Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik Saat Minyak US$100 Lagi, Pertamax?

1 week ago  ·  2 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
28dfe599-9e4f-49e3-9b97-13f73b88c3cf-0

Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global

Dailynesia.com – Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas memastikan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak mentah dunia kembali menyentuh level psikologis US$100 per barel. Pengumuman penting ini disampaikan langsung oleh Purbaya sebelum menggelar pertemuan strategis dengan jajaran direksi Pertamina di Gedung Juanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta.

Kebijakan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang telah lama menantikan stabilitas harga BBM. Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa perlindungan terhadap subsidi BBM merupakan prioritas utama pemerintah dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Posisi Harga Minyak Mentah Saat Ini

Perdagangan pada Jumat pagi, 24 Juli 2026, mencatatkan pelemahan harga minyak setelah mengalami reli kuat di sesi perdagangan sebelumnya. Meskipun terjadi koreksi ringan, nilai harga minyak tetap berada di posisi yang sangat tinggi dengan tren kenaikan mingguan yang mencapai dua digit. Faktor utama yang mendorong kenaikan ini adalah meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai ketersediaan pasokan minyak global.

Berdasarkan data dari Refinitiv yang dihimpun pukul 09.15 WIB, harga minyak Brent tercatat di level US$100,25 per barel, mengalami penurunan sebesar 0,44% dari level US$100,69 per barel di penutupan sesi sebelumnya. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di posisi US$91,71 per barel, melemah 0,52% dari posisi US$92,19 per barel sehari sebelumnya.

“Kalau BBM non subsidi kan bukan urusan saya, suka-suka Pertamina itu ya,” jelas Purbaya Yudhi Sadewa dengan tegas mengenai kewenangan penetapan harga BBM non-subsidi.

Dampak Terhadap BBM Non-Subsidi dan Pertamax

Sementara harga BBM subsidi tetap terjaga, penetapan harga untuk BBM non-subsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo sepenuhnya menjadi kewenangan PT Pertamina. Menteri Keuangan menegaskan bahwa fluktuasi harga BBM non-subsidi bukan menjadi urusannya, mengingat mekanisme pasar yang berlaku untuk kategori tersebut.

Koreksi harga minyak pagi hari ini terjadi setelah lonjakan signifikan yang membawa Brent kembali menutup di atas US$100 per barel untuk pertama kalinya sejak bulan Mei 2026. Secara mingguan, Brent masih mencatat kenaikan sekitar 13,5%, sedangkan WTI menguat sekitar 10,9%.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga Minyak

Reli harga minyak yang terjadi saat ini dipicu oleh meningkatnya risiko gangguan pasokan dari dua jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Ketegangan geopolitik memuncak setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengaku telah menyerang dua kapal tanker milik Saudi di Laut Merah.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran luas bahwa jalur Bab el-Mandeb, pintu masuk strategis dari Laut Merah menuju Samudra Hindia, berpotensi ikut terganggu. Jalur ini merupakan koridor pengiriman minyak terpenting kedua di dunia setelah Selat Hormuz yang terletak di Teluk Persia.

Dengan komitmen Purbaya Jamin BBM Subsidi Tak Naik, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam merencanakan anggaran operasional mereka di tengah volatilitas harga energi global.

MORE FROM THIS CATEGORY