BBM Baru B50 Sudah Ada di Beberapa SPBU, Segini Harganya

1 week ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
be6a6a03-d49a-4dfc-974e-7a2f15b62a80-0

B50: BBM Baru dengan Kandungan Biodiesel 50% Mulai Tersedia di SPBU

Dailynesia.com – Pemerintah Indonesia telah resmi memperkenalkan BBM Solar yang dicampur dengan 50% minyak sawit atau Biodiesel (B50). Langkah ini menjadi bagian dari agenda strategis nasional guna mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, sekaligus memperkuat nilai tambah sumber daya alam dalam negeri serta menjaga ketahanan ekonomi dan kedaulatan energi.

Pertamina Patra Niaga baru-baru ini mencatatkan dua kali pengiriman perdana B50 dari kilang-kilang mereka. Pengiriman pertama dilakukan oleh Kilang Kasim pada 18 Juli 2026, kemudian disusul oleh Kilang Plaju pada 22 Juli 2026. Kedua pengiriman ini menandai tonggak penting dalam implementasi program B50 yang dicanangkan pemerintah.

Komitmen terhadap Swasembada Energi

Kitty Andhora, VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, menyatakan bahwa lifting perdana ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada energi di Indonesia.

“Lifting perdana B50 oleh Kilang Kasim dan Kilang Plaju merupakan salah satu milestone penting yang menandai langkah nyata Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan energi nasional khususnya melalui implementasi B50 yang dicanangkan pemerintah,” ujar Kitty dalam siaran persnya, Kamis (23/7/2026).

Dalam pengiriman perdana tersebut, Kilang Kasim menyalurkan 4.600 kiloliter (KL) B50 ke MT Krasak. Sementara itu, Kilang Plaju mengirimkan 8.230 KL B50 ke Integrated Terminal (IT) Palembang. Hasil lifting ini kemudian siap didistribusikan ke SPBU yang tersebar di wilayah Indonesia Barat dan Indonesia Timur agar manfaat BBM ramah lingkungan ini dapat dirasakan secara luas.

Harga BBM B50 untuk Konsumen

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa pencampuran biodiesel dari FAME sebesar 50% pada minyak Solar ini berlaku untuk berbagai sektor, termasuk BBM non subsidi. Tak hanya BBM bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), penggunaan BBM B50 juga berlaku di sektor pertambangan, pertanian, perikanan dan kelautan, perkeretaapian, serta transportasi laut.

Harga BBM Biosolar B50 pada dasarnya sama dengan harga BBM Solar subsidi yang memang sudah ditetapkan pemerintah. Yang membedakan kali ini yaitu besaran persentase volume biodiesel atau FAME pada minyak Solar. Sebelumnya, Biosolar berisi campuran 40% biodiesel atau B40. Namun, kini kandungan biodiesel ditingkatkan menjadi 50% alias B50. Artinya, dalam satu liter BBM Solar saat ini terdiri dari 50% minyak Solar dan 50% biodiesel atau FAME.

“Untuk B50 ini untuk konsumsi domestik khususnya yang kena subsidi kepada saudara-saudara kita yang kena subsidi tetap harganya Rp6.800/liter. Jadi tidak ada penambahan harga dan ini adalah bagian daripada strategi untuk mendorong net zero emission kita, karena dengan ini mampu menurunkan CO2 kurang lebih sekitar 44 juta metrik ton,” terang Bahlil.

Sebagi penjelasan, harga jual yang dibanderol ke masyarakat tetap berpatokan pada harga BBM subsidi yang ditetapkan oleh pemerintah. Bila produknya non subsidi, maka harganya akan ditentukan oleh badan usaha sesuai dengan formula yang ditetapkan pemerintah. Untuk harga keekonomian, BBM B50 ini artinya akan mengikuti harga keekonomian minyak Solar dan juga biodiesel atau FAME. Saat ini harga keekonomian minyak Solar di kisaran Rp 19.000-Rp 21.000-an per liter. Adapun, untuk harga biodiesel biasanya ditetapkan pemerintah setiap bulannya.

HIP Biodiesel untuk Juli 2026

HIP Biodiesel Kementerian ESDM resmi menetapkan Harga Indeks Pasar (HIP) untuk Juli 2026 sebesar Rp14.562 per liter + ongkos angkut. Perhitungan HIP biodiesel mengacu pada formula (Harga CPO KPB rata-rata + US$ 85 per ton) x 870 kg/m3 + ongkos angkut. Harga rata-rata minyak sawit mentah (CPO) KPB periode 25 Mei hingga 24 Juni 2026 sebesar Rp15.217 per kg. Nilai konversi bahan baku biodiesel ditetapkan sebesar US$85 per metrik ton, sedangkan faktor konversi dari kilogram ke liter sebesar 870 kg/m3. Adapun besaran ongkos angkut mengikuti Keputusan Menteri ESDM Nomor 290.K/EK.05/MEM.E/2025, sedangkan kurs yang digunakan mengacu pada rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 25 Mei-24 Juni 2026 sebesar Rp17.895 per US$.

MORE FROM THIS CATEGORY