Ratusan Ribu Ton Bawang Putih Impor China Masuk RI – Segini Harganya

3 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
pekerja-mengupas-bawang-putih-di-pasar-induk-kramat-jati-jakarta-kamis-1672026-badan-pusat-statistik-bps-mencatat-indonesia-ma-1784193464706_169

Ratusan Ribu Ton Bawang Putih Impor China Masuk RI, Segini Harganya

Dailynesia.com – Indonesia kembali mengalami kenaikan signifikan dalam volume impor bawang putih, dengan data terkini dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sekitar ratusan ribu ton bawang putih impor dari Tiongkok telah masuk ke pasar dalam negeri sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka ini mencapai 186.780 ton, meningkat 37,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika volume impornya sebesar 134.800 ton. Tiongkok tetap menjadi sumber utama bawang putih impor nasional, dengan kontribusi mencapai 98,31% dari total impor, menjadikannya negara pemasok utama untuk kebutuhan pangan di Tanah Air.

Bawang putih impor dari Tiongkok juga menjadi faktor utama dalam menstabilkan pasokan di pasar Indonesia. Selama Januari–Mei 2026, volume impor bawang putih mencapai 229.760 ton, naik 28,44% dibandingkan Januari–Juni 2025. Meski terdapat penurunan di bulan Juni 2026 dibandingkan Juni 2025, secara kumulatif, jumlah bawang putih impor dari Tiongkok masih mencatatkan pertumbuhan yang signifikan. Ini mengindikasikan ketergantungan eksporasi bawang putih dari Tiongkok terhadap kebutuhan domestik yang terus meningkat.

Pasokan dan Harga Bawang Putih di Pasar Indonesia

Dalam kondisi pasar, bawang putih impor dari Tiongkok dijual dengan harga yang berbeda antara grosir dan retails. Di Pasar Induk Kramat Jati, misalnya, harga bawang putih impor sekitar Rp 37.000 per kilogram, sementara harga modal pedagang hanya mencapai Rp 30.500 per kilogram. Ini mencerminkan margin keuntungan yang cukup tinggi dalam rantai pasok, serta penyesuaian harga akibat permintaan yang mengalami fluktuasi.

Harga bawang putih yang beredar di pasar saat ini mencapai Rp 27.500 per kilogram, sesuai dengan ketentuan resmi dari infopangan.jakarta.go.id. Namun, harga jual di pasar ritel sering kali lebih tinggi, mencerminkan peran eksporasi bawang putih dari Tiongkok dalam memengaruhi dinamika harga di dalam negeri. Faktor-faktor seperti fluktuasi pasokan, permintaan musiman, dan permintaan dari industri makanan serta rumah tangga turut berkontribusi pada perubahan harga ini.

Kondisi Pasar dan Dampak Ekonomi

Peningkatan volume impor bawang putih dari Tiongkok berdampak pada permintaan lokal dan juga menstabilkan harga di pasar. Dengan pasokan yang terus meningkat, bawang putih impor membantu mengurangi tekanan terhadap harga bawang putih dalam negeri, terutama di tengah situasi persaingan dengan bawang putih lokal yang terkadang tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bawang putih impor dari Tiongkok dalam menjaga ketersediaan bahan pangan di Indonesia.

Menurut data dari Kementerian Perdagangan, harga bawang putih impor dari Tiongkok tetap menjadi referensi utama bagi pedagang dalam negeri. Banyak pedagang mengatakan bahwa bawang putih impor dari Tiongkok memang menjadi pilihan utama karena kualitasnya yang konsisten dan harga yang relatif terjangkau. “Sebagian besar bawang putih yang saya jual di pasar berasal dari Tiongkok, karena pasokan dan kualitasnya tetap terbaik,” kata salah satu pedagang kepada CNBC Indonesia.

Kenaikan impor bawang putih dari Tiongkok juga memicu perdebatan tentang ketergantungan eksporasi dari negara tersebut. Meski pasokan bawang putih dalam negeri berpotensi meningkat, permintaan dari masyarakat dan industri makanan terus tumbuh, terutama dalam situasi inflasi dan kenaikan biaya produksi. Dengan volume impor yang mencapai ratusan ribu ton, Tiongkok tetap menjadi pilar penting dalam memenuhi kebutuhan bawang putih Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY