Solving Problems: Bos BP Batam Bantah Anggapan Investasi Rp120 T Limpahan Singapura

3 weeks ago  ·  2 min read
By James Lopez - dailynesia.com
kepala-badan-pengusaha-bp-batam-amsakar-achmad-dok-bp-batam-1784275090127_169-1

Bos BP Batam Bantah Anggapan Investasi Rp120 T Limpahan Singapura

Pemimpin BP Batam Jelaskan Strategi Mengatasi Kesalahpahaman

Dailynesia.com – Dalam upaya Solving Problems terkait persepsi tentang pertumbuhan investasi di Batam, Amsakar Achmad, kepala Badan Pengusahaan Batam (BP Batam), memberikan klarifikasi bahwa wilayah tersebut tidak hanya menerima aliran investasi dari Singapura, tetapi juga aktif membangun ekosistem investasi sendiri. Ia menekankan bahwa Batam dan Singapura memiliki hubungan yang lebih dinamis, yaitu sebagai mitra pertumbuhan yang saling mendukung.

“Kita perlu memperjelas bahwa Batam bukan sekadar limpahan dari Singapura. Kami memiliki strategi dan langkah-langkah konkret untuk menarik investasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah. Dengan Solving Problems secara terus-menerus, Batam mampu menjadi pilihan strategis bagi berbagai sektor,” jelas Amsakar kepada CNBC Indonesia pada Jumat (17/7/2026).

Dalam konteks Solving Problems ini, Amsakar menjelaskan bahwa keberhasilan proyek data center di Batam berasal dari inisiatif investor yang ingin memperluas operasional bisnis mereka. “Investor dari Singapura memilih Batam karena keuntungan infrastruktur yang tersedia, bukan karena tekanan eksternal untuk mengalihkan investasi. Ini adalah keputusan yang diambil berdasarkan kebutuhan mereka sendiri,” tambahnya.

Peran Infrastruktur dalam Membangun Batam sebagai Pusat Data

Amsakar menegaskan bahwa keberhasilan investasi di Batam didorong oleh keberadaan fasilitas dan infrastruktur yang siap memenuhi kebutuhan industri digital. “Kita memiliki akses ke lahan, pasokan air bersih, dan sistem kabel yang sudah terbukti efektif. Meski listrik masih menjadi tantangan, kami sedang mengatasi masalah ini secara Solving Problems dengan kerja sama yang terus berlanjut,” ujarnya.

Menurut Amsakar, proyek data center yang tersebar di 20 lokasi di Batam dengan kapasitas total 500 Mega Watt (MW) menjadi bukti bahwa wilayah ini sedang memperkuat posisinya sebagai pusat teknologi. “Kabel landing station di kawasan Nongsa, serta sistem kabel seperti Indonesia Cable Express, Nongsa Changi Cable System, dan Singapore Cable System, adalah bagian dari Solving Problems untuk memastikan keterhubungan digital yang optimal,” lanjutnya.

Batasan peran Singapura dalam investasi di Batam juga dijelaskan Amsakar. “Singapura tetap menjadi negara terbesar yang berinvestasi di Batam, tetapi hubungan ini tidak terbatas pada satu arah. Kami juga melibatkan investor dari berbagai negara, termasuk Indonesia sendiri, dalam Solving Problems untuk menarik diversifikasi sektor investasi,” jelasnya.

Kontribusi Data Center terhadap Ekonomi Batam

Kebutuhan akan teknologi data center dan kecerdasan buatan (AI) semakin meningkat, sehingga Batam berupaya memastikan dirinya siap menghadapi tantangan tersebut. “Dengan Solving Problems dalam menyediakan infrastruktur, kami melihat pergeseran tren investasi dari sektor manufaktur ke bidang digital dan teknologi. Ini menjadi peluang besar untuk mengembangkan ekonomi daerah,” ujarnya.

Amsakar menambahkan bahwa keberadaan data center di Batam juga berdampak pada penyerapan tenaga kerja lokal. “Sektor ini tidak hanya meningkatkan daya tarik Batam sebagai lokasi strategis, tetapi juga memperkuat Solving Problems dalam mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal,” katanya. Dengan fasilitas pendukung yang terus ditingkatkan, Batam berharap bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia bagian selatan.

MORE FROM THIS CATEGORY