Tabungan Meningkat, Warga RI Pede Ekonomi Makin Membaik
Kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen
Dailynesia.com – Dalam bulan April 2026, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mencatat peningkatan ke 123, mengikuti kenaikan dari 122,9 di bulan Maret. Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) menunjukkan bahwa peningkatan IKK terutama didorong oleh peningkatan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) menjadi 116,5, dari 115,4 sebelumnya.
“Optimisme konsumen tersebut ditopang oleh tetap kuatnya persepsi terhadap kondisi ekonomi saat ini,” dikutip dari Survei Konsumen BI, Senin (11/5/2026).
Di sisi lain, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) mengalami penurunan ke 129,6, lebih rendah dibandingkan 130,4 di bulan sebelumnya. Kenaikan IKE didukung oleh peningkatan Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama/Durable Goods (IPDG) yang masing-masing mencapai 108,8 dan 112,6, lebih tinggi dari 107,8 serta 109,2.
Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) berada di level optimis sebesar 128,1, meskipun sedikit berkurang dibandingkan bulan lalu yang sebesar 129,2. Perubahan ini mencerminkan dinamika perekonomian yang stabil namun tidak begitu menguntungkan bagi konsumen.
Data Kondisi Keuangan Konsumen
BI mencatat bahwa kenaikan IKK sejalan dengan peningkatan rasio tabungan terhadap pendapatan konsumen. Angka saving to income ratio mencapai 18,2%, lebih tinggi dibandingkan 17,6% pada bulan sebelumnya. Rasio konsumsi rata-rata (average propensity to consume ratio) sedikit menurun ke 72,1%, dari 72,2%.
Rasio pembayaran cicilan/utang dari pendapatan (debt installment to income ratio) juga berkurang menjadi 9,7%, dibandingkan 10,2% sebelumnya. Perubahan ini menunjukkan kecenderungan masyarakat lebih bijak dalam pengelolaan keuangan.
Komposisi Responden dan Metode Hitung
Survei Konsumen BI merupakan inisiatif bulanan yang dilakukan sejak Oktober 1999. Sejak Januari 2007, survei melibatkan sekitar 4.600 rumah tangga sebagai sampel acak bertahap (stratified random sampling).
Survei dilakukan di 18 kota, termasuk Jakarta, Bandung, Bodebek, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Bandar Lampung, Palembang, Banjarmasin, Padang, Pontianak, Samarinda, Manado, Denpasar, Mataram, Pangkal Pinang, Ambon, dan Banten. Indeks per kota dihitung dengan metode balance score (net balance + 100) yang menunjukkan optimisme jika di atas 100, dan pesimisme jika di bawah.
Kelompok Pendapatan dan Rasio Tabungan
Analisis menunjukkan perbedaan dalam rasio tabungan berdasarkan tingkat pendapatan. Kelompok dengan penghasilan Rp 3,1 juta hingga Rp 4 juta mencatat peningkatan rasio tabungan dari 17,5% ke 18,3%. Sementara kelompok penghasilan Rp 4,1 juta hingga Rp 5 juta naik dari 18% ke 18,6%.
Kelompok dengan pendapatan tertinggi, yaitu di atas Rp 5 juta, menunjukkan peningkatan signifikan dari 18,3% ke 19,2%. Di sisi lain, kelompok pendapatan terendah (Rp 1 juta hingga Rp 2 juta) mengalami penurunan dari 17,4% ke 17,2%, sedangkan kelompok Rp 2,1 juta hingga Rp 3 juta turun dari 16,8% ke 16,7%.

