Wakil Ketua MPR Ungkap Kesiapan Indonesia Jadi Hub CCS Asia-Pasifik

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
wakil-ketua-mpr-ri-eddy-soeparno-menjadi-salah-satu-pembicara-kunci-pada-forum-asia-carbon-capture-2026-yang-diselenggarakan-d-1778651605624_169

Key Strategy: Indonesia Siap Jadi Pusat CCS Asia Pasifik

Dailynesia.com – Indonesia semakin menunjukkan komitmen kuat dalam menghadapi perubahan iklim melalui key strategy transisi energi yang diarahkan pada pengurangan emisi karbon. Eddy Soeparno, Deputi MPR RI, menjadi pembicara utama di acara Asia Carbon Capture 2026 yang diadakan di Crowne Plaza Kuala Lumpur City Centre, Malaysia, pada 12 Mei 2026. Pidato Eddy menggarisbawahi bahwa strategi utama dalam transformasi energi nasional tidak hanya berfokus pada lingkungan, tetapi juga mengintegrasikan aspek ekonomi dan keberlanjutan. Ini menjadi landasan penting dalam mengubah ekosistem energi Indonesia menjadi lebih hijau dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya fosil.

Strategi Ekonomi Berkelanjutan

Key strategy Eddy mencakup upaya untuk menciptakan sistem energi yang seimbang antara kebutuhan energi fosil dan pengembangan energi terbarukan. Indonesia, yang memiliki potensi energi terbarukan hingga 3.600 gigawatt (GW), dianggap memiliki keunggulan untuk menjadi pusat penyimpanan karbon (CCS) di kawasan Asia Pasifik. Kesiapan negara ini terlihat dari beberapa kebijakan yang telah dijalankan, termasuk peningkatan investasi dalam teknologi dekarbonisasi dan pembangunan infrastruktur keberlanjutan. “Key strategy transisi energi harus menjadi prioritas utama pemerintah dan sektor swasta untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi dampak lingkungan,” kata Eddy dalam kesempatan tersebut.

Dalam proses transisi, Indonesia juga menyoroti pentingnya kemitraan dengan negara-negara lain di Asia Pasifik. Dengan kapasitas penyimpanan karbon hingga 600 gigaton CO₂, negara ini memiliki keunggulan kompetitif untuk menjadi hub dekarbonisasi regional. Eddy menegaskan bahwa key strategy ini tidak hanya memberi dampak lingkungan, tetapi juga menjanjikan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Menurutnya, investasi dalam sektor CCS/CCUS bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 21 miliar dolar AS pada 2030, terutama dari sektor kehutanan, energi terbarukan, dan teknologi hijau.

Kesiapan Regulasi dan Infrastruktur

Key strategy transisi energi di Indonesia melibatkan kepastian regulasi yang mendukung pengembangan teknologi penyimpanan karbon. Eddy mengatakan bahwa kebijakan yang telah dibuat pemerintah memberi kepercayaan kepada investor untuk berpartisipasi dalam proyek CCS. Ini termasuk pelaksanaan kebijakan energi terbarukan, pengurangan emisi, serta pembentukan kerangka kerja yang menjamin keberlanjutan proyek. “Kesiapan regulasi adalah fondasi yang membuat key strategy transisi energi mungkin diwujudkan, karena membantu mengurangi risiko dan meningkatkan efisiensi,” papar Eddy.

Pengembangan infrastruktur juga menjadi bagian dari key strategy ini. Indonesia sedang membangun beberapa proyek CCS untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya alam dan mengurangi ketergantungan impor bahan bakar. Menurut Eddy, key strategy ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan nasional, yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat energi hijau di kawasan Asia Pasifik. “Dengan key strategy yang terpadu, kita bisa menciptakan ekosistem energi yang berkelanjutan, sekaligus menarik investasi dari seluruh dunia,” jelasnya.

Tantangan dan Peluang di Tahun 2026

Key strategy Indonesia dalam bidang CCS juga menghadapi tantangan tertentu. Eddy menyebutkan bahwa pengembangan teknologi ini memerlukan koordinasi yang kuat antar sektor, termasuk pemerintah, industri, dan sektor keuangan. “Key strategy transisi energi harus diiringi tata kelola yang solid, agar tidak hanya menjadi aspirasi, tetapi juga tindakan nyata,” tegas Eddy. Selain itu, ia menekankan pentingnya pendidikan dan pelatihan untuk menghadapi kebutuhan tenaga ahli dalam pengelolaan karbon.

Indonesia juga menyadari bahwa key strategy ini harus diimbangi dengan keberlanjutan finansial. Proyek CCS/CCUS membutuhkan investasi jangka panjang, sehingga pemerintah harus terus mendorong ketersediaan dana terpadu. Eddy menyebutkan bahwa key strategy ini akan memberi dampak ekonomi yang luas, termasuk menciptakan lapangan kerja baru di sektor energi hijau. “Dengan key strategy yang tepat, kita bisa menjadikan Indonesia sebagai pusat karbon regional yang menawarkan solusi inovatif dan efisien,” tutupnya.

MORE FROM THIS CATEGORY