Latest Program: Negara Arab Ini Diam-Diam Serang Iran, Hantam Situs Militer
Dailynesia.com – Dalam upaya menegakkan kekuatan politik dan militer di wilayah Teluk Persia, beberapa negara Arab terutama Uni Emirat Arab (UEA) dikabarkan melakukan serangan rahasia terhadap Iran. Laporan dari media asing seperti Wall Street Journal menyoroti bahwa UEA menjadi aktor penting dalam konflik ini, dengan meluncurkan operasi militer yang tidak diungkapkan ke publik. Serangan-serangan ini, yang dilakukan secara diam-diam, memberikan dampak signifikan terhadap hubungan antarnegara Arab dan Iran, sekaligus mengubah dinamika konflik yang berlangsung di wilayah tersebut.
Operasi Militer Tersembunyi UEA terhadap Iran
Dalam beberapa laporan terkini, UEA dikaitkan dengan serangan-serangan yang ditujukan pada fasilitas militer Iran. Salah satu peristiwa yang diberitakan adalah serangan terhadap kilang minyak di Pulau Lavan, yang terjadi awal April 2026. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran besar dan menurunkan kapasitas produksi fasilitas strategis tersebut selama beberapa bulan. Laporan mengungkapkan bahwa UEA menggerakkan operasi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi kekuatan Iran di wilayah Timur Tengah.
“Iran menggambarkan ledakan itu sebagai tindakan musuh dan merespons dengan mengirim rudal serta pesawat tak berawak ke UEA dan Kuwait,” tulis laporan.
Menurut sumber-sumber terpercaya, operasi ini tidak hanya memengaruhi fasilitas militer Iran, tetapi juga merusak jalur penerbangan, industri pariwisata, dan pasar properti di Emirat Arab. Akibatnya, diperkirakan munculnya pengangguran massal dan perubahan kebijakan luar negeri Abu Dhabi. Serangan-serangan ini membuktikan bahwa UEA tidak hanya terlibat dalam konflik ini secara diam-diam, tetapi juga secara aktif memainkan peran sebagai pendorong kekuatan politik.
Dukungan Tersembunyi AS terhadap UEA
Menurut sumber-sumber dalam pemerintah Amerika Serikat, ada indikasi bahwa Pentagon dan Gedung Putih memberikan dukungan tersembunyi kepada UEA dalam operasi serangan tersebut. Meski tidak ada pengakuan resmi, para pejabat AS diberitakan merespons permintaan dari UEA untuk mengalihkan tekanan terhadap Iran. Konflik antara AS dan Iran pun kembali memanas, dengan Trump menyebutkan bahwa gencatan senjata antara kedua pihak berada di ambang kehancuran.
“Saya baru saja membaca jawaban dari orang-orang yang disebut ‘Perwakilan’ Iran. Saya tidak menyukainya – BENAR-BENAR TIDAK DAPAT DITERIMA!” tulis Trump di Truth Social.
Trump juga menyoroti ketidakpuasan pihaknya terhadap respons Iran dalam pernyataan terbaru. Ia mengkritik keterbukaan Iran dalam usulan perdamaian yang diajukan, menyebutkan bahwa poin tentang bantuan AS dalam ekstraksi uranium tinggi tidak lagi tercantum. Dalam konteks Latest Program, ini menunjukkan bahwa AS berupaya memperkuat posisi UEA sebagai negara Arab yang menjadi penggerak utama dalam konflik.
Menurut analisis terkini, UEA menjadi negara Arab pertama yang mengambil langkah-langkah tegas terhadap Iran sebagai bagian dari Latest Program. Pemerintah Abu Dhabi diberitakan mengutamakan keamanan nasional dan kepentingan strategis di wilayah Teluk Persia. Kehadiran UEA dalam konflik ini mengubah persaingan geopolitik, dengan membuatnya lebih dominan dalam memainkan peran sebagai kekuatan yang mempercepat ketegangan.
Histori Ketegangan dan Tindakan Strategis
Konflik antara Iran dan negara-negara Arab Teluk Persia tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam sejarah terkini, hubungan antara kedua belah pihak terus memburuk, terutama setelah serangan-serangan rahasia diluncurkan sebagai bagian dari Latest Program. Pernyataan Trump menunjukkan bahwa AS percaya bahwa UEA dapat menjadi kekuatan yang membantu menegakkan dominasi politik di wilayah tersebut.
Menurut laporan, UEA juga berupaya memperkuat posisi strategisnya dengan mengajukan proposal perjanjian rahasia yang melibatkan negara-negara Arab lainnya. Proposal ini mengandung upaya untuk mengurangi pengaruh Iran di wilayah Timur Tengah, termasuk menggantinya dengan kekuatan militer yang lebih efektif. Serangan-serangan ini menjadi bagian dari perencanaan jangka panjang dalam Latest Program, dengan memanfaatkan kesempatan saat ini untuk menciptakan perubahan kebijakan.
“Mereka tidak akan tertawa lagi!” tegas Trump.
Di samping itu, laporan juga menyoroti bahwa tindakan UEA dalam Latest Program tidak hanya memengaruhi hubungan dengan Iran, tetapi juga memperkuat posisi pemerintahnya dalam membangun kebijakan luar negeri yang lebih agresif. Dengan menargetkan fasilitas militer Iran, UEA menunjukkan kemampuan dalam menegakkan kekuatan militer dan menyesuaikan strategi sesuai dengan kebutuhan politik saat ini.

