Main Agenda: AHY Cs Lapor Prabowo Soal Tanggul Raksasa Pantura, Kapan Dibangun?

3 months ago  ·  3 min read
By James Lopez - dailynesia.com
3986a6b1-36ee-48b7-823a-14cd7399f253-0

Main Agenda: AHY Lapor Prabowo Soal Tanggul Raksasa Pantura, Kapan Dibangun?

Dailynesia.com – Di tengah berbagai upaya pembangunan infrastruktur nasional, Main Agenda menjadi fokus utama dalam rapat yang digelar di Istana Negara Jakarta pada Selasa, 12 Mei 2025. Hadir dalam pertemuan tersebut adalah Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, Menteri PU Dody Hanggodo, serta Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa Didit Herdiawan. Diskusi mengenai proyek Tanggul Raksasa Pantura, yang bertujuan melindungi wilayah rawan banjir dan penurunan permukaan tanah, menjadi prioritas dalam agenda ini.

Proyek Tanggul Pantura Jadi Topik Utama

Pembangunan tanggul raksasa Pantura Jawa dianggap sebagai solusi strategis untuk mengatasi ancaman bencana alam yang sering terjadi di daerah pesisir. AHY menyampaikan bahwa proyek ini memiliki dampak besar bagi keberlanjutan ekonomi dan lingkungan wilayah tersebut. “Main Agenda rapat hari ini adalah menjawab tantangan yang dihadapi Pantura melalui pendekatan terpadu antar sektor,” ujarnya usai diskusi berlangsung. Ia menekankan bahwa masalah penurunan permukaan tanah dan banjir rob harus menjadi prioritas dalam perencanaan infrastruktur jangka panjang.

“Pertemuan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi titik-titik kritis di setiap segmen Pantura yang perlu dilindungi dengan tanggul, serta memastikan keterlibatan semua pihak dalam implementasi,” tambahnya.

Analisis Mendalam untuk 15 Segmen Pembangunan

Didit Herdiawan mengungkapkan bahwa total ada 15 segmen pembangunan tanggul yang telah ditetapkan, mulai dari Serang hingga Gresik. Namun, ia menjelaskan bahwa penentuan lokasi spesifik setiap segmen masih dalam proses evaluasi. “Kami sedang melakukan analisis mendalam terkait kebutuhan setiap daerah, agar pengembangan tanggul bisa berdampak optimal bagi masyarakat dan industri,” katanya. Menurutnya, perencanaan ini juga mempertimbangkan potensi ekonomi yang akan dihasilkan dari pengembangan kawasan Pantura.

“Dalam Main Agenda ini, kami ingin memastikan bahwa setiap segmen tidak hanya dilihat dari aspek keamanan, tetapi juga kesesuaian dengan kebutuhan pengembangan ekonomi dan lingkungan,” lanjut Didit.

Timeline Proyek dan Kesiapan Kolaborasi

AHY mengungkapkan bahwa penjadwalan proyek Tanggul Raksasa Pantura masih dalam perhitungan, dengan metode backward planning sebagai pendekatan utama. “Kita perlu memperjelas waktu pengerjaan setiap seksi, agar bisa mempercepat realisasi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga dan daerah sangat penting untuk menghindari hambatan di kemudian hari.

“Kerja sama antar sektor adalah bagian dari Main Agenda ini. Kami berharap semua pihak bisa berkomitmen untuk mewujudkan tanggul yang mampu bertahan terhadap ancaman lingkungan,” terang AHY.

Peran Danantara dalam Proyek

Rosan Roeslani, CEO Danantara, mengatakan bahwa perusahaan masih menunggu kepastian investasi untuk masuk ke proyek Tanggul Raksasa Pantura. “Kami akan terus berkoordinasi dengan Badan Pengelola Otorita Pantura Jawa untuk memastikan penyempurnaan masterplan yang telah disusun,” ujarnya. Menurutnya, kemajuan proyek ini bergantung pada kesepahaman antara pemerintah dan pengembang.

“Main Agenda yang kami ajukan juga mencakup strategi pemanfaatan sumber daya terkait tanggul, termasuk rencana pendanaan dan manajemen risiko,” tambah Rosan.

Harapan dan Tantangan di Depan

Dalam diskusi, para peserta rapat menyebutkan bahwa proyek ini memiliki potensi untuk mengurangi risiko bencana dan meningkatkan daya tahan ekonomi wilayah Pantura. Namun, AHY juga mengingatkan bahwa tantangan seperti keselarasan kebijakan, ketersediaan dana, dan komitmen daerah tetap menjadi faktor penentu. “Main Agenda ini tidak hanya tentang pembangunan, tetapi juga tentang perencanaan yang berkelanjutan,” pungkasnya.

“Kami berharap, dalam beberapa bulan ke depan, Main Agenda ini bisa menghasilkan rencana aksi konkret yang siap dilaksanakan,” tutur Didit Herdiawan.

MORE FROM THIS CATEGORY