Bos BI Ramal Dolar Balik ke Rp16.200-16.800 Akhir 2026

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
7553535f-8970-4865-8d38-3318d0b92b4d-0

Bos BI Ramal Dolar Balik ke Rp16.200-16.800 Akhir 2026

Proyeksi BI tentang Pergerakan Kurs

Dailynesia.com – Pada Senin (18/5/2026), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan yakin bahwa rupiah akan kembali bergerak dalam rentang Rp16.200 hingga Rp16.800 per dolar Amerika Serikat (US$) pada akhir tahun ini. Meski saat ini nilai tukar rupiah sedang mengalami tekanan yang membuatnya menyentuh level Rp17.660 per US$, ia menegaskan bahwa proyeksi tersebut didasarkan pada perhitungan nilai fundamental kurs yang telah dilakukan BI sejak penyusunan APBN 2026 tahun lalu. Pernyataan ini diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR yang diadakan di Jakarta.

Penggunaan Indeks Kurs Sebagai Dasar Proyeksi

Perry menjelaskan bahwa BI telah menetapkan kisaran kurs rupiah berdasarkan kondisi ekonomi fundamental yang diperkirakan selama tahun 2026. Menurutnya, rata-rata kurs yang diprediksi berada di Rp16.500 per US$, dengan batas bawah sebesar Rp16.200 dan batas atas Rp16.800. “Nilai fundamentalnya berapa? average of the year Rp16.500, kisaran bawahnya Rp16.200 kisaran atasnya Rp16.800,” ujarnya saat memberi penjelasan dalam rapat tersebut.

Faktor Musiman dan Tekanan Eksternal

Dalam menjelaskan alasan di balik proyeksi tersebut, Perry menyoroti peran faktor musiman yang memengaruhi nilai tukar dolar. Ia mengatakan bahwa bulan Mei-Juni 2026 merupakan periode di mana permintaan dolar cenderung meningkat, sehingga mendorong kurs rupiah ke level yang lebih rendah. Selain itu, ia juga menyebutkan bahwa tekanan tambahan dari konflik geopolitik di berbagai belahan dunia berkontribusi pada fluktuasi kurs yang terjadi saat ini.

Perry Warjiyo menegaskan bahwa meskipun kondisi kurs rupiah tahun ini masih stabil di Rp16.900 per US$ secara tahunan, BI tetap memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar akan berada dalam rentang yang telah ditetapkan. “Apakah BI akan masuk? masuk. Karena sekarang year to date Rp16.900 dan pengalaman kami kalau April, Mei, dan Juni memang tinggi, kalau Juli-Agustus akan menguat,” tambahnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa BI bersiap melakukan intervensi jika diperlukan untuk menjaga stabilitas kurs.

Strategi BI dalam Mengantisipasi Pergerakan Kurs

Menurut Perry, BI memiliki strategi yang jelas dalam menghadapi tekanan kurs yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa selama bulan Mei-Juni 2026, BI memantau dengan cermat dampak dari faktor musiman, termasuk permintaan pasar terhadap dolar. Di sisi lain, BI juga mempertimbangkan berbagai isu geopolitik yang memengaruhi kepercayaan investor dan aliran modal ke Indonesia.

Bos BI menegaskan bahwa kisaran kurs yang diperkirakan sepanjang tahun 2026 tetap menjadi referensi utama dalam menentukan langkah-langkah kebijakan moneter. “Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp16.200-Rp16.800,” tegasnya. Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan BI terhadap kemampuan rupiah untuk mempertahankan nilai yang stabil meskipun menghadapi tantangan eksternal.

Analisis Dinamika Pasar dan Harapan BI

Perry juga memberikan penjelasan tentang dinamika pasar yang memengaruhi kurs rupiah. Ia menekankan bahwa meskipun ada tekanan dari permintaan dolar yang tinggi, BI telah menghitung potensi pergerakan kurs secara detail. “Kami sudah menghitung secara rapi dan menemukan bahwa nilai tukar rupiah akan kembali ke dalam rentang yang telah ditetapkan,” jelasnya. Hal ini menunjukkan bahwa BI memiliki persiapan matang dalam menghadapi fluktuasi kurs.

Dalam konteks ekonomi global, Perry menyatakan bahwa BI terus menganalisis dampak dari berbagai faktor seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kebijakan moneter internasional. Ia menambahkan bahwa faktor-faktor ini berperan penting dalam menentukan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. “Kami selalu mempertimbangkan keadaan ekonomi dunia dalam menetapkan proyeksi kurs,” imbuhnya. Penjelasan ini membantu memberikan gambaran lebih jelas tentang dasar-dasar proyeksi BI.

Kesiapan BI Menghadapi Perubahan Kurs

Sebagai institusi yang bertugas menjaga stabilitas nilai tukar, BI memiliki mekanisme yang siap diaktifkan jika kurs rupiah keluar dari rentang yang telah ditetapkan. Perry menjelaskan bahwa BI akan langsung bertindak untuk memperkuat nilai rupiah jika diperlukan, terutama dalam menghadapi tekanan yang berlebihan dari permintaan dolar. “Kami siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kurs tetap stabil,” ujarnya.

Selain itu, Perry juga memprediksi bahwa di bulan Juli-Agustus, rupiah akan mengalami peningkatan kembali, karena faktor musiman yang memengaruhi permintaan dolar mulai berkurang. “Kami yakin bahwa di akhir tahun, kurs akan kembali ke rentang yang kami tetapkan,” lanjutnya. Proyeksi ini menunjukkan bahwa BI memiliki kepercayaan yang cukup tinggi terhadap kemampuan rupiah untuk mempertahankan kestabilannya.

Proses Perhitungan Kurs dan Dukungan Kebijakan

Perhitungan nilai fundamental kurs yang dilakukan BI sejak penyusunan APBN 2026 melibatkan analisis yang menyeluruh terhadap kondisi ekonomi dalam negeri dan eksternal. Perry menjelaskan bahwa

MORE FROM THIS CATEGORY