Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras SPHP Premium, Ini yang Akan Terjadi

1 day ago  ·  4 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
63158801-0890-4884-bdbe-4bdd7d23c6ab-0

Juta Ton Beras SPHP Premium, Langkah Strategis Menuai Respons Dailynesia.com – Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras SPHP Premium menjadi kabar hangat di

Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras SPHP Premium, Langkah Strategis Menuai Respons

Dailynesia.com – Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras SPHP Premium menjadi kabar hangat di tengah upaya stabilisasi harga pangan nasional. Perum Bulog berencana memasarkan beras dalam dua varian baru, yaitu premium dan medium, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumen dari berbagai segmen ekonomi. Namun, langkah ini tidak lepas dari kritik yang menyoroti potensi ketidaksesuaian sasaran program.

Detail Rencana Peluncuran Produk

Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog telah mengonfirmasi bahwa rencana peluncuran produk baru tersebut telah dilaporkan kepada Amran Sulaiman, yang menjabat sebagai Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional. Pengumuman resmi ini disampaikan pada Kamis (9/7/2026) di kantor Kementan, menandai awal babak baru dalam strategi distribusi beras nasional.

Dengan target total produksi mencapai 2 juta ton, Bulog menargetkan realisasi penuh dapat tercapai pada akhir tahun ini atau paling lambat pertengahan tahun depan. Persetujuan akhir masih menunggu hasil rapat koordinasi terbatas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan. Terkait identitas program, nama SPHP akan tetap dipertahankan namun ditampilkan dalam ukuran kecil pada kemasan, sementara merek utama Beras Kita akan menjadi identitas yang lebih menonjol di pasaran.

Analisis Kritikus Terhadap Varian Premium

Eliza Mardian dari Center of Reform on Economics (CORE) menyampaikan pandangannya bahwa kehadiran beras SPHP premium kurang relevan dengan tujuan awal program. Sejak pertama kali diluncurkan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan memang dirancang khusus untuk melindungi masyarakat berpenghasilan rendah melalui penyediaan beras dengan harga terjangkau di pasaran.

“Secara prinsip, beras SPHP dirancang untuk menjaga daya beli kelompok menengah bawah dan miskin dengan menyediakan beras yang terjangkau, sehingga harga di pasar tidak melonjak terlalu tinggi dan menggerus pendapatan rumah tangga,” kata Eliza kepada CNBC Indonesia pada Selasa (21/7/2026).

Pengamat tersebut menjelaskan bahwa konsumen beras premium umumnya berasal dari kelompok menengah atas yang memiliki kemampuan finansial lebih baik dibandingkan masyarakat berpenghasilan rendah. “Beras premium itu segmen pasar yang lebih elastis, dikonsumsi oleh kelas menengah atas yang memiliki daya beli lebih tinggi dan bisa beralih ke kualitas lain jika harga naik,” jelasnya dengan tegas.

Kekhawatiran Subsidi Regresif

Eliza menambahkan bahwa pemberian subsidi atau intervensi harga di segmen premium dinilai kurang tepat sasaran secara distributif. “Kelompok menengah atas kan mampu membeli beras premium, mereka memiliki daya beli cukup tinggi,” ujarnya menyoroti ketidakseimbangan manfaat program.

“Tujuan utama SPHP itu melindungi daya beli kelompok yang paling rentan. Jika varian premium SPHP dijual dengan harga yang terlalu rendah, manfaatnya justru lebih banyak dinikmati oleh konsumen yang secara ekonomi lebih mampu. Ini jadinya regressive. Selain itu, ada risiko persepsi bahwa pemerintah ‘mensubsidi’ kualitas lebih baik yang seharusnya menjadi domain pasar,” tutur dia.

Rekomendasi Fokus Anggaran

Oleh karena itu, Eliza menyarankan pemerintah untuk memfokuskan anggaran guna memperkuat penyaluran beras SPHP medium yang dinilai lebih tepat sasaran bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan menengah bawah. Kapasitas pemerintah memang terbatas terutama dari sisi anggaran, sehingga prioritas harus diberikan kepada varian yang lebih langsung menyentuh kelompok bawah.

“Kapasitas pemerintah terbatas terutama dari sisi anggaran, sebaiknya diprioritaskan untuk memperkuat beras medium SPHP aja yang lebih langsung menyentuh kelompok bawah dan menengah bawah, serta program pendukung seperti subsidi input pertanian atau bantuan langsung yang lebih targeted,” terang Eliza.

Sementara itu, soal harga jual Bulog masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pemerintah. Konsep harga akan dibahas terlebih dahulu di Kemenko Pangan sebelum diputuskan lewat Rakortas. “Untuk harga nanti kita sesuaikan. Nanti konsep ini akan dirapatkan dulu di Kemenko Pangan, nanti nunggu persetujuan dari hasil Rakortas, namun pada prinsipnya dari Pak Mentan sudah disetujui 2 juta ton,” sebut Rizal Ramdhani menutup penjelasan.

Frequently Asked Questions

Apa itu Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras?

Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras adalah topik utama yang dibahas di artikel ini dengan konteks praktis agar pembaca memahami informasinya dengan jelas.

Mengapa Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras penting?

Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras penting karena membantu pembaca membandingkan pilihan, menghindari kesalahan umum, dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Bagaimana cara memakai panduan Bulog Mau Jual 2 Juta Ton Beras ini?

Gunakan poin utama, contoh, dan tautan terkait di halaman ini sebagai rujukan awal, lalu cek detail terbaru sebelum mengambil keputusan final.

MORE FROM THIS CATEGORY