Video: Putar Otak Pengusaha Mobil Bekas Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

4 weeks ago  ·  1 min read
By Anthony Johnson - dailynesia.com
dcf97492-b495-4b81-a56e-7bd66e869232-0

Video: Putar Otak Pengusaha Mobil Bekas Hadapi Era Suku Bunga Tinggi

Dailynesia.com – Dalam tahun 2026 yang berlangsung dinamis, industri otomotif menghadapi tantangan baru akibat kenaikan suku bunga. CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC), Armeza Farhansyah, mengatakan bahwa bisnis jual beli mobil bekas serta lelang kendaraan masih menjadi faktor pertumbuhan utama bagi perusahaan.

Sementara itu, sektor otomotif memperhatikan perubahan perilaku konsumen akibat kenaikan suku bunga. Meningkatnya biaya pinjaman mengurangi daya beli masyarakat, sehingga memengaruhi minat terhadap pembelian mobil atau motor baru. Namun, Armeza menjelaskan bahwa bisnis ASLC tidak terganggu karena perusahaan tidak memiliki utang.

Menurut CEO, naiknya suku bunga BI berdampak signifikan pada kondisi pasar. Meski perusahaan tetap stabil, permintaan dan penjualan kendaraan bekas mungkin teralihkan ke segmen lain. Bagaimana strategi Autopedia Sukses Lestari menghadapi tantangan ini? Simak wawancara dengan Bunga Cinka dalam program AutoBizz CNBC Indonesia pada Selasa, 07/07/2026.

CEO Armeza Farhansyah: Bisnis Mobil Bekas Tetap Berpotensi

Dalam situasi suku bunga tinggi, kami tetap optimis karena fokus pada layanan jual beli mobil bekas dan lelang kendaraan memberi keuntungan dalam menghadapi perubahan pola konsumen.

Program AutoBizz CNBC Indonesia menampilkan dialog lengkap dengan Armeza Farhansyah, CEO ASLC, yang membahas dinamika pasar dan langkah perusahaan menghadapi kondisi ekonomi global 2026. Informasi lebih lanjut tersedia dalam video wawancara yang dirilis pada 7 Juli 2026.

MORE FROM THIS CATEGORY