Dolar Tembus Rp17.600-an – Ini Respons Prabowo

3 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
0924af57-0d2b-4a25-aabe-ab484756acd1-0

Dolar Tembus Rp17.600-an, Ini Respons Prabowo Subianto Terhadap Kondisi Ekonomi Indonesia

Dailynesia.com – Kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah Indonesia kembali mencatatkan level yang mengejutkan, dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp17.600 per US$ pada awal Mei 2026. Situasi ini memicu berbagai diskusi mengenai stabilitas ekonomi Indonesia, khususnya dalam konteks tekanan dari pasar keuangan global. Dalam wawancara terbaru, Prabowo Subianto, mantan presiden yang kini menjadi tokoh politik utama, memberikan tanggapan terhadap peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa meskipun dolar mencapai Rp17.600, kondisi perekonomian Indonesia tetap dalam kategori yang bisa diterima, dan tidak sedang mengalami krisis yang serius.

Prabowo Mengklaim Stabilitas Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Dalam acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada 16 Mei 2026, Prabowo mengungkapkan bahwa narasi negatif tentang krisis ekonomi Indonesia terus-menerus diperkuat oleh pihak-pihak tertentu. Namun, ia yakin bahwa keadaan perekonomian tidak seburuk yang dibayangkan oleh publik. “Saya percaya ada orang yang terus mengatakan Indonesia akan hancur, akan berantakan. Orang di desa tak pernah menggunakan dolar,” ujarnya, seperti dilaporkan pada 17 Mei 2026.

Komentar Prabowo menggarisbawahi perbedaan antara narasi ekonomi di tingkat elit dan kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan. Ia menekankan bahwa meskipun kurs dolar terus naik, kebutuhan dasar seperti pangan dan energi tetap terpenuhi. “Pangan aman, energi aman. Banyak negara gelisah, tetapi Indonesia tetap baik,” lanjut Prabowo, menyoroti kekuatan perekonomian nasional dalam menghadapi tekanan eksternal.

Respons Terhadap Pelemahan Rupiah dan Kebijakan Ekonomi

Selain menyampaikan keyakinan tentang stabilitas ekonomi, Prabowo juga menyoroti peran Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam mengelola kondisi pasar uang. Menurutnya, sikap optimis yang ditunjukkan oleh Purbaya menjadi indikator positif bahwa pemerintah masih mampu menghadapi tantangan. “Selama Purbaya bisa tersenyum, tenang saja. Dolar naik ke berapa pun, rakyat desa tetap bisa hidup tenang,” kata Prabowo saat meresmikan 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, 16 Mei 2026.

Prabowo menyebut bahwa pelemahan rupiah tidak selalu menggambarkan krisis ekonomi nasional, melainkan refleksi dari dinamika global yang tidak bisa dihindari. Ia menunjukkan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang kuat, yang bisa menjadi penghalang terhadap dampak negatif kurs dolar. Dalam konteks ini, Prabowo berharap masyarakat tidak terlalu terpengaruh oleh perubahan nilai tukar mata uang, terutama bagi kelompok yang lebih terbiasa menggunakan dolar dalam transaksi bisnis.

Analisis lebih lanjut mengenai dolar tembus Rp17.600 menunjukkan bahwa kebijakan moneter pemerintah, seperti pengaturan suku bunga dan penguatan daya tarik investasi, masih berjalan efektif. Meskipun kurs dolar terus menanjak, Prabowo menegaskan bahwa pasar Indonesia tetap memiliki daya tahan terhadap fluktuasi global. “Kondisi ini bukan tanda kehancuran, melainkan bentuk adaptasi yang wajar,” tutur mantan komandan pasukan Gerakan Pemuda (GP) yang kini menjadi tokoh partai politik.

Perbandingan Kondisi Ekonomi dengan Negara Lain

Prabowo juga menyoroti bagaimana situasi ekonomi Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain yang sedang mengalami tekanan serupa. Menurutnya, banyak negara di kawasan Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, dan Filipina, juga menghadapi pelemahan mata uangnya. Namun, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam struktur ekonomi dan kebijakan yang lebih fleksibel. “Banyak negara gelisah, tetapi Indonesia tetap baik,” ulangnya, menegaskan bahwa negara ini tidak dalam kondisi kritis seperti negara-negara lain.

Di sisi lain, Prabowo menekankan bahwa pelemahan dolar tidak langsung berdampak pada seluruh lapisan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa perubahan kurs lebih berdampak pada kelompok yang lebih aktif dalam transaksi internasional, seperti perusahaan multinasional atau investor asing. Untuk masyarakat umum, khususnya di daerah, ia berargumen bahwa kondisi ekonomi tetap stabil karena daya beli dan akses ke kebutuhan pokok tidak terganggu. “Rakyat desa tetap bisa hidup tenang, meskipun dolar naik ke berapa pun,” katanya, menekankan kekuatan sektor riil dan ketahanan daya beli rakyat.

MORE FROM THIS CATEGORY