RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura – Bahlil: Harga Harus Cengli

3 months ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
be96f3e8-e13b-41e0-ab68-f85ab3949211-0

RI Bakal Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Harga Harus Cengli

Dailynesia.com – Indonesia, melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, kini mempertimbangkan langkah strategis untuk mengeksplorasi potensi ekspor listrik ke Singapura. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan keterlibatan Indonesia dalam jaringan grid listrik regional di kawasan ASEAN. Namun, Bahlil menegaskan bahwa kerja sama ini harus dibangun berdasarkan prinsip saling menguntungkan, atau “win-win”, agar bisa berkelanjutan dan tidak mengorbankan kepentingan nasional.

Persiapan Infrastruktur dan Kerja Sama Bilateral

Menurut Bahlil, proyek pengembangan jaringan kelistrikan antar negara ASEAN telah menunjukkan kemajuan signifikan. Saat ini, Indonesia sudah membangun koneksi listrik dengan Malaysia, dan rencananya akan diperluas ke Filipina dalam waktu dekat. “Setelah itu, kita juga melakukan komunikasi bilateral dengan beberapa delegasi, khususnya di kawasan ASEAN terkait dengan power grid. Saat ini, jaringan antara Malaysia dan Indonesia sudah mulai terbangun, dan sebentar lagi akan terhubung ke Filipina,” jelasnya di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Keterlibatan dalam ASEAN power grid diharapkan bisa memberikan peluang baru bagi Indonesia untuk menjual listrik ke negara-negara tetangga, termasuk Singapura. Bahlil menambahkan bahwa permintaan dari Singapura untuk pasokan listrik dari Indonesia sudah cukup signifikan. “Ini sebenarnya ide yang bagus, selama saling menguntungkan,” ujarnya. Keterlibatan Singapura dalam kerja sama ini menunjukkan minat kuat negara kecil tetangga untuk mengakses energi terjangkau dari negara-negara dengan kapasitas produksi yang lebih besar.

Manfaat Ekspor Listrik ke Singapura

Peluang eksport listrik ke Singapura dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat ekonomi sektor energi Indonesia. Selain itu, ini juga bisa menjadi sarana untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan energi dalam skala regional. “Memang Singapura minta. Eksport listrik ke Singapura bisa memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara dan peningkatan kapasitas penggunaan listrik di kawasan tersebut,” tutur Bahlil. Dengan kemajuan infrastruktur, Indonesia bisa menjadi pemasok listrik yang stabil bagi Singapura, terutama selama musim kemarau atau kebutuhan energi meningkat.

Dalam proses ini, Bahlil menekankan bahwa harga listrik harus diperhitungkan secara cermat. “Harga listrik harus cengli. Selama itu belum kita bicara tentang win-win, maka saya pikir penting untuk melakukan kajian yang lebih mendalam,” ujarnya. Menurutnya, keseimbangan harga akan menjamin keberlanjutan kerja sama dan mencegah situasi di mana salah satu pihak merasa dirugikan. Ini juga menjadi dasar bagi negosiasi dengan Singapura, yang bisa melibatkan berbagai aspek seperti efisiensi produksi, kapasitas terpasang, dan kebutuhan pasar.

Proyek eksport listrik ke Singapura akan menjadi bagian dari strategi Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai penyuplai energi regional. Proyek ini diharapkan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. “Eksport listrik ke Singapura bukan hanya tentang pasokan, tapi juga tentang pertukaran teknologi dan pengelolaan sumber daya yang lebih efektif,” tambah Bahlil. Dengan mengakses pasar Singapura, Indonesia juga bisa meningkatkan daya saing dalam industri energi.

Keberhasilan eksport listrik ke Singapura memerlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah Indonesia dan pihak-pihak terkait di Singapura. Proyek ini diharapkan bisa menjadi model kerja sama yang berkelanjutan, khususnya dalam menghadapi tantangan energi global. “Kita harus memastikan bahwa eksport listrik ke Singapura bisa berjalan secara stabil dan memberikan manfaat maksimal bagi kedua pihak,” pungkas Bahlil. Dengan komitmen yang baik, kerja sama ini bisa menjadi langkah penting dalam membangun kemitraan energi ASEAN yang lebih kuat.

MORE FROM THIS CATEGORY