Sepuluh Mata Uang Tertua di Dunia yang Masih Beredar Hingga Kini
Dailynesia.com – Di tengah gempuran mata uang digital dan sistem pembayaran modern, 10 Mata Uang Tertua di Dunia masih terus bertahan dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Pasar valuta asing atau forex menduduki posisi sebagai pasar keuangan terbesar di planet ini dengan nilai transaksi harian yang menembus angka US$6,6 triliun. Di balik dominasi dolar Amerika Serikat, euro, dan yen Jepang, terdapat fakta menarik bahwa beberapa mata uang yang kita gunakan saat ini telah bertahan selama ratusan bahkan lebih dari satu milenium. Meskipun bentuk fisik, sistem moneter, dan otoritas penerbitnya telah mengalami perubahan berkali-kali sepanjang sejarah, identitas mata uang-mata uang tersebut tetap dipertahankan hingga saat ini.
Pound Sterling: Penanda Sejarah Moneter
Pound sterling Inggris memegang gelar sebagai mata uang tertua yang masih digunakan secara global. Catatan sejarah menunjukkan bahwa asal-usulnya dapat ditelusuri hingga sekitar tahun 775 Masehi pada era Anglo-Saxon. Pada masa itu, Inggris mulai mencetak koin perak atau silver pennies sebagai alat pembayaran yang sah. Dengan demikian, mata uang ini telah beredar selama 1.251 tahun. Pada abad ke-12, Raja Henry II menetapkan pound sterling sebagai mata uang resmi Kerajaan Inggris. Nilai satu pound kala itu setara dengan satu pon perak. Sistem tersebut kemudian menjadi fondasi moneter Inggris selama berabad-abad sebelum berkembang menjadi mata uang modern seperti yang kita kenal sekarang.
Dinar Serbia dan Rubel Rusia: Warisan Abad Pertengahan
Setelah pound sterling, posisi berikutnya ditempati oleh dinar Serbia yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1214. Mata uang ini merupakan salah satu contoh terbaik bagaimana sistem moneter Eropa bertahan melewati berbagai gejolak politik dan ekonomi. Di urutan selanjutnya terdapat rubel Rusia yang mulai dikenal sejak abad ke-13 dan tetap menjadi mata uang resmi Rusia hingga sekarang. Rubel telah melewati transformasi besar dari era kekaisaran, Uni Soviet, hingga menjadi mata uang modern pasca-komunisme. Kedua mata uang ini menunjukkan betapa kuatnya tradisi moneter di benua Eropa yang telah berlangsung selama lebih dari seribu tahun.
Dolar AS: Mata Uang Modern dengan Akar Sejarah
Amerika Serikat masuk dalam daftar melalui dolar AS. Pemerintah AS secara resmi mengadopsi dolar sebagai mata uang nasional pada tahun 1785. Selama puluhan tahun, dolar berkembang menjadi mata uang yang paling banyak diperdagangkan di pasar global dan menjadi acuan utama dalam perdagangan internasional, investasi, hingga cadangan devisa berbagai bank sentral. Meskipun relatif lebih muda dibandingkan mata uang Eropa, dolar AS telah membuktikan ketahanannya melalui berbagai krisis ekonomi global dan tetap menjadi simbol kekuatan ekonomi Amerika Serikat di kancah internasional.
Mata Uang Asia dan Kanada: Keberagaman dalam Ketahanan
Daftar tersebut juga memperlihatkan bahwa beberapa mata uang modern memiliki usia yang relatif panjang. Franc Swiss dan dolar Kanada sama-sama telah digunakan sejak abad ke-19, sementara yen Jepang diperkenalkan pada tahun 1871 sebagai bagian dari reformasi ekonomi era Restorasi Meiji. Yen Jepang merupakan contoh menarik bagaimana negara Asia berhasil mempertahankan identitas moneternya sambil beradaptasi dengan perubahan zaman. Ketiga mata uang ini menunjukkan bahwa ketahanan tidak hanya dimiliki oleh negara-negara Eropa, tetapi juga oleh negara-negara di seluruh dunia.
Usia panjang sebuah mata uang tidak otomatis mencerminkan kekuatan ekonominya saat ini. Nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari inflasi, kebijakan bank sentral, kondisi fiskal, stabilitas politik, hingga arus perdagangan internasional. Namun, kemampuan suatu mata uang bertahan lintas pergantian rezim, perang, dan perubahan sistem ekonomi menjadi bukti adanya kesinambungan sejarah dalam sistem moneter negara tersebut.
Sumber: CNBC Indonesia Research

