Vietnam Bangun Pulau Surga Depan Natuna, Trump-Xi Jinping Bakal Mampir

4 weeks ago  ·  2 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
pulau-phu-quoc-vietnam-reutersjames-pearson-1_169

Vietnam Bangun ‘Pulau Surga’ Depan Natuna, Trump dan Xi Jinping Bakal Mampir

Dailynesia.com – Dalam rangka Special Plan untuk meningkatkan daya tarik ekonomi dan pariwisata, pemerintah Vietnam tengah mengerjakan proyek besar pembangunan kawasan wisata Phu Quoc yang akan menjadi pusat hiburan, konferensi, dan ekonomi regional. Proyek ini dirancang menyambut KTT APEC 2027, dengan Pulau Phu Quoc menjadi lokasi kunci yang akan dibanjiri delegasi internasional, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Perencanaan Strategis dan Infrastruktur Terpadu

Menurut laporan The Business Times, Rabu (8/7/2026), Phu Quoc dengan luas hampir 600 kilometer persegi—yang setara dengan ukuran Singapura sebelum reklamasi—sedang dikembangkan menjadi sistem ekonomi yang terintegrasi. Infrastruktur utama seperti pusat konvensi APEC Convention and Exhibition Centre, fasilitas budaya, hotel mewah, serta perluasan bandara akan menjadi tulang punggung acara internasional. Dalam perencanaannya, Sun Group menghadapi tantangan logistik besar untuk memastikan layanan maksimal sebelum KTT APEC dimulai.

Ekosistem Lengkap untuk Wisatawan Global

Untuk mengatasi masalah tersebut, Sun Group membangun ekosistem lengkap bernama Sun Paradise Land di bagian selatan pulau. Area ini menyatukan akomodasi, pusat belanja, wahana air, kuliner, pertunjukan seni, serta akses kereta gantung Hon Thom dalam satu lingkungan terpadu.

“Kami tidak hanya berinvestasi untuk menangkap pasar yang ada,” kata Truong dalam wawancara khusus bersama The Business Times. “Kami menciptakan pasar baru bersama Phu Quoc sebagai bagian dari Special Plan,” lanjutnya.

Model perencanaan ini mengadopsi konsep manajemen dari destinasi internasional seperti Sentosa, Jeju, dan Okinawa. Tujuannya adalah meningkatkan durasi kunjungan wisatawan serta memperkuat pengeluaran per kapita. Strategi ini juga bertujuan mengurangi risiko kelebihan pasokan fasilitas akomodasi setelah delegasi global meninggalkan pulau.

Sun Group bekerja sama dengan Changi Airports International dari Singapura untuk merenovasi Bandara Internasional Phu Quoc agar memenuhi standar “Changi”. Proyek ini memungkinkan peningkatan kapasitas penumpang dari 5,2 juta pada 2025 menjadi 24 juta per tahun. Sejak akhir tahun lalu, maskapai penerbangan rekreasi baru, Sun PhuQuoc Airways (SPA), mulai beroperasi dengan rute harian Singapura-Phu Quoc sejak 25 Juli.

Ekspansi rute juga mencakup negara-negara Asia Tenggara seperti China, Korea Selatan, Jepang, Thailand, serta Eropa dan Timur Tengah. Armada Airbus A321 yang digunakan memiliki biaya sekitar 1,8 juta dong (Rp 1,1 juta). Dengan penerbangan harian, pengunjung akan lebih mudah mengakses Phu Quoc untuk mengikuti acara KTT APEC 2027 dan mengikuti pengembangan Special Plan secara lebih intensif.

Dalam Special Plan, proyek Sun Group diperkuat oleh stimulus keuangan dari Bank Sentral Vietnam yang memberikan relaksasi kredit sebesar US$28 miliar untuk 18 proyek nasional. Dari total dana tersebut, proyek Sun Group mencapai angka US$10 miliar, termasuk pendanaan untuk KTT APEC di Phu Quoc dan pembangunan Kompleks Olahraga Nasional Rach Chiec di Ho Chi Minh City.

Untuk memastikan efisiensi, Sun Group menerapkan metode konstruksi modular dan cetak 3D. Pendekatan ini menggeser sebagian besar proses pembangunan ke pabrik, sehingga memangkas waktu pengerjaan sebelum tenggat waktu internasional tiba. Proyek ini bertujuan menampung 40 juta hingga 50 juta pengunjung per tahun pada 2045, menjadikannya “pulau surga” yang menawarkan pengalaman lengkap bagi wisatawan dari berbagai belahan dunia.

MORE FROM THIS CATEGORY