Stok Cadangan Beras Pemerintah Pecah Rekor Lagi, Tembus 5,37 Juta Ton

3 months ago  ·  2 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
1cb9899f-7761-49a2-b51a-cc931e3bc094-0

Stok Cadangan Beras Pemerintah Tembus 5,37 Juta Ton, Pecah Rekor Kembali

Dailynesia.com – Pemerintah Indonesia kembali mencetak rekor baru dalam ketersediaan stok cadangan beras nasional (CBP). Jumlah beras yang disimpan di gudang Bulog mencapai 5,37 juta ton per 18 Mei 2026, menandai peningkatan signifikan dibandingkan periode sebelumnya. Rekor ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjaga kestabilan pangan dan mengantisipasi potensi krisis pasokan.

Penyerapan Gabah dan Kebijakan Pemerintah

Peningkatan stok CBP terutama didorong oleh penyerapan gabah yang cukup baik di awal tahun 2026. Target serapan gabah nasional untuk tahun ini sebesar 4 juta ton, tetapi hingga 18 Mei, realisasi hanya mencapai 2.821.603 ton, atau 70,54% dari total target. Sarwo Edi, Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (NFA), mengungkapkan bahwa keberhasilan ini terjadi karena koordinasi yang intensif antara pemerintah, produsen, dan pengusaha.

“Stok CBP yang tercatat pada 18 Mei 2026 adalah hasil dari strategi pemerintah dalam mengoptimalkan pengadaan beras dan mengurangi risiko fluktuasi harga,” kata Sarwo Edi dalam rapat dengan Komisi IV DPR RI, Selasa (19/5/2026).

Topics Covered: Selain faktor penyerapan, kebijakan pemerintah dalam pengelolaan CBP juga berperan penting. Sebagai instrumen vital, stok beras ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tetapi juga sebagai alat penyangga dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti. Sarwo menekankan bahwa CBP akan dikelola secara transparan untuk memastikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Penggunaan Stok Cadangan untuk Program Kesejahteraan

Stok beras cadangan akan dialokasikan ke berbagai program seperti bantuan sosial, beras untuk pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM), dan cadangan darurat untuk wilayah rawan bencana. Sarwo Edi menyebutkan bahwa penggunaan CBP juga terkait dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti kenaikan harga bahan baku.

Topics Covered: Selain itu, CBP juga menjadi penunjang dalam program pemerintah untuk menurunkan inflasi dan menekan kenaikan harga beras di pasar. Sarwo menambahkan bahwa pemerintah terus memantau dinamika harga di tingkat konsumen, termasuk dampak dari kebijakan subsidi dan tarif impor. “CBP bisa dipakai sebagai alat penyangga harga, tetapi kita juga perlu mengimbanginya dengan kebijakan yang lebih luas,” jelasnya.

Target minimal stok CBP pada akhir tahun 2026 tetap dipertahankan, yaitu sekitar 2,51 juta ton. Meski terdapat peningkatan signifikan di bulan Mei, Sarwo menegaskan bahwa pengelolaan stok harus tetap terjaga agar tidak terbuang percuma. “Kita perlu memastikan CBP bisa digunakan secara efisien dalam masa-masa kritis,” tegasnya.

Topics Covered: Selain menjadi penyangga ekonomi, stok beras ini juga menjadi simbol keberhasilan program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah. Sarwo menyebutkan bahwa peningkatan CBP selama tahun 2026 mencerminkan efektivitas kerja sama antarinstansi dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan rakyat. “Kami optimis bahwa rekor ini bisa menjadi fondasi bagi kebijakan pangan yang lebih baik di masa depan,” tambahnya.

MORE FROM THIS CATEGORY