BI Beberkan 7 Program Pengendalian Inflasi Pangan di Wilayah Jawa

3 months ago  ·  3 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
peluncuran-gerakan-pengendalian-inflasi-dan-pangan-sejahtera-gpips-di-jawa-timurkhoirul-anam-1778649259783_169

Special Plan: BI Umumkan 7 Program Pengendalian Inflasi Pangan di Jawa

Dailynesia.com – Dalam upayanya menjaga stabilitas harga dan meningkatkan ketahanan pangan nasional, Bank Indonesia (BI) bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) meluncurkan Special Plan berupa Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) di Jawa Timur. Special Plan ini mengintegrasikan dua aspek utama, yaitu penguatan produktivitas pertanian dan pengoptimalan distribusi pangan, dengan tujuan utama mengurangi tekanan inflasi terhadap komoditas pangan utama. TPIP dan TPID menyoroti bahwa Jawa, khususnya Jawa Timur, menjadi pusat produsen dan distribusi pangan terbesar di Indonesia, sehingga perlu langkah strategis untuk menjaga keseimbangan harga dan keamanan pasokan pangan.

Strategi Utama Special Plan untuk Jawa

Special Plan menyasar tujuh program utama yang dirancang untuk menangani inflasi pangan secara holistik. Tiga komoditas prioritas yaitu beras, cabai, dan bawang merah mendapat perhatian khusus, sementara komoditas lainnya disesuaikan berdasarkan kebutuhan setiap daerah di Jawa. Deputi Gubernur BI, Aida S. Budiman, menjelaskan bahwa Special Plan ini merupakan peningkatan dari program sebelumnya, yaitu GNPIP, dengan fokus lebih pada sinergi antara TPIP dan TPID untuk memperkuat pengendalian harga jangka pendek dan penguatan kapasitas produksi jangka panjang.

Program Pertama: Peningkatan Produktivitas melalui GAP

Salah satu program utama dalam Special Plan adalah Peningkatan Produktivitas melalui Optimalisasi GAP (Gerakan Akselerasi Pangan). Program ini bertujuan mempercepat produksi beras, cabai, dan bawang merah dengan mendukung pertanian berkelanjutan dan teknologi modern. Selain itu, terdapat program Penguatan Ketahanan Komoditas Pangan melalui hilirisasi pangan dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani. Dalam Special Plan, peningkatan kapasitas kelembagaan petani menjadi fokus untuk memastikan pasokan komoditas tetap stabil meski menghadapi tekanan inflasi.

Program Kedua: Optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD)

Program Ketiga dalam Special Plan adalah Optimalisasi Kerjasama Antar Daerah (KAD), yang memperkuat koordinasi antar daerah untuk mengurangi kesenjangan distribusi. Special Plan ini juga mencakup Penguatan Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) serta Optimalisasi Operasi Pasar dan Pasar Murah. Melalui KAD, kerja sama antar TPID di Jawa diharapkan mampu mengatasi hambatan logistik dan meningkatkan efisiensi rantai pasok, terutama di wilayah yang rawan kelangkaan komoditas pangan.

Penguatan Neraca Pangan dan Koordinasi Ekspektasi Inflasi

Dalam Special Plan, penguatan Neraca Pangan menjadi elemen penting untuk memastikan pasokan komoditas utama tetap mencukupi permintaan. Program ini melibatkan pengawasan terhadap stok dan aliran beras, cabai, serta bawang merah, agar tidak terjadi ketidakseimbangan pasokan. Selain itu, Special Plan mencakup Penguatan Koordinasi dan Komunikasi Pengendalian Ekspektasi Inflasi, yang bertujuan menyebarkan informasi harga pangan secara real-time kepada masyarakat untuk mengurangi ketakutan terhadap kenaikan harga.

Menurut Aida S. Budiman, Jawa Timur dipilih sebagai lokasi peluncuran Special Plan karena menjadi sentra produksi pangan dan distribusi terbesar di Indonesia. Data produksi 2025 menunjukkan bahwa Jawa Timur menguasai hampir seluruh komoditas pangan utama, termasuk beras, jagung, cabai rawit, dan bawang merah. Kontribusi Jatim terhadap produksi nasional beras mencapai 17,34% dengan total produksi mencapai 10,57 juta ton. Dominasi ini menjadi alasan utama mengapa Special Plan memprioritaskan wilayah Jawa sebagai pusat pengendalian inflasi pangan nasional.

“Dominasi Jawa Timur dalam produksi pangan menjadikan daerah ini sebagai tulang punggung program prioritas pemerintah 2026 dalam mewujudkan swasembada beras dan jagung,” jelas Aida S. Budiman saat peluncuran Special Plan di Jawa Timur, Rabu (13/5/2026). Program ini tidak hanya menyasar harga jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan pangan dan stabilitas ekonomi nasional.

Special Plan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan inflasi yang terus mengemuka, terutama di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil. Dengan peningkatan produktivitas, distribusi, dan koordinasi antar daerah, Special Plan Bank Indonesia diharapkan mampu menjaga inflasi pangan tetap terkendali, sekaligus meningkatkan kualitas pangan nasional. Langkah ini juga menjadi penekanan bahwa pengendalian inflasi pangan tidak hanya menjadi tanggung jawab pusat, tetapi juga perlu didukung oleh kerja sama daerah dalam mewujudkan kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

MORE FROM THIS CATEGORY