BYD M6 Bawa Teknologi Ini ke RI, Mobil Jalan Pakai Bensin dan Listrik

3 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
byd-m6-dm-cnbc-indonesiaferry-sandi-1779161095971_169

BYD M6: Teknologi What Happened During Kembangkan Mobil Bensin dan Listrik di RI

Dailynesia.com – Menjadi peristiwa penting dalam sektor otomotif Indonesia saat produsen mobil asal Tiongkok, BYD, meluncurkan model M6 DM. Mobil ini memperkenalkan sistem Dual Mode (DM) yang menggabungkan mesin bensin dan motor listrik, menciptakan solusi hybrid terpadu untuk konsumen lokal. Dengan teknologi ini, BYD memberikan opsi transportasi yang lebih ramah lingkungan namun tetap memenuhi kebutuhan penggunaan bahan bakar tradisional.

Adopsi Teknologi Dual Mode oleh Konsumen

What Happened During menunjukkan respons pasar yang positif terhadap inovasi ini, terutama di Jakarta. PT BYD Motor Indonesia meluncurkan M6 DM pada acara peluncuran di PIK 2, Tangerang, Senin (18/5/2026), sebagai langkah strategis untuk menyesuaikan dengan kebutuhan mobilitas di Indonesia. Presiden Direktur BYD, Eagle Zhao, menekankan bahwa teknologi DM bukan hanya menghadirkan keunggulan teknis, tetapi juga menjadi jawaban praktis bagi transisi menuju mobil listrik.

“What Happened During ini menjadi momentum penting bagi BYD di Indonesia. Kami percaya teknologi DM adalah jembatan antara mobil bensin dan listrik, yang memungkinkan pengguna menghemat biaya operasional sambil tetap menikmati performa tinggi,” kata Eagle Zhao dalam pidatonya.

Peningkatan Penjualan dan Pengaruh Pasar

What Happened During di sektor otomotif terutama terlihat dari peningkatan penjualan M6 DM. Dalam tahun pertama pemasarannya, model ini mencatat penjualan sekitar 10.100 unit, menempatkan dirinya sebagai mobil terlaris di Indonesia sejak BYD memasuki pasar. Angka ini menunjukkan bahwa konsumen semakin tertarik pada teknologi yang menggabungkan keunggulan bensin dan listrik, terutama di tengah upaya pemerintah mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Dalam pernyataannya, Eagle Zhao menyebutkan bahwa What Happened During ini berdampak signifikan pada persaingan otomotif Indonesia. Dengan teknologi DM, BYD menghadirkan alternatif yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan jarak pendek hingga jarak jauh, tanpa mengorbankan kenyamanan atau efisiensi.

Perbedaan Teknologi DM dengan Hybrid Konvensional

What Happened During di sektor hybrid berbeda dari teknologi konvensional yang sebelumnya mendominasi pasar. Sistem Dual Mode pada M6 DM tidak hanya menggunakan mesin bensin sebagai penggerak utama, tetapi juga mengintegrasikan motor listrik sebagai tenaga utama, dengan mesin bensin berfungsi sebagai penunjang. Ini memungkinkan kendaraan beroperasi dalam tiga mode: EV (listrik sepenuhnya), HEV Series (mesin bantu baterai), dan HEV Parallel (kombinasi motor dan mesin).

Menurut Eagle Zhao, What Happened During ini mencerminkan pergeseran paradigma mobilitas. Teknologi DM dianggap sebagai platform yang fleksibel, karena bisa digunakan dalam berbagai kondisi tanpa mengurangi keunggulan ekologis. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif bagi BYD dalam menghadapi tantangan perpindahan ke era listrik.

Spesifikasi dan Kinerja Teknis

M6 DM dilengkapi mesin 1.500 cc dengan daya maksimum 72 kW dan torsi 125 Nm, yang dipadukan dengan motor EHS 5.0. Teknologi ini mampu memberikan efisiensi bahan bakar hingga 65 kilometer per liter, serta jarak tempuh gabungan lebih dari 1.800 kilometer. Dalam mode listrik penuh, mobil ini bisa menempuh hingga 300 kilometer tanpa bahan bakar, memberikan keuntungan besar bagi pengguna.

What Happened During di dunia otomotif juga mencakup perbaikan konsumsi energi dan emisi. Sistem DM yang digunakan pada M6 DM mengurangi polusi udara dan biaya bahan bakar, sementara tetap menjaga performa mesin untuk perjalanan jarak jauh. Ini menjadi langkah strategis BYD dalam mendukung keberlanjutan lingkungan di tengah pertumbuhan industri otomotif yang cepat.

“What Happened During ini bukan hanya tentang peluncuran produk, tetapi juga tentang perubahan pola pikir masyarakat terhadap kendaraan berbasis elektrifikasi. Teknologi DM adalah solusi yang seimbang, karena bisa digunakan dalam kondisi beragam,” tambah Eagle Zhao.

Potensi Masa Depan dengan Teknologi DM

What Happened During di Indonesia juga menunjukkan komitmen BYD untuk mengembangkan inovasi berkelanjutan. Dengan teknologi DM, perusahaan berharap mendorong adopsi mobil listrik secara bertahap, seiring dengan meningkatnya infrastruktur dan kesadaran masyarakat. M6 DM dianggap sebagai salah satu langkah awal dalam memperkuat posisi BYD di pasar otomotif nasional.

Menurut Eagle Zhao, teknologi DM akan terus berkembang, dengan rencana meluncurkan lebih banyak model yang memanfaatkan platform ini. “What Happened During ini menjadi awal dari transisi ke mobil listrik, dan kami optimis akan terus mendukung proses tersebut,” pungkasnya. Dengan spesifikasi yang kompetitif dan ketersediaan di pasar lokal, M6 DM diharapkan menjadi contoh sukses dalam menggabungkan keunggulan teknologi bensin dan listrik.

MORE FROM THIS CATEGORY