Prabowo Dorong Percepatan Diversifikasi Energi di ASEAN, Ini Alasannya

3 months ago  ·  3 min read
By Daniel Rodriguez - dailynesia.com
presiden-prabowo-subianto-menghadiri-konferensi-tingkat-tinggi-ktt-ke-48-asean-berlangsung-di-cebu-filipina-kamis-752026-1778158607704_169

New Policy: Prabowo Dorong Percepatan Diversifikasi Energi di ASEAN, Alasannya

Dailynesia.com – Dalam KTT ke-48 ASEAN yang berlangsung di Cebu, Filipina, pada Jumat (8/5/2026), Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan new policy terbaru terkait diversifikasi energi. Ia menekankan pentingnya mempercepat transisi menuju sistem pasokan energi yang lebih beragam sebagai langkah strategis untuk menghadapi ketidakpastian global. Policy ini bertujuan memperkuat ketahanan kawasan dan memastikan stabilitas pasokan energi di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks.

Motivasi di Balik New Policy Diversifikasi Energi

Ketidakpastian energi yang terus meningkat, baik akibat ketegangan politik internasional maupun gangguan pada jalur distribusi, menjadi alasan utama new policy tersebut. Prabowo menjelaskan bahwa ASEAN harus bergerak cepat untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi tradisional, terutama minyak bumi dan batu bara. “Menghadapi ancaman jangka panjang, diversifikasi energi bukan lagi pilihan, tetapi new policy yang harus dijalankan secara kolektif,” ujarnya dalam pidato di KTT, seperti dilansir akun Instagram @sekretariat.kabinet.

Prabowo menyebutkan bahwa ancaman seperti perubahan iklim, krisis ekonomi global, dan pergeseran kekuasaan di pasar energi internasional mendorong kebutuhan untuk mengembangkan sumber daya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan new policy ini, negara-negara ASEAN diharapkan dapat mengurangi risiko krisis energi, meningkatkan ketahanan ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi.

Langkah Konkret dalam New Policy

Prabowo mengusulkan sejumlah langkah konkret yang dijadikan bagian dari new policy untuk diversifikasi energi. Salah satunya adalah percepatan pengembangan energi alternatif seperti tenaga surya dan angin. Menurut rencana, Indonesia akan fokus pada proyek energi surya berskala besar hingga mencapai 100 gigawatt dalam lima tahun ke depan. “Kita harus membangun infrastruktur yang mendukung new policy ini, mulai dari produksi hingga distribusi energi terbarukan,” katanya.

Dalam new policy tersebut, Prabowo juga menyoroti pentingnya kerja sama regional. Ia mengingatkan bahwa ASEAN tidak bisa membangun ketahanan energi sendirian tanpa koordinasi antaranggota. “Negara-negara ASEAN harus saling berbagi teknologi, sumber daya, dan pengalaman untuk mengoptimalkan new policy ini,” tegasnya. Hal ini mengacu pada komitmen Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam program energi bersih kawasan, seperti Inisiatif Energi Hijau ASEAN.

Di samping itu, new policy juga mencakup upaya untuk mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik dan mengurangi emisi karbon. Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia akan memberikan insentif khusus kepada produsen dan pengguna energi terbarukan. “Dengan new policy ini, kita dapat menciptakan ekosistem energi yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” imbuhnya. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara yang juga sedang mengembangkan strategi serupa.

Kebijakan yang diusung Prabowo juga mencakup penguatan kapasitas produksi energi bio dan pengembangan infrastruktur energi terpadu. Menurutnya, diversifikasi energi tidak hanya tentang mengurangi risiko pasokan, tetapi juga memastikan akses yang lebih merata ke berbagai jenis energi. “Diversifikasi energi harus diintegrasikan dalam semua sektor perekonomian, mulai dari industri hingga rumah tangga,” tuturnya. Hal ini menunjukkan bahwa new policy tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga sosial dan ekonomi.

Prabowo menekankan bahwa new policy ini adalah bagian dari visi jangka panjang Indonesia untuk menjadi pusat energi terbarukan di Asia Tenggara. Dengan adanya kebijakan yang lebih konsisten, ia yakin ASEAN dapat mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan sebelum 2030. “Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa new policy tidak hanya menjadi kebijakan, tetapi juga kenyataan yang berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. Dengan dukungan penuh dari semua pihak, ia optimis langkah ini akan menjadi fondasi yang kuat untuk masa depan energi kawasan.

MORE FROM THIS CATEGORY