Kolaborasi RI-India, InJourney Wujudkan Konservasi Candi Prambanan

4 weeks ago  ·  4 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
injourney-1783518498032_169

Kolaborasi RI-India, InJourney Terus Majukan Konservasi Candi Prambanan

Dailynesia.com – Kerja sama antara Indonesia dan India dalam upaya melestarikan Candi Prambanan semakin menguatkan komitmen kedua negara untuk menjaga keaslian warisan budaya global. Proyek ini dianggap sebagai latest program yang menunjukkan inisiatif kemitraan bilateral dalam bidang arkeologi dan pariwisata. Dengan dukungan dari PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, Candi Prambanan, yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991, kini menjadi pusat perhatian dalam upaya restorasi yang lebih intensif. Proyek ini juga memperkuat hubungan diplomasi budaya dan menciptakan peluang baru untuk pengembangan wisata budaya di tingkat internasional.

Peran Pemimpin Negara dalam Menggerakkan Kolaborasi

Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Candi Prambanan pada 8 Juli 2026 menjadi titik awal dari latest program ini. Dalam pertemuan tersebut, Modi menyampaikan bahwa candi tersebut memperkuat keharmonisan budaya antara kedua negara, terutama mengingat sejarah persahabatan yang terjalin sejak ratusan tahun lalu. “Kita memiliki hubungan budaya yang sangat unik, dan Candi Prambanan adalah salah satu bukti keunggulan peradaban kita yang terus dijaga melalui kerja sama yang konsisten,” ujarnya.

“Candi Prambanan tidak hanya merupakan warisan yang sangat bernilai, tetapi juga menjadi simbol kebanggaan bersama antara Indonesia dan India. Dengan latest program ini, kita berkomitmen untuk menjaga keutuhan sejarah dan meningkatkan pengelolaan situs budaya yang bermakna bagi seluruh dunia,” tambah Modi.

Kerja sama antara kedua negara ini tidak hanya fokus pada restorasi fisik, tetapi juga mencakup transfer teknologi dan pembelajaran berkelanjutan dalam bidang konservasi. InJourney, sebagai mitra utama, menjelaskan bahwa proyek ini bertujuan memperkuat ekosistem pariwisata dengan menggabungkan inovasi teknologi modern dan praktik tradisional. Dengan begitu, Candi Prambanan akan tetap menjadi tempat yang menarik dan bermakna bagi pengunjung lokal maupun internasional.

Metode Restorasi Berbasis Teknologi Modern

Program konservasi latest program ini mencakup perbaikan 224 perwara dan candi pendamping di kompleks Prambanan. Metode yang digunakan meliputi teknik arkeologi digital, pemindaian 3D, dan penerapan kecerdasan buatan (AI) untuk memastikan presisi dalam rekonstruksi bangunan. Selain itu, pertukaran pengetahuan antara konservator Indonesia dan India akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam bidang pelestarian budaya. “Kami percaya bahwa teknologi modern seperti AI akan mempercepat proses restorasi dan menjaga nilai-nilai sejarah candi dengan lebih baik,” kata Direktur Pariwisata InJourney.

Langkah-langkah restorasi ini juga melibatkan analisis material bangunan yang digunakan dalam konstruksi candi abad ke-9. Para ahli dari kedua negara akan bekerja sama dalam mengidentifikasi komposisi batu, teknik pembuatan, dan kondisi bangunan untuk meminimalkan risiko kerusakan lebih lanjut. “Kerja sama ini menunjukkan integrasi antara ilmu pengetahuan dan budaya, sehingga Proyek latest program ini menjadi contoh terbaik dalam mengelola situs budaya secara holistik,” jelas Esti Nurjadin, Kepala Museum dan Cagar Budaya.

Konservasi Sebagai Gerakan Global

Proyek latest program kolaborasi RI-India ini diperkirakan akan berlangsung selama tiga tahun, dengan anggaran mencapai Rp200 miliar. Dana tersebut digunakan untuk rehabilitasi struktur candi, pemasangan sistem monitoring lingkungan, dan penguatan ekosistem wisata lokal sekitar. Maya Watono, direktur utama InJourney, menegaskan bahwa inisiatif ini memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi budaya unggul. “Kami berharap kerja sama dengan India dapat meningkatkan jumlah wisatawan yang mengunjungi Prambanan, terutama dari pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah,” tambahnya.

Di samping manfaat ekonomi, proyek latest program ini juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Masyarakat sekitar yang sebelumnya bergantung pada pertanian kini diberi pelatihan dalam bidang pariwisata, sehingga dapat turut serta dalam pengelolaan situs budaya. “Kami yakin keberlanjutan proyek ini tidak hanya tergantung pada perbaikan fisik, tetapi juga pada keterlibatan masyarakat dan pendidikan budaya yang berkelanjutan,” tutur Febrina Intan, Direktur Utama InJourney Destination Management.

Nilai Budaya yang Menjaga Keberlanjutan

Candi Prambanan, sebagai salah satu mahakarya arsitektur Hindu di Indonesia, memiliki nilai-nilai budaya yang sangat tinggi. Dengan latest program ini, seluruh elemen candi akan dipertahankan sesuai dengan prinsip keaslian dan keutuhan sejarah. “Kami berupaya memastikan bahwa setiap perubahan pada candi tidak menghilangkan esensi budaya yang sudah ada selama berabad-abad,” jelas Esti Nurjadin.

Proyek konservasi latest program juga melibatkan komunitas lokal sebagai pengawas dan penjaga sejarah. Mereka dilibatkan dalam program pelatihan dan edukasi tentang nilai-nilai budaya serta pentingnya pelestarian untuk masa depan. “Kemitraan ini tidak hanya mengenai fisik bangunan, tetapi juga tentang menciptakan kesadaran kolektif masyarakat tentang warisan budaya yang mereka miliki,” kata Maya Watono.

Komitmen untuk Masa Depan Wisata Budaya

Direktur Utama InJourney Destination Management, Febrina Intan, menyoroti bahwa latest program ini sejalan dengan visi Indonesia dalam memperkuat posisi sebagai destinasi budaya kelas dunia. “Kami percaya bahwa kolaborasi dengan India akan membuka peluang baru dalam promosi dan pemasaran candi ini ke tingkat global,” katanya. Selain itu, InJourney juga menggandeng lembaga internasional untuk memastikan standar konservasi yang sejalan dengan prinsip UNESCO.

Proyek latest program ini diperkirakan akan menjadi referensi bagi proyek serupa di negara lain. Dengan pendekatan kemitraan yang berkelanjutan, Candi Prambanan tidak hanya dijaga keutuhannya, tetapi juga menjadi pusat pelatihan dan pertukaran ide dalam bidang arkeologi dan pariwisata. “Kami berharap proyek ini menjadi model kerja sama internasional yang dapat diikuti oleh negara-negara lain dalam menjaga kekayaan budaya mereka,” pungkas Febrina Intan.

MORE FROM THIS CATEGORY