Pertamina Gerak Cepat Sediakan LPG Untuk 20 SPPG di NTT & NTB

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
penjualan-gas-7_169

Pertamina Gerak Cepat Sediakan LPG Untuk 20 SPPG di NTT & NTB

Dailynesia.com – Menjadi strategi utama yang dijalankan oleh PT Pertamina (Persero) dalam upaya memastikan kebutuhan gas LPG 12 kilogram untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap terpenuhi. Dalam kondisi keterbatasan pasokan, Pertamina langsung bergerak cepat untuk mengatasi masalah distribusi yang memengaruhi operasional 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di dua wilayah tersebut. Strategi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Respons Cepat dari Pertamina

Koordinator Program MBG, Badan Gizi Nasional (BGN), mengungkapkan bahwa keterbatasan pasokan LPG 12 kilogram telah mengganggu kegiatan beberapa SPPG di NTT dan NTB. Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sama erat dengan Pertamina untuk memastikan pasokan gas berjalan lancar. “Key Strategy ini dilakukan dengan mendesak Grup BOC-BOD Pertamina Holding agar segera mempercepat distribusi ke wilayah yang terdampak,” katanya, Jakarta, Kamis (14/5/2026).

“Alhamdulillah, setelah saya lapor ke Grup BOC-BOD Pertamina Holding, Pak Dirut SHD langsung turun tangan. SPPG yang kehabisan gas untuk segera membeli ke pangkalan,” kata Nanik, dikutip dari berita Kamis (14/5/2026).

Direktur Utama Sub Holding Downstream (SHD) Pertamina, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan bahwa distribusi gas elpiji 12 kilogram telah menjadi prioritas dalam Key Strategy yang diterapkan. “Kontak dengan PIC di NTT telah dilakukan, dan hari ini 220 tabung dikirim ke Kefamenanu serta Belu, sementara 200 tabung untuk Kupang dan kabupaten-kabupaten lainnya,” ujarnya. Ega juga memastikan bahwa Pertamina terus berupaya agar pasokan tidak terganggu, terutama dalam menjaga keberlanjutan program MBG yang dijalankan.

Langkah Implementasi dan Kolaborasi

Menurut Nanik, kolaborasi antara BGN dan Pertamina menjadi kunci sukses dalam menjalankan Key Strategy ini. “Sinergi lintas lembaga memungkinkan kami merespons masalah secara cepat, sehingga masyarakat tidak mengalami gangguan dalam penerimaan bantuan gizi,” terangnya. Selain itu, upaya ini juga menunjukkan respons yang lebih efektif terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil, di mana akses ke pasar gas menjadi terbatas.

Pertamina mengambil langkah-langkah strategis dengan mengirimkan sejumlah besar tabung elpiji ke daerah yang terdampak. Dalam Key Strategy mereka, perusahaan menekankan kecepatan dalam distribusi dan transparansi data kebutuhan masing-masing SPPG. “Kami akan terus mengupayakan ketersediaan gas agar MBG tetap berjalan normal,” tekankan Ega. Strategi ini juga mencakup pemantauan intensif dari tingkat manajemen hingga tingkat operasional, memastikan tiada titik lemah dalam distribusi.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah SPPG di NTT dan NTB sempat menghentikan operasional sementara akibat kesulitan mendapatkan elpiji 12 kilogram. Hal ini berdampak pada kegiatan penyediaan makanan dalam Program MBG, yang dirancang untuk memastikan masyarakat penerima manfaat bisa mengakses asupan gizi yang seimbang. Dengan Key Strategy ini, Pertamina menargetkan pengiriman tabung elpiji ke seluruh wilayah yang terdampak, termasuk daerah seperti Sumba dan Manggarai yang membutuhkan perhatian khusus.

Pertamina juga berupaya meningkatkan kapasitas distribusi melalui penyesuaian jadwal pengiriman dan penggunaan jalur logistik alternatif. Upaya ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan saat ini, tetapi juga untuk membangun ketahanan pasokan di masa depan. “Key Strategy kami mencakup analisis permintaan dan optimasi rantai distribusi,” jelas Ega. Dengan demikian, Pertamina mengharapkan program MBG dapat berjalan maksimal tanpa gangguan.

Koordinasi antarlembaga dianggap sebagai elemen penting dalam Key Strategy ini. BGN berharap kerja sama yang terjalin dapat menjadi contoh untuk program serupa di daerah lain. “Kami berterima kasih atas respons cepat Pertamina, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan saat ini tetapi juga menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Nanik. Dengan langkah-langkah yang diambil, Pertamina dan BGN bersama-sama menjamin kelancaran program MBG dan mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan nutrisi masyarakat penerima manfaat.

MORE FROM THIS CATEGORY