Benarkah Pesawat Tua Tidak Aman-Rentan Celaka? Begini Penjelasannya

3 months ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
c9c108dc-c129-4c48-8fe7-92121c456959-0

Benarkah Pesawat Tua Tidak Aman? Key Strategy dalam Penjelasan Keselamatan Penerbangan

Dailynesia.com – Menjadi topik utama dalam pembahasan keselamatan penerbangan saat ini, terutama setelah beberapa kecelakaan pesawat menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara usia pesawat dan risiko kecelakaan. Masyarakat mulai merasa khawatir apakah pesawat yang sudah berusia beberapa dekade masih bisa diandalkan, atau apakah kebijakan usia pesawat impor yang diperpanjang bisa memperburuk situasi. Dengan Key Strategy, pemerintah dan industri penerbangan berusaha menemukan keseimbangan antara keamanan, biaya operasional, dan kebutuhan akses ke sumber daya pesawat.

Perubahan Kebijakan Usia Pesawat dan Dampaknya

Sebelumnya, batas usia pesawat yang bisa diimpor dibatasi maksimal 15 tahun sejak regulasi berlaku pada 2015-2016. Namun, di tengah tekanan akibat penurunan penumpang domestik yang signifikan, pemerintah memperpanjang batas tersebut menjadi 20 tahun melalui Keputusan Menteri Nomor 115 Tahun 2020. Perubahan ini didasari oleh Key Strategy yang menekankan fleksibilitas dalam pengelolaan sumber daya, meski sejumlah ahli masih mempertanyakan kecukupan regulasi tersebut dalam menjaga standar keselamatan.

Kebijakan Key Strategy ini juga berdampak pada dinamika sektor penerbangan nasional. Perusahaan penerbangan baru memiliki akses lebih mudah ke pesawat luar negeri, tetapi maskapai besar harus mempertimbangkan biaya perawatan tambahan untuk menjaga performa pesawat tua. Alvin Lie, seorang pengamat aviasi, menilai bahwa meski batas usia diperpanjang, Key Strategy harus disertai dengan peningkatan standar inspeksi dan keterlibatan pihak terkait dalam pengawasan keselamatan.

Prinsip Utama dalam Memastikan Keselamatan Pesawat Tua

Dalam wawancara Rabu (13/5/2026), Alvin Lie menjelaskan bahwa Key Strategy dalam keselamatan penerbangan bergantung pada tiga prinsip utama. Pertama, sistem perawatan berjenjang yang dilakukan secara berkala melalui inspeksi seperti A-Check, B-Check, C-Check, hingga D-Check. Prinsip ini menjamin bahwa setiap komponen pesawat diperiksa sesuai jadwal, termasuk struktur utama, sistem elektronik, dan bagian mekanis.

“Dalam inspeksi D-Check, seluruh komponen pesawat diperiksa secara menyeluruh, termasuk struktur utama, korosi, kabel, dan saluran pipa,” ujarnya. Proses ini tidak hanya memastikan pesawat layak digunakan, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan akibat kerusakan yang terlewat. Key Strategy dalam penerapan prinsip ini menuntut kepatuhan terhadap protokol yang ketat, baik oleh operator maupun pihak yang mengawasi.

Kedua, filosofi safe life, di mana komponen pesawat dengan usia pakai tertentu diganti sebelum mencapai titik kerusakan kritis. Prinsip ketiga adalah fail safe, yang memastikan pesawat tetap stabil meski salah satu bagian mengalami gangguan. Dengan Key Strategy ini, usia pesawat bukanlah penghalang utama, selama proses pemeliharaan dan pengawasan tetap dilakukan secara sistematis.

Peran Inspeksi Tambahan dalam Key Strategy

Key Strategy dalam menjaga keselamatan pesawat tua juga melibatkan inspeksi tambahan yang disesuaikan dengan kondisi operasional. Pesawat dengan jam terbang tinggi memerlukan pemeriksaan ekstra terhadap struktur, tes kelelahan, dan pencegahan korosi. Alvin Lie menegaskan bahwa inspeksi ini berfungsi sebagai pelengkap, karena keamanan pesawat tidak hanya bergantung pada usia, tetapi juga seberapa sering dan mendalamnya perawatan yang dilakukan.

Penerapan Key Strategy membutuhkan koordinasi antara lembaga pemerintah, operator penerbangan, dan produsen pesawat. Contohnya, pemerintah bisa memberikan insentif kepada maskapai yang memenuhi standar pemeriksaan tambahan, sementara operator harus merancang jadwal perawatan yang sesuai dengan usia pesawat. Hal ini memastikan bahwa pesawat lama tetap aman, terlepas dari usia atau asalnya.

Key Strategy juga memperkenalkan pendekatan data-driven dalam mengevaluasi risiko kecelakaan. Dengan menganalisis data dari kecelakaan sebelumnya, para ahli bisa menentukan titik kritis di mana pesawat perlu mendapatkan perawatan intensif. Dalam konteks ini, Key Strategy menjadi alat untuk memastikan bahwa kebijakan usia pesawat tidak hanya berdasarkan angka, tetapi juga kenyataan teknis dan pengalaman operasional.

MORE FROM THIS CATEGORY