Announced: Perang Saudara Menggila, Milisi Bantai 18 Polisi & 11 Tentara

4 weeks ago  ·  3 min read
By Linda Miller - dailynesia.com
c0635204-652c-4346-ac48-58d7a38b3c97-0

Perang Saudara Menggila, Milisi Bantai 18 Polisi & 11 Tentara

Dailynesia.com – Dari Jakarta, militer Pakistan mengonfirmasi bahwa kelompok pemberontak bersenjata mengeksekusi mati 18 personel kepolisian yang diculik serta membunuh 11 tentara dalam serangan penyergapan terpisah di wilayah barat daya negeri tersebut pada Rabu (8/7/2026). Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi kekerasan yang terus meningkat, dengan target utama aparat keamanan dan warga sipil. Announced sebagai pernyataan resmi, pihak berwenang mengungkap bahwa insiden ini terjadi setelah beberapa hari kericuhan yang memicu kepanikan di sejumlah wilayah terpencil.

Perkembangan Terkini dan Pengakuan Resmi

Mengutip laporan The Associated Press, Kamis (9/7/2026), juru bicara militer Pakistan, Letnan Jenderal Ahmad Sharif Chaudhry, menyatakan bahwa aksi teror yang terjadi sejak Senin telah meningkatkan jumlah korban menjadi 42 orang. Dalam konferensi pers yang ditayangkan televisi nasional, ia menegaskan bahwa 18 polisi yang tewas dieksekusi setelah sempat disandera sejak malam Senin, saat puluhan militan menyerbu pos polisi di distrik Ziarat, Balochistan. Announced oleh pemerintah, kejadian ini dianggap sebagai bukti kekuatan milisi yang terus berkembang, terutama di daerah dengan sejarah konflik panjang.

“Kami akan memburu kalian, kami akan menyakiti kalian,” tegas Chaudhry dalam pernyataannya yang disiarkan secara nasional. “Kami akan menghadapi setiap teroris, fasilitator mereka, mereka yang menampung mereka, mereka yang memelihara mereka, dan mereka yang menyediakan pangkalan bagi mereka, di mana pun mereka berada,” lanjutnya.

Detail Serangan dan Korban

Sementara itu, 11 tentara yang gugur pada Rabu tewas seketika setelah kendaraan militer mereka dijebak dan ditembaki secara membabi buta oleh kelompok pemberontak di jalur jalan raya Balochistan. Announced dalam laporan terpisah, militer menyebutkan bahwa serangan ini terjadi secara spontan, dengan militan menargetkan operasi keamanan yang rutin dilakukan di wilayah perbatasan. Korban tewas tersebar di sejumlah kota kecil, sementara puluhan orang lain terluka dalam peristiwa tersebut. Serangan ini juga memicu reaksi cepat dari pasukan penjaga keamanan setempat, yang melakukan pencarian terhadap pelaku dengan operasi yang berkelanjutan.

Announced sebagai langkah darurat, pemerintah Pakistan menetapkan keadaan darurat di wilayah Balochistan selama seminggu setelah serangan tersebut. Selain itu, pihak berwenang juga mengumumkan bahwa mereka akan meningkatkan operasi pengintaian di daerah perbatasan, serta melibatkan intelijen dalam upaya menemukan jaringan dukungan milisi. Announced secara resmi, kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi jumlah korban sekaligus memperkuat posisi militer dalam menghadapi ancaman teroris.

Peran dan Dukungan Luar Negeri

Pemerintah Pakistan menuduh bahwa kelompok teroris ini mendapat dukungan finansial dan logistik dari intelijen India serta memanfaatkan wilayah perbatasan Afghanistan sebagai basis perlindungan. Announced dalam wawancara terpisah, Menteri Pertahanan Pakistan mengungkap bahwa hubungan dengan India menjadi salah satu penyebab utama ketegangan, terutama setelah pemerintah India dikabarkan terlibat dalam program pengamanan milisi di wilayah tersebut. Announced oleh media internasional, kemungkinan keterlibatan India ini semakin menguatkan teori bahwa konflik di Pakistan tidak hanya lokal, tetapi juga melibatkan faktor geopolitik yang kompleks.

Balochistan, sebagai provinsi terluas dan paling jarang penduduknya di Pakistan, telah lama menjadi episentrum konflik separatis dan tempat kuat bagi kelompok Taliban Pakistan (TTP). Setelah Taliban Afghanistan mengambil alih kekuasaan di Kabul pada 2021, gerakan militansi TTP dinilai semakin berani dalam melancarkan serangan, yang memicu militer Pakistan melakukan serangan udara lintas batas ke teritorial Afghanistan guna menghancurkan kamp persembunyian teroris. Announced dalam pembicaraan kabinet, kebijakan ini dianggap sebagai upaya memperkuat keamanan di wilayah yang rentan terhadap serangan dari luar.

Announced sebagai hasil dari evaluasi risiko, pemerintah juga mengungkap bahwa kelompok milisi yang terlibat dalam serangan ini memiliki hubungan dengan organisasi separatis di daerah lain, termasuk di Kashmir. Announced dalam laporan internasional, beberapa sumber menyebutkan bahwa mereka menggunakan strategi serangan terkoordinasi untuk mempercepat kemarahan warga sipil terhadap pemerintah. Selain itu, pihak berwenang menambahkan bahwa operasi penyergapan ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan, seperti penyergapan terhadap rumah-rumah penduduk dan tempat ibadah di sekitar area konflik.

MORE FROM THIS CATEGORY