Prabowo Tak Risau Skor PISA RI Kalah dari Singapura, Ungkap Fakta Ini

4 hours ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
pertemuan-presiden-ri-dengan-150-periset-dari-badan-riset-dan-inovasi-nasional-6-agustus-2026-1786010089825_169

Prabowo Tak Risau Skor PISA RI Kalah dari Singapura, Ungkap Fakta Ini

Dailynesia.com – Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap optimisnya terhadap hasil Program for International Student Assessment (PISA) terbaru. Prabowo Tak Risau Skor PISA Indonesia yang kalah dari Singapura, karena ia melihat adanya perbedaan mendasar dalam konteks pendidikan kedua negara. Dalam pertemuan dengan 150 peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2026), Presiden menjelaskan mengapa perbandingan langsung kurang adil.

Hasil PISA 2022: Singapura Unggul, Indonesia Tertinggal

Berdasarkan data PISA 2022 yang dirilis OECD, Singapura menduduki peringkat pertama dunia dalam bidang matematika dengan nilai 575, melampaui standar OECD sebesar 472. Pada aspek literasi membaca, Singapura juga mencatatkan skor 543. Sementara itu, Indonesia hanya meraih 359 poin untuk literasi membaca, menempatkan posisi di bawah rata-rata OECD.

Prabowo menjelaskan bahwa skor Indonesia berada di bawah negara-negara seperti Jepang, Singapura, Thailand, Malaysia, Belanda, dan Vietnam. Nilai tersebut juga hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Filipina. Namun, menurut Presiden, angka-angka ini tidak serta merta mencerminkan kualitas pendidikan Indonesia secara keseluruhan.

“Fakta. Nah jadi kadang-kadang fakta menyakitkan. Katanya sekarang ada suatu survei, survei namanya PISA, P-I-S-A, di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara. Kita termasuk tidak terlalu bagus, ya,” kata Prabowo.

Perbedaan Kondisi Geografis dan Demografis

Meskipun hasil kajian PISA belum optimal, Presiden menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki konteks yang sangat berbeda. Singapura merupakan negara kota dengan populasi sekitar 5 juta jiwa, sehingga lebih mudah bagi pejabat pendidikan untuk memantau seluruh sekolah. Sebaliknya, Indonesia memiliki wilayah yang jauh lebih luas dan jumlah penduduk yang lebih besar.

Dengan 388.000 sekolah yang tersebar dari pegunungan hingga pulau terluar, beban kerja Menteri Pendidikan Indonesia menjadi lebih berat. Prabowo mencontohkan Kepala Dinas Pendidikan di Maluku Utara atau Sulawesi Utara yang harus meninjau sekolah-sekolah di Miangas dan pulau-pulau terpencil.

“Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu sebetulnya nggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia, ya kan. Indonesia punya 388.000 sekolah kalau tidak salah, nanti dicek ya. Ada di tengah gunung, ada di pulau terluar,” tambahnya.

Prabowo melanjutkan bahwa berbeda dengan Singapura, di mana Menteri Pendidikan dapat berkeliling dan memeriksa hampir semua sekolah dalam waktu sekitar dua jam dari kantornya. Prabowo Tak Risau Skor PISA karena memahami realitas lapangan yang dihadapi Indonesia.

“Singapura oke dia berhasil di satu kota, ya kan. Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ, terjangkau dari kantor dia. No, it’s real, it’s reality, it’s reality. Dia berhasil, tapi kesulitan kita sangat besar. Ini tidak boleh alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu kejar ketertinggalan. Ini saya sampaikan ini yang saya katakan realita,” katanya.

PISA sebagai Peringatan, Bukan Alasan Berkecil Hati

Prabowo juga mengingatkan bahwa hasil PISA merupakan perspektif eksternal. Ia meminta seluruh pihak untuk tidak takut atau merasa minder, meskipun kajian tersebut dapat menjadi bahan refleksi dan koreksi. Prabowo Tak Risau Skor PISA karena melihat potensi perbaikan yang masih terbuka lebar.

“Ya, jadi ini yang saya maksud, sudah kita terima ini sebagai katakanlah peringatan, koreksi, dan kita cari bagaimana kita akan atasi. Kita pernah 2003-2006 cukup tinggi habis itu kita merosot. Ini menurut pandangan mereka ya, dalam membaca, dalam matematik dan sebagainya,” tuturnya.

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu PISA dan mengapa penting bagi Indonesia?

PISA (Program for International Student Assessment) adalah kajian internasional yang mengukur kemampuan siswa berusia 15 tahun dalam literasi membaca, matematika, dan sains. Hasil PISA penting bagi Indonesia karena memberikan gambaran objektif tentang kualitas pendidikan nasional di kancah global.

Mengapa perbandingan Indonesia-Singapura dalam PISA dianggap kurang adil?

Perbandingan dianggap kurang adil karena Singapura memiliki populasi hanya 5 juta jiwa dan merupakan negara kota, sementara Indonesia memiliki 388.000 sekolah yang tersebar di wilayah yang sangat luas dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa.

Bagaimana Indonesia berencana meningkatkan skor PISA ke depannya?

Indonesia berencana meningkatkan skor PISA melalui berbagai program perbaikan pendidikan, termasuk peningkatan kualitas guru, modernisasi kurikulum, dan pemerataan akses pendidikan ke daerah terpencil. Prabowo Tak Risau Skor PISA karena pemerintah telah menyusun strategi komprehensif untuk mengejar ketertinggalan.

Berapa kali Indonesia mengikuti PISA dan bagaimana tren hasilnya?

Indonesia telah mengikuti PISA sejak 2000. Tren menunjukkan bahwa Indonesia pernah mencapai posisi yang cukup tinggi pada periode 2003-2006, namun kemudian mengalami penurunan. Saat ini, Indonesia terus berupaya meningkatkan posisinya melalui berbagai reformasi pendidikan.

MORE FROM THIS CATEGORY