Ketahanan Energi RI Jauh Lebih Kuat dari Negara Tetangga, Ini Buktinya

1 week ago  ·  2 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
759bd131-7b5e-481c-ae72-266eb26c2139-0

Indonesia Menunjukkan Kekuatan Ketahanan Energi di Level Regional

Dailynesia.com – Ketahanan Energi RI Jauh Lebih Kuat dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara, menurut pernyataan resmi dari Majelis Permusyawaratan Rakyat. Kondisi ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia mampu menjaga stabilitas sektor energi meskipun menghadapi tantangan geopolitik global yang semakin kompleks. Kemampuan nasional dalam mempertahankan pasokan energi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Stabilitas Kelistrikan Berbasis Batu Bara

Sektor kelistrikan Indonesia dinilai memiliki tingkat stabilitas yang tinggi berkat ketersediaan batu bara sebagai bahan bakar utama pembangkit listrik. Cadangan batu bara yang melimpah di dalam negeri menjadi penyangga utama ketika pasar energi global mengalami fluktuasi. Hal ini memastikan bahwa pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga dan industri tetap berjalan lancar tanpa gangguan berarti.

Electricity sektor kita sesungguhnya tidak terganggu karena apa? Ya blessing in disguise kita masih menggunakan batu bara lebih banyak. Batu bara di Indonesia besar sekali cadangannya luar biasa Ibu Bapak. Kita hari ini memproduksi batu bara 800 juta ton per tahun. Kita mau produksi itu 50 tahun masih ada cadangan untuk 100 tahun yang akan datang.

Perbandingan dengan Negara Tetangga

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menjelaskan bahwa ketahanan energi RI Jauh Lebih Kuat dibandingkan negara-negara tetangga saat konflik Timur Tengah meletus. Dalam periode yang sama, banyak negara di kawasan Asia harus membatasi penjualan bahan bakar minyak untuk menjaga stabilitas domestik. Bangladesh, Pakistan, dan Filipina menjadi contoh negara yang mengalami keterbatasan pasokan BBM.

Saya merasa hari ini ketahanan energi kita jauh lebih kuat dibandingkan negara-negara tertangga. Kalau kita ingat ketika perang di Timur Tengah meletus, seminggu dua minggu kemudian negara-negara di kawasan Asia paling tidak sudah membatasi penjualan BBM. Di Bangladesh, Pakistan, Filipina sudah membatasi.

Resiliensi Melalui Bahan Bakar Nabati

Indonesia juga memperkuat posisinya melalui program bahan bakar nabati yang telah diterapkan secara masif. Program mandatori biodiesel 40% atau B40 terbukti efektif dalam mengurangi ketergantungan pada impor diesel dari luar negeri. Dengan demikian, ketahanan energi RI Jauh Lebih Kuat karena memiliki alternatif sumber energi domestik yang dapat diandalkan.

Kita kemudian juga memiliki resiliensi karena kita memang memiliki sumber energi untuk membantu pengurangan impor. Hari ini kita menggunakan B40 untuk mengurangi volume impor diesel kita. Jadi sesungguhnya kita agak lebih kuat.

Transisi Energi Menuju Keberlanjutan

Meskipun memiliki fondasi yang kuat, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga minyak mentah dunia. Transisi energi dipandang sebagai keniscayaan untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang yang lebih berkelanjutan. Langkah ini akan membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil konvensional.

Bagi saya transisi energi itu bukan opsi, bukan pilihan, itu adalah keniscayaan. Jadi it is inevitable that we have to transform our energy sector to become more sustainable.

MORE FROM THIS CATEGORY