, Iran telah mengumumkan new policy terbaru yang ditujukan kepada Amerika Serikat. Proposal ini, yang disebut sebagai new policy kesepakatan perdamaian, mencakup tiga komponen utama: pertama, penghentian perang di seluruh wilayah kawasan, termasuk daerah-daerah yang menjadi sengketa antara Lebanon dan negara-negara lain. Kedua, penarikan pasukan AS dari daerah dekat Iran. Ketiga, klaim kompensasi atas kerusakan yang terjadi akibat serangan AS-Israel yang diluncurkan akhir Februari lalu. New policy ini dirancang untuk mempercepat proses dialog antara Teheran dan Washington, meski perang telah berlangsung berbulan-bulan dan memicu ketegangan global.

Isi Proposal Perdamaian Teheran

Menurut laporan IRNA, new policy yang diajukan oleh pemerintah Iran bertujuan untuk menyelesaikan konflik yang melibatkan kelompok Hizbullah di Lebanon. Proposal tersebut mencakup tuntutan Iran terhadap AS, termasuk pencabutan sanksi ekonomi, pembebasan dana yang terkunci di luar negeri, dan penghentian blokade laut yang berdampak signifikan pada perdagangan energi internasional. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan bahwa new policy ini diharapkan bisa menjadi titik awal bagi perundingan yang lebih luas, termasuk membahas isu-isu terkait program nuklir Iran.

Salah satu elemen kunci dari new policy ini adalah kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan AS-Israel. Iran menuntut penggantian dana yang sebelumnya dibekukan di bank luar negeri, yang jumlahnya mencapai puluhan miliar dolar AS. Ini menjadi titik perhatian karena selama ini Iran mengklaim bahwa dana-dana tersebut merupakan aset penting yang harus dilepaskan sebagai bagian dari new policy diplomatik mereka. Selain itu, proposal ini juga mencakup perjanjian untuk mengakhiri blokade laut yang berdampak pada pengiriman minyak dari Iran ke negara-negara lain.

Komentar Trump terhadap Usulan Iran

Presiden AS, Donald Trump, menyambut positif new policy dari Iran, meski ia menekankan bahwa perundingan harus tetap berjalan secara realistis. Trump menyatakan bahwa keberhasilan new policy ini tergantung pada kemauan kedua pihak untuk mencapai kompromi. “

Ada peluang yang sangat bagus bahwa mereka bisa menemukan jalan keluar,

” kata Trump, seperti dikutip Reuters. Ia juga menambahkan bahwa new policy ini memberikan ruang untuk negosiasi tanpa menggempur Iran secara besar-besaran. “

Jika kita bisa melakukan itu tanpa mengebom mereka habis-habisan, saya akan sangat senang,

” imbuhnya.

Dalam komentar lebih lanjut, Trump menyatakan bahwa new policy Iran membuka jalan bagi penyelesaian konflik, terutama dalam konteks tekanan internasional terhadap kawasan. Ia menekankan bahwa AS akan mengambil keputusan berdasarkan hasil perundingan, dengan tetap menjaga kepentingan nasional. Trump juga meminta tim negosiasi untuk mengevaluasi new policy tersebut lebih lanjut, dengan harapan bisa menciptakan keseimbangan antara keamanan dan perdamaian.

Peran Pakistan dan Tekanan Global

Pakistan, yang secara aktif terlibat dalam mediasi antara Iran dan AS, mengonfirmasi bahwa new policy dari Iran telah disampaikan ke Washington. Negara ini dianggap sebagai penengah yang penting dalam mempercepat proses perundingan. “Kedua pihak terus mengubah target mereka,” kata sumber Pakistan. “Kita tidak punya banyak waktu,” lanjutnya. Pakistan memperkirakan bahwa new policy ini bisa menjadi langkah awal untuk mengakhiri tekanan global terhadap Iran, termasuk pengendalian Selat Hormuz yang menjadi sengketa utama.

Di sisi lain, tekanan internasional terus meningkat karena pengaruh new policy ini pada stabilitas kawasan. Pemerintah AS dan Iran berupaya menyeimbangkan kepentingan masing-masing, terutama dalam menghadapi krisis energi yang berdampak pada ekonomi global. New policy ini juga menjadi titik perhatian bagi negara-negara lain, seperti Arab Saudi dan Irak, yang mengharapkan penyelesaian konflik untuk mengembalikan arus minyak ke wilayah mereka.

Kesepakatan dan Tantangan dalam Negosiasi

Dalam perundingan yang masih berlangsung, Iran berusaha memperkuat new policy mereka dengan menawarkan penyesuaian tuntutan. Pejabat Iran menyebut bahwa Washington mulai melunakkan beberapa syarat, termasuk persetujuan untuk melepaskan seperempat dana yang dibekukan. Namun, Iran tetap mengejar pembebasan seluruh asetnya sebagai bagian dari new policy yang lebih komprehensif. Sementara itu, AS tampak lebih fleksibel terkait aktivitas nuklir Iran yang diawasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Perundingan ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam mencapai kesepakatan tentang pelanggaran perjanjian nuklir sebelumnya. New policy Iran juga mencakup tuntutan terkait akses ke pasar internasional dan kebebasan mengoperasikan program nuklir mereka. Meski demikian, pemerintah AS belum mengakui adanya kesepakatan, sementara pejabat anonim menyangkal laporan bahwa sanksi minyak telah dicabut selama perundingan. New policy ini diharapkan menjadi titik balik dalam menyelesaikan konflik yang berkepanjangan.

MORE FROM THIS CATEGORY