Porto Orang Ini Naik 54x dalam 15 Bulan Lalu Ambruk, Gini Ceritanya

41 minutes ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
c076a88e-0e28-4522-9dae-7f64e00ef60b-0

Portofolio Hedge Fund AI Melonjak 54 Kali, Lalu Terpuruk Drastis

Dailynesia.com – Leopold Aschenbrenner menjadi sorotan di kalangan Silicon Valley dan Wall Street. Mantan peneliti OpenAI ini dinilai lebih cepat membaca masa depan kecerdasan buatan dibandingkan sebagian besar investor. Situational Awareness, hedge fund AI yang ia pimpin, bertransformasi dari entitas baru bermodalkan ratusan juta dolar menjadi pengelola eksposur investasi bernilai puluhan miliar dolar.

Namun, penggunaan leverage yang masif akhirnya mengakhiri pertumbuhan tersebut secara dramatis. Situational Awareness dikabarkan memiliki aset dan eksposur mencapai US$45 miliar atau setara Rp810 triliun, dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS. Dalam beberapa hari saja, nilainya anjlok menjadi sekitar US$10 miliar setelah fund tersebut menjual portofolio saham publik berleveragenya.

Citadel milik miliarder Ken Griffin kemudian masuk sebagai pembeli dengan harga diskon, sesuai laporan CNBC Internasional. Angka ini merujuk pada aset atau holdings yang dilaporkan oleh CNBC Internasional. Nilai US$35 miliar yang menyusut bukan sepenuhnya uang tunai investor, melainkan juga mencerminkan penurunan harga pasar, pengurangan posisi, serta eksposur yang sebelumnya dibangun menggunakan utang.

Citadel Tidak Mengambil Alih Perusahaan

Ken Griffin dan Citadel tidak mengambil alih perusahaan Situational Awareness. Citadel tidak membeli nama perusahaan, tim pengelola, kontrak investor, maupun seluruh asetnya. Perusahaan tersebut membeli portofolio saham publik yang harus dilepas Situational Awareness untuk memenuhi margin call dan mengurangi utang.

Saat ini portofolio ekuitas publik Situational Awareness dijual kepada Citadel di tengah tekanan terhadap saham semikonduktor dan perusahaan AI. Situational Awareness masih mempertahankan investasi privatnya, terutama kepemilikan bernilai miliaran dolar di Anthropic. Dengan demikian, Citadel memborong aset yang terpaksa dijual, bukan mengambil alih hedge fund tersebut.

Perjalanan dari OpenAI ke Pengelola Dana AI

Aschenbrenner memiliki latar belakang yang tidak lazim bagi pengelola investasi puluhan miliar dolar. Pria kelahiran Jerman itu menyelesaikan sekolah menengah atas pada usia 15 tahun. Ia kemudian belajar ekonomi serta matematika-statistika di Columbia University dan lulus sebagai valedictorian pada 2021.

Aschenbrenner sempat bekerja di Future Fund, lembaga filantropi milik perusahaan kripto FTX. Pada 2023, ia bergabung dengan tim Superalignment OpenAI untuk mempelajari cara mengendalikan sistem AI yang kecerdasannya dapat melampaui manusia. Kariernya di OpenAI berakhir pada 2024 akibat dugaan pembagian informasi internal secara tidak semestinya.

Aschenbrenner membantah karakterisasi tersebut dan mengatakan dirinya sedang menyampaikan kekhawatiran mengenai keamanan internal OpenAI.

Beberapa pekan kemudian, ia menerbitkan manifesto sepanjang 165 halaman berjudul Situational Awareness: The Decade Ahead. Dalam tulisan tersebut, Aschenbrenner memperkirakan artificial general intelligence atau AGI dapat hadir sekitar 2027. Ia juga memprediksi perusahaan teknologi akan menghabiskan triliunan dolar untuk membangun pusat data, pembangkit listrik dan chip AI.

Popularitas tulisan itu membantunya mengumpulkan modal. Pada Juli 2024, ia mendirikan hedge fund Situational Awareness dengan dana awal sekitar US$225 juta dari sejumlah tokoh teknologi, termasuk pendiri Stripe Patrick dan John Collison, mantan CEO GitHub Nat Friedman serta investor Daniel Gross.

Portofolio 13F Naik Hampir 54 Kali Lipat

Dokumen SEC memperlihatkan seberapa agresif Situational Awareness memperbesar portofolionya. Namun, nilai 13F tidak boleh langsung disebut AUM. Laporan tersebut hanya mencakup efek tertentu yang diperdagangkan di Amerika Serikat. Posisi short, kas, utang, sejumlah saham asing dan investasi privat seperti Anthropic tidak terlihat secara lengkap.

Berdasarkan filing SEC, nilai portofolio yang dilaporkan naik dari US$254,8 juta pada akhir 2024 menjadi US$13,68 miliar pada Maret 2026. Artinya, eksposur 13F berkembang sekitar 53,7 kali lipat atau 5.267%. Pertumbuhan tercepat terjadi pada Q1 2025, ketika nilai portofolio hampir naik empat kali lipat.

Setelah tumbuh lebih dari 90% selama dua kuartal berikutnya, ekspansi melambat pada akhir 2025 sebelum kembali melonjak 147,9% pada Q1 2026. Lonjakan terakhir didominasi opsi put yang melonjak signifikan.

Frequently Asked Questions

What is Porto Orang Ini Naik 54x dalam 15?

Porto Orang Ini Naik 54x dalam 15 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Porto Orang Ini Naik 54x dalam 15 matter?

Porto Orang Ini Naik 54x dalam 15 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

MORE FROM THIS CATEGORY