BRIN Ungkap Potensi 89.000 Ton Uranium untuk Energi Nuklir Indonesia
Dailynesia.com – Kemampuan Indonesia dalam pengembangan teknologi nuklir semakin diperkuat dengan adanya cadangan uranium yang melimpah. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru-baru ini memaparkan temuan ini kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat kunjungan ke booth teknologi nuklir. Paparan tersebut disampaikan langsung oleh Syaiful Bakhri, yang menjabat sebagai Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir BRIN.
Syaiful menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi uranium mencapai 89.000 ton serta thorium sebanyak 143.000 ton. Angka-angka ini menjadi fondasi penting bagi kesiapan bahan baku Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di tanah air. “Untuk PLTN kita sudah siapkan untuk bahan nuklir di Indonesia, kita punya potensi uranium sekitar 89 ribu ton di Indonesia, thorium 143 ribu ton di Indonesia sejauh ini,” ujar Syaiful.
Lebih lanjut, tim BRIN juga menunjukkan kemampuan mereka dalam memurnikan uranium hingga mencapai tingkat 60 persen. Proses pemurnian ini mencakup mineral-mineral ikutan yang bersifat radioaktif. Dalam kesempatan yang sama, Syaiful menambahkan bahwa teknologi nuklir tidak hanya digunakan untuk energi, tetapi juga untuk sektor non-energi seperti pangan dan kesehatan.
“Ini teknologi menjadi teknologi energi, perisapan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), kemudian non – energi terkait pangan dan kesehatan,” kata Syaiful dalam paparannya, Kamis (6/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri oleh Arif Satria sebagai Kepala BRIN bersama jajaran Menteri dalam Kabinet Merah Putih. Meskipun penjelasan berlangsung, terlihat Syaiful tidak lagi menggunakan mikrofon sehingga suaranya tidak terdengar jelas oleh para hadirin.
Inovasi Energi Alternatif Lainnya
Selain teknologi nuklir, BRIN juga memamerkan berbagai inovasi energi alternatif. Salah satunya adalah teknologi Compressed Natural Gas (CNG) yang mampu menampung gas dengan tekanan hingga 30 bar. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung efisiensi penggunaan energi gas di Indonesia.
BRIN juga memaparkan pengembangan biofuel dan bioetanol yang menjadi kunci implementasi B50. Komoditas yang digunakan sebagai bahan baku meliputi sawit, sorgum, dan aren. Pengembangan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk diversifikasi sumber energi terbarukan dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is RI Punya Potensi 89 000 Ton Uranium?
RI Punya Potensi 89 000 Ton Uranium is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does RI Punya Potensi 89 000 Ton Uranium matter?
RI Punya Potensi 89 000 Ton Uranium matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

