Menko Pangan Pastikan Pupuk Subsidi di Banyuwangi Lancar

3 months ago  ·  2 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
pm-australia-telepon-presiden-prabowo-subianto-ucapkan-terima-kasih-indonesia-ekspor-pupuk-ke-australia-dok-istimewa-1778838915067_169

Menko Pangan Pastikan Pupuk Subsidi di Banyuwangi Berjalan Lancar

Dailynesia.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Menko Zulhas) melakukan inspeksi langsung terhadap distribusi pupuk subsidi di Banyuwangi, Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung dalam acara “Rembuk Tani” di Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (14/5/2026). Zulhas menyatakan telah menerima petunjuk langsung dari Presiden Joko Widodo untuk memastikan distribusi pupuk subsidi berjalan efisien di lapangan.

“Saya diminta Presiden untuk memeriksa pupuk subsidi. Alhamdulillah, distribusi berjalan lancar, harga juga berkurang 20 persen,” kata Zulhas dalam pernyataannya, Jumat (15/5/2026).

Kunjungan lapangan ini bertujuan menguji penerapan kebijakan baru pemerintah terkait pengelolaan pupuk subsidi. Perubahan terutama mencakup penyederhanaan regulasi dari 145 aturan menjadi satu peraturan induk, yaitu Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, lalu diperkuat oleh Perpres 113/2025. Selain itu, ada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 15 Tahun 2025 yang melengkapi pelaksanaan kebijakan tersebut.

Dengan penyederhanaan ini, petani bisa mengakses pupuk subsidi sejak awal tahun, sebelum musim tanam dimulai. Hasilnya, produktivitas pertanian meningkat. Kebijakan harga juga diubah, dengan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk subsidi sebesar 20 persen sejak Oktober 2025. Penyesuaian ini berlaku untuk seluruh jenis pupuk subsidi.

Menko Zulhas menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengamankan ketersediaan pupuk subsidi, memperkuat sektor pangan nasional, serta memastikan akses produksi bagi petani tetap mudah dan terjangkau. Kegiatan “Rembuk Tani” di Banyuwangi juga menjadi platform untuk dialog antara pemerintah dan petani, agar aspirasi bisa diserap dan program pangan di daerah berjalan efektif.

Realisasi Penyaluran Pupuk Subsidi di Jawa Timur dan Banyuwangi

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap efisiensi penyaluran pupuk subsidi. Kemudahan yang diberikan, menurutnya, meningkatkan penyerapan pupuk oleh petani. Dalam 2026, Jawa Timur mengalokasikan pupuk subsidi total 2.038.387 ton, terdiri dari Urea 1.005.145 ton, NPK Phonska 884.868 ton, NPK Khusus Kakao 255 ton, pupuk organik Petroganik 114.309 ton, ZA 10.987 ton, dan SP-36 22.823 ton.

Banyuwangi mendapatkan alokasi sebanyak 90.096 ton, terbagi dalam Urea 47.401 ton, NPK Phonska 42.035 ton, serta pupuk organik Petroganik 652 ton. Penyerapan pupuk di daerah ini mencapai 51,8 persen hingga 12 Mei 2026, atau sekitar 46.685 ton. Dalam periode yang sama, penyaluran di Jawa Timur sebesar 42,5 persen, atau 866.215 ton.

Untuk mendukung distribusi optimal, Pupuk Indonesia menyediakan stok pupuk subsidi di Jawa Timur sebanyak 147.643 ton. Stok per 13 Mei 2026 mencakup Urea 88.273 ton, NPK Phonska 27.691 ton, NPK Khusus Kakao 318 ton, pupuk organik 11.609 ton, ZA 2.778 ton, dan SP-36 16.973 ton. Di Banyuwangi, stok saat ini berjumlah 3.357 ton, dengan Urea 2.224 ton dan NPK Phonska 1.108 ton.

Distribusi pupuk subsidi dinilai positif karena meningkatkan kesejahteraan petani. Nilai Tukar Petani (NTP) nasional, misalnya, naik dari 116 menjadi 125. Zulhas menilai hal ini mencerminkan keberhasilan kebijakan subsidi pupuk dalam memperkuat daya beli petani.

MORE FROM THIS CATEGORY