Waskita Karya Perkuat Strategi Pembangunan dengan 29 Bendungan dalam 10 Tahun
Dailynesia.com – Strategi utama PT Waskita Karya (Persero) Tbk dalam memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam pembangunan infrastruktur nasional telah terlihat dalam berbagai proyek yang dijalankan selama satu dekade terakhir. Dengan fokus pada pengembangan sumber daya air, perusahaan ini telah menyelesaikan pembangunan 29 bendungan, jaringan irigasi, serta infrastruktur terkait, yang membawa dampak luas bagi ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Strategi ini tidak hanya mencakup konstruksi fisik, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan dan kontribusi jangka panjang dalam sektor pertanian, pariwisata, serta industri.
Proyek pembangunan bendungan oleh Waskita Karya menjadi bagian dari Strategi Nasional yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Dengan teknologi mutakhir dan perencanaan yang matang, infrastruktur air ini mampu mengendalikan banjir, memastikan pasokan air baku, serta mendukung produksi energi terbarukan. Selain itu, pembangunan bendungan memberikan manfaat tambahan seperti pengembangan kawasan wisata, peningkatan produktivitas UMKM lokal, dan menciptakan peluang kerja baru di berbagai daerah. Strategi ini juga membantu mendorong investasi daerah dan memperkuat posisi Indonesia dalam mencapai keberlanjutan pembangunan.
Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan beberapa bendungan sebagai bagian dari Strategi Nasional yang dijalankan oleh Waskita Karya. Proyek tersebut totalnya mencapai nilai investasi Rp9,79 triliun, yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi beras hingga satu juta ton per tahun. Dalam pernyataannya, Presiden menekankan pentingnya pengelolaan bendungan dengan baik, karena infrastruktur ini tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi juga menjadi fondasi untuk mengembangkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. “Strategi ini harus dikelola secara profesional agar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat,” tutur Presiden saat acara peresmian beberapa waktu lalu.
Komitmen Waskita Karya dalam Strategi Pembangunan Infrastruktur
Ermy Puspa Yunita, Corporate Secretary Waskita Karya, menjelaskan bahwa komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai ekonomi melalui proyek sumber daya air telah menjadi bagian dari Strategi Nasional yang lebih luas. Proyek bendungan dan irigasi yang dibangun selama sepuluh tahun terakhir tidak hanya mengukur kesuksesan dari segi fisik, tetapi juga dari dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi, Waskita Karya menyelesaikan proyek yang mengintegrasikan pengelolaan air, pertanian, dan pariwisata, dengan penggunaan benih berkualitas serta teknologi modern untuk memastikan hasil yang optimal.
“Strategi pembangunan melalui bendungan bukan hanya tentang konstruksi fisik, tetapi juga tentang membangun ekosistem yang mendukung perekonomian lokal. Infrastruktur ini menjadi katalisator bagi sektor pertanian, pariwisata, dan UMKM, serta memperkuat ketersediaan air bagi masyarakat,” ujar Ermy, Sabtu (11/7/2026).
Contoh Proyek Bendungan yang Berdampak Luas
Banyak bendungan yang dihasilkan Waskita Karya telah menjadi contoh nyata dalam mendorong pengembangan ekonomi daerah. Di Jawa Tengah, Bendungan Jlantah dan Bener menjadi destinasi wisata yang meningkatkan daya tarik kawasan sekitar serta menciptakan peluang usaha bagi masyarakat lokal. Di Jawa Barat, Bendungan Leuwikeris memberikan manfaat signifikan dalam pengendalian banjir dan peningkatan produksi pertanian. Sementara itu, Bendungan Karian di Banten menjadi proyek strategis yang mendukung pengembangan kawasan rekreasi dan ekonomi kreatif. Semua proyek ini mencerminkan Strategi Nasional yang terus berfokus pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Pada sisi pertanian, bendungan yang dibangun Waskita Karya memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian melalui pasokan air yang terjamin. Proyek seperti Bendungan Temef di Nusa Tenggara Timur juga turut memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mengurangi risiko gagal panen di wilayah pesisir. Selain itu, bendungan ini menjadi investasi jangka panjang yang menggerakkan sektor perikanan darat, karena membantu pengaturan aliran air yang lebih stabil untuk keperluan industri dan masyarakat.

