Penumpang Ngamuk Mau Merokok – Gigit Pramugari-Pesawat Belok Darurat

3 months ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
98889809-86e7-4435-8ae2-3b574eee74d0_169

Penumpang Ngamuk Saat Mau Merokok, Pesawat Qantas Terpaksa Belok Darurat

Dailynesia.com – Dalam kejadian yang mengguncang kabin penerbangan internasional, seorang penumpang dari Australia dinyatakan mengamuk dan memaksa pesawat Qantas melakukan belok darurat di tengah perjalanan. Insiden ini terjadi pada penerbangan QF21 dari Melbourne ke Dallas, AS, pada Jumat, 15 Mei 2026. Selama tujuh jam terbang, penumpang tersebut bersikeras ingin merokok di bagian depan kabin, hingga memicu konflik dengan pramugari. Otoritas penerbangan akhirnya memutuskan mengalihkan rute ke Tahiti setelah kekacauan tersebut terjadi. Penumpang yang dianggap melanggar aturan keselamatan terpaksa ditahan oleh petugas keamanan hingga pesawat mendarat.

Proses Peralihan Rute dan Peran Awak Kabin

Ketika pesawat berada di udara, penumpang tersebut menunjukkan perilaku agresif dan mengganggu. Ia secara aktif berbicara dengan staf penerbangan, menuntut hak untuk merokok dan menendang pramugari saat diminta berpindah. Situasi memicu kekhawatiran akan keselamatan penerbangan, sehingga memaksa petugas menahan penumpang itu. Setelah mendarat di Papeete, ibu kota Polinesia Prancis, pesawat langsung disambut oleh tim keamanan untuk mengamankan penumpang yang bersangkutan. Pesawat kemudian melanjutkan perjalanan ke Dallas setelah memperoleh tambahan bahan bakar dan menjalani pemeriksaan.

Sebagai respons terhadap kejadian ini, Qantas memberikan pernyataan resmi menekankan prioritasnya terhadap keselamatan penumpang. “Kami tidak menoleransi perilaku mengganggu atau ancaman di dalam penerbangan, terutama saat penumpang berupaya mengubah jalur penerbangan secara mendadak,” ujar juru bicara maskapai. Selain itu, peristiwa ini memperlihatkan koordinasi yang baik antara awak kabin dan penumpang lain yang turut membantu menenangkan situasi. Pramugari yang tergigit dikabarkan mengalami cedera ringan, namun tidak mengganggu operasi penerbangan.

Kasus Penumpang Ngamuk dan Konteks Insiden Serupa

Video yang diunggah oleh komedian Mike Goldstein menjadi bukti mengenai kekacauan tersebut. Dalam rekaman, pria berbicara keras dengan staf penerbangan, memakai frasa seperti “fuck off” sambil berdiri di lorong pesawat. Ia mengklaim ingin merokok, tetapi pramugari merespons dengan menyebutnya “berperilaku seperti jam murahan.” Meski tidak terlihat aksi gigitan, video ini menunjukkan ketegangan antara penumpang dan staf. Situasi ini diperparah oleh kebiasaan merokok yang dianggap melanggar aturan di dalam kabin, terutama selama penerbangan darurat.

Insiden ini tidak terjadi sendirian. Pada bulan lalu, seorang warga negara Selandia Baru dari Queanbeyan ditahan atas dugaan perilaku agresif dalam penerbangan dari Canberra ke Perth. Ia diduga mencoba menggigit lengan penumpang lain saat sedang dilumpuhkan. Kecurangan serupa juga pernah terjadi di penerbangan Australia, memicu peningkatan tindakan pencegahan oleh otoritas. Dalam kasus QF21, pria yang bersalah dituduh menendang manajer kabin dan mengabaikan instruksi keselamatan, dengan ancaman hukuman penjara hingga 14 tahun.

Dampak dan Penanganan Setelah Mendarat

Setelah mendarat di Tahiti, penumpang yang terlibat dalam kekacauan dikenai sanksi permanen oleh Qantas, termasuk larangan terbang. Hal ini menunjukkan komitmen maskapai dalam menjaga kedisiplinan di kabin. Selain itu, tim keamanan mencatat beberapa penumpang yang mendukung pramugari selama proses pelumpuhan. Pria tersebut diperiksa oleh polisi Federal Australia, yang menyatakan bahwa ia diduga melakukan perbuatan yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan.

Peristiwa ini juga mengingatkan bahwa kebiasaan merokok di kabin pesawat bisa memicu konflik. Dalam situasi darurat, setiap penumpang memiliki tanggung jawab untuk mematuhi instruksi awak kabin. Meski tidak semua penumpang bersikap seperti ini, kasus QF21 menunjukkan pentingnya kesadaran akan aturan keselamatan. Selain itu, insiden ini memperlihatkan bagaimana penyebab kekacauan bisa terjadi dalam waktu singkat, bahkan di saat penerbangan sedang stabil.

MORE FROM THIS CATEGORY