Summit Perbankan Daerah 2026: Prospek Positif untuk BPD di Tengah Pertumbuhan Ekonomi
Dailynesia.com – Forum diskusi yang menghadirkan para regulator, pemimpin Bank Pembangunan Daerah (BPD), serta berbagai pemangku kepentingan ini menjadi ajang strategis untuk membahas transformasi kelembagaan. Dengan mengusung tema “Transformasi Strategis BPD dalam Mendorong Pembangunan Nasional”, Regional Bank Summit 2026 di Jakarta menyoroti peran vital BPD dalam mendukung kemajuan ekonomi nasional. Pertemuan ini menjadi momen penting bagi para pelaku industri perbankan daerah untuk berbagi insight mengenai tantangan dan peluang di tahun 2026.
Optimisme dari Sektor Perbankan
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua Umum ASBANDA, Agus Haryoto Widodo, menyampaikan pandangan optimistis terkait kondisi makroekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II tahun 2026 mencapai angka 5,29 persen, sebuah capaian yang juga tercermin dalam kinerja positif sektor perbankan. Institusi keuangan mampu mempertahankan momentum pertumbuhan aset, kredit, maupun profitabilitas secara konsisten sepanjang semester pertama tahun ini.
Agus menjelaskan bahwa fondasi pertumbuhan ekonomi RI ditopang oleh dua pilar utama, yaitu konsumsi masyarakat dan stimulus pemerintah. Hal ini sejalan dengan kinerja perbankan yang mencatatkan kenaikan kredit menjadi 12,67 persen per Juni 2026. Kredit investasi dan kredit modal kerja menjadi pendorong utama, diikuti oleh kredit konsumsi. Namun, di sisi lain, BPD juga memperhatikan kehati-hatian pelaku usaha dalam melakukan ekspansi bisnis. NPL (Non-Performing Loan) tetap terjaga pada level yang sehat, menunjukkan kualitas portofolio kredit yang baik.
Kinerja Bank Jatim dan Sinergi KUB
Winardi Legowo, Direktur Utama Bank Jatim, memberikan penilaian senada mengenai fundamental ekonomi Indonesia yang masih kokoh. Menurut Winardi, kondisi ini mampu mendukung industri perbankan di tengah ketidakpastian global yang cukup tinggi selama semester I-2026. Bank Jatim berhasil menjaga pertumbuhan aset dan laba meskipun Deposit Pihak Ketiga (DPK) menjadi tantangan tersendiri. Bank Jatim juga terus melakukan diversifikasi sumber dana untuk memastikan stabilitas likuiditas.
Di sisi lain, Bank Jatim juga berhasil mengoptimalkan sinergi antar-BPD melalui Kelompok Usaha Bank (KUB) Bank Jatim. Komposisi KUB ini mencakup Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pondasi struktur perbankan guna meningkatkan daya saing BPD secara keseluruhan. Melalui KUB, para BPD dapat berbagi best practice dan melakukan kerja sama dalam berbagai inisiatif strategis.
“Pertumbuhan ekonomi RI ditopang konsumsi masyarakat dan stimulus pemerintah yang sejalan dengan kinerja perbankan yang mampu menjaga pertumbuhan kredit naik menjadi 12,67% per Juni 2026.”
Prospek dan Tantangan BPD ke Depan
Melihat tren positif yang terjadi, para pemimpin perbankan daerah optimis bahwa pertumbuhan ekonomi akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026. Namun, mereka juga menyadari adanya beberapa tantangan yang perlu diatasi, termasuk digitalisasi layanan perbankan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat. BPD dituntut untuk tidak hanya fokus pada pertumbuhan tradisional, tetapi juga adaptasi teknologi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin modern.
Untuk mengetahui lebih detail bagaimana kinerja BPD menghadapi tantangan bisnis pada semester I-2026, publik dapat menyimak dialog lengkap antara Shania Alatas dengan Agus Haryoto Widodo serta Winardi Legowo. Sesi diskusi ini tayang dalam Regional Bank Summit 2026 yang diselenggarakan oleh CNBC pada Rabu, 05 Agustus 2026. Video lengkap dapat diakses melalui [CNBC Indonesia](https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805161851-19-756840/video-bos-bank-jakarta-ekonomi-ri-tumbuh-positif-bpd-ikut-bertumbuh).
FAQ: Pertanyaan Umum tentang BPD dan Ekonomi Indonesia
Apa itu BPD? BPD atau Bank Pembangunan Daerah adalah bank milik pemerintah daerah yang berfungsi sebagai instrumen pembangunan ekonomi di tingkat daerah masing-masing.
Berapa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Triwulan II 2026? Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,29 persen pada Triwulan II tahun 2026, menunjukkan kondisi ekonomi yang stabil dan positif.
Apa itu KUB dalam konteks perbankan daerah? KUB atau Kelompok Usaha Bank adalah kolaborasi antar-BPD untuk meningkatkan sinergi dan daya saing dalam industri perbankan daerah Indonesia.
Bagaimana kinerja kredit perbankan per Juni 2026? Kredit perbankan mencatatkan kenaikan sebesar 12,67 persen per Juni 2026, didorong oleh kredit investasi, modal kerja, dan konsumsi.
Siapa saja anggota KUB Bank Jatim? Anggota KUB Bank Jatim meliputi Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung.

