Dailynesia.com – “`html
Perjumpaan Resmi Antara Menteri P2MI dan Menaker Turki Membawa Hasil Signifikan
Jakarta – Dalam kunjungan kehormatan yang berlangsung pada hari Jumat, 24 Juli 2026, Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtarudin, menerima kehadiran Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turki, H.E. Mr. Vedat IŞIKHAN, di gedung Kementerian P2MI. Pertemuan ini dinilai sebagai kesempatan berharga untuk meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki, terutama dalam aspek ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja migran, serta pengembangan profesionalisme SDM.
Delegasi Turki yang mendampingi Menteri Vedat IŞIKHAN terdiri dari sejumlah pejabat tinggi, termasuk Director General of Foreign Relations and European Union Mr. Ali AYBEY, Director General of Information Technologies sekaligus Chief of Cabinet Dr. İhsan ESEN, Director General of International Labour Force Mr. Yunus ÖZ, Director General of Turkish Employment Agency Mr. Samet GÜNEŞ, Deputy Director General of Foreign Relations and European Union Dr. Selim DAĞLIOĞLU, serta Deputy Chief of Mission sekaligus Counsellor Kedutaan Besar Turki di Jakarta, Mr. Reşat Uğur KARACAN.
Mandat Langsung dari Presiden untuk Memperkuat Perlindungan Pekerja
Selama audiensi tersebut, Mukhtarudin menekankan bahwa Kementerian P2MI melaksanakan tugas-tugasnya berdasarkan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto guna meningkatkan tata kelola perlindungan pekerja migran Indonesia secara komprehensif. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Menteri Vedat IŞIKHAN beserta rombongan di Kementerian P2MI.
“Kunjungan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap eksistensi dan peran strategis Kementerian P2MI dalam mengelola penempatan, pelindungan, dan pemberdayaan pekerja migran Indonesia,” beber Mukhtarudin.
Menteri Mukhtarudin menilai bahwa Indonesia dan Turki memiliki visi yang selaras dalam membangun sistem mobilitas tenaga kerja internasional yang aman, tertib, dan saling menguntungkan. Kedua negara berkomitmen untuk menjunjung tinggi prinsip pekerjaan layak serta menghormati hak-hak para pekerja.
“Indonesia menyambut baik perhatian Pemerintah Turki terhadap pentingnya penguatan kerja sama di bidang ketenagakerjaan, mobilitas tenaga kerja profesional internasional, dan perlindungan hak-hak pekerja,” tutur Menteri Mukhtarudin.
Pembahasan MoU Ketenagakerjaan dan Rencana Kunjungan Balasan
Salah satu poin penting dalam pertemuan ini adalah pembahasan mengenai penguatan kerja sama bilateral melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan Kementerian Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turki.
“Draft MoU sudah kami sampaikan. Saat ini kami menunggu respons dari Kementerian Tenaga Kerja Turki mengenai waktu penandatanganan MoU tersebut,” imbuh Mukhtarudin.
Mukhtarudin juga berharap agar pertemuan ini dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara kedua kementerian dalam mendukung pengelolaan mobilitas tenaga kerja internasional yang efektif, aman, dan berkelanjutan. Ia meyakini bahwa pertemuan ini merupakan langkah strategis untuk mempererat hubungan bilateral Indonesia-Turki di sektor ketenagakerjaan sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas bagi pekerja migran Indonesia.
“Kami meyakini pertemuan hari ini merupakan momentum penting untuk menata dan mengembangkan hubungan bilateral di bidang ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turki. Kami berharap kerja sama ke depan semakin baik dan konstruktif bagi kepentingan kedua negara,” ujar dia.
Menutup pertemuan, Mukhtarudin menyampaikan terima kasih atas kunjungan delegasi Turki dan berharap hubungan kedua negara terus berkembang. Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan balasan Kementerian P2MI ke Turki sebagai bagian dari upaya memperkuat persahabatan dan kerja sama strategis antara kedua kementerian.
Menaker Turki: Pekerja Indonesia Dikenal Jujur
Menteri Tenaga Kerja dan Jaminan Sosial Republik Turki, H.E. Mr. Vedat IŞIKHAN, menyampaikan optimisme terhadap penguatan kerja sama ketenagakerjaan antara Indonesia dan Turki. Vedat IŞIKHAN mengaku senang dapat kembali berada di Indonesia, yang disebutnya sebagai negara sahabat dan saudara bagi Turki. Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Mukhtarudin.
“Saya merasa sangat senang dapat berada di Indonesia, negara sahabat dan negara saudara. Saya menyampaikan terima kasih atas sambutan yang hangat serta keramahtamahan yang telah diberikan kepada saya dan delegasi kami,” ujar Vedat.
Dalam kesempatan itu, Vedat turut menyampaikan ucapan selamat atas terbentuknya Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI). Vedat berharap kementerian baru tersebut dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya bagi warga negara Indonesia yang bekerja di luar negeri.
“`

