AS Sukses Tekan Kuba, BBM Kosong-Listrik Padam 22 Jam Sehari

3 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
bendera-negara-kuba-1767610230077_169

Hasil Pertemuan: AS Tekan Kuba, BBM Kosong dan Listrik Padam 22 Jam Sehari

Dailynesia.com – Hasil pertemuan terbaru menunjukkan bahwa AS melanjutkan tekanan terhadap Kuba, terutama setelah krisis bahan bakar minyak (BBM) dan pemadaman listrik yang terjadi secara rutin di wilayah tersebut. Kunjungan John Ratcliffe, direktur intelijen AS (CIA), ke Kuba pada hari Kamis menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan peran AS dalam isu ekonomi dan keamanan. Dalam pertemuan tersebut, Ratcliffe menekankan kebutuhan Kuba untuk mengambil langkah-langkah signifikan, sebagai bentuk respons terhadap kebijakan pemerintah yang berdampak pada krisis BBM dan gangguan pasokan energi.

Di Jakarta, persiapan pertemuan khusus dilakukan untuk menyampaikan pesan penting dari AS kepada pemerintah Kuba. Ratcliffe, yang merupakan tokoh utama dari era Trump, bertujuan memberikan peringatan agar Kuba mengurangi ketergantungan pada intelijen Rusia dan Tiongkok. Menurut sumber dari CIA, pertemuan ini juga mencakup pembahasan tentang perubahan struktur politik yang diperlukan untuk mengakhiri dominasi Partai Komunis Kuba. Pihak AS menekankan bahwa penekanan ini berbasis pada hasil pertemuan sebelumnya yang menyoroti krisis energi dan ekonomi di pulau tersebut.

Krisis BBM dan Listrik Padam

Hasil pertemuan kali ini memperkuat isu krisis BBM yang telah memukul Kuba selama lebih dari dua tahun. Krisis ini dimulai setelah aliran minyak dari Venezuela terhenti sepenuhnya sejak Januari, akibat kebijakan AS yang menangkap pemimpin Venezuela dan mengambil alih industri minyaknya. Ketergantungan Kuba pada pasokan BBM dari negara tetangga ini menjadi faktor utama kekacauan ekonomi yang terus berlanjut. Selain itu, tekanan terhadap Kuba juga berdampak langsung pada kebutuhan listrik warga, yang hampir tidak terelakkan.

Dalam situasi yang kritis, penduduk Kuba terpaksa mengandalkan bahan bakar alternatif seperti arang atau kayu untuk memasak. Pemadaman listrik di Havana mencapai hingga 22 jam sehari, seperti diungkapkan oleh Vicente de la O Levy, menteri energi dan pertambangan Kuba. “Kami tidak memiliki bahan bakar minyak, tidak ada solar,” jelasnya. “Pemadaman listrik hari ini melebihi 20 atau 22 jam,” tambah Levy, menegaskan bahwa krisis energi memperparah tantangan pemerintah Kuba dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Pengaruh Politik dan Tuntutan

Hasil pertemuan juga mencakup upaya AS untuk mendesak pemerintah Kuba mengambil langkah politik yang lebih terbuka. Dalam pertemuan dengan tokoh-tokoh penting seperti Lázaro Álvarez Casas dan kepala intelijen Kuba, Ratcliffe membahas strategi untuk mengurangi pengaruh Partai Komunis dalam kebijakan negara. Selain itu, jaksa federal di Miami sedang menyiapkan tuntutan terhadap Raúl Castro, mantan pemimpin Kuba yang tetap memiliki pengaruh signifikan dalam lingkaran politik.

Tuntutan tersebut berpotensi mencakup tuduhan perdagangan narkoba serta keterlibatan Castro dalam penembakan pesawat Brothers to the Rescue pada 1996. Hasil pertemuan ini menegaskan komitmen AS untuk melibatkan Kuba dalam isu keamanan internasional, sekaligus menjaga tekanan terhadap pemerintahnya. Pihak Kuba, sementara itu, menegaskan bahwa mereka tidak membahayakan keamanan nasional AS dan tidak seharusnya dimasukkan ke dalam daftar negara sponsor terorisme, seperti yang dilaporkan oleh surat kabar Granma.

Hasil pertemuan menegaskan bahwa Kuba tidak menampung, mendukung, atau mengizinkan organisasi teroris atau ekstremis. Pemerintah Kuba juga menolak klaim bahwa mereka membiayai atau mengizinkan aktivitas permusuhan terhadap AS. “Kami tidak memiliki pangkalan militer atau intelijen asing di wilayah kami,” tegas pihak Kuba dalam pernyataan resmi. “Kami tidak akan mengizinkan tindakan apa pun terhadap negara lain yang berasal dari Kuba,” tambah mereka, sebagai respons terhadap tekanan dari AS.

Pertemuan kali ini menandai langkah-langkah baru dalam upaya AS untuk mengubah dinamika hubungan bilateral dengan Kuba. Meski belum merinci detail perubahan politik atau ekonomi yang diinginkan, pemerintahan Trump tetap fokus pada tekanan terhadap Partai Komunis. Para pejabat CIA menyatakan bahwa strategi ini bertujuan memperkuat hasil pertemuan sebelumnya, sambil menyiapkan langkah lebih lanjut untuk mendesak Kuba mengambil keputusan strategis. Krisis BBM dan listrik padam 22 jam sehari menjadi bukti nyata kebutuhan Kuba untuk merespons tekanan ini secara cepat dan efektif.

MORE FROM THIS CATEGORY