Pembeli Hilang Misterius, Surga Batu Akik Kini Sunyi-Sepi

4 weeks ago  ·  3 min read
By David Williams - dailynesia.com
pedagang-memasarkan-batu-cicin-secara-daring-di-pasar-rawa-bening-jakarta-senin-1472025-cnbc-indonesiatri-susilo-1752484574437_169

What Happened During Pembeli Hilang Misterius, Surga Batu Akik Kini Sunyi-Sepi

Pengaruh Globalisasi pada Pasar Batu Akik Rawa Bening

Dailynesia.com – Di Pasar Batu Akik Rawa Bening mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Meski lokasi ini masih dikenal sebagai pusat penjualan batu akik terbesar di Jakarta, jumlah pengunjung yang berbelanja justru menurun drastis. Para pedagang, seperti Sandi Shadewo, mengakui bahwa transaksi sehari-hari kini tergolong minim. “Pengunjung yang membeli tergolong sedikit, rezeki yang diberikan dari atas,” tambah Sandi saat diwawancarai CNBC Indonesia. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: mengapa pasar yang dulu ramai kini justru sunyi?

Kondisi Pasar Batu Akik di Tengah Keterpurukan

What Happened During penjualan batu akik di Rawa Bening mencerminkan tantangan yang dihadapi oleh industri hibrida ini. Menurut Sandi, pendapatan harian saat ini jauh lebih rendah dibandingkan 10 tahun lalu, ketika penjualan cincin bisa mencapai ratusan juta rupiah per hari. Kini, para pedagang hanya berharap bisa meraih transaksi minimal setiap hari. Harga cincin bervariasi, mulai dari Rp 100 ribu hingga di atas Rp 1 juta. Namun, angka penjualan tertinggi sebelumnya—yang mencapai Rp 1,3 juta—kini sulit tercapai.

Adi, seorang pengusaha batu akik sejak masa pandemi, mengungkapkan bahwa omzet harian terus mengalami fluktuasi. Meski produk yang ditawarkan terjangkau, dengan harga mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 100 ribu, pendapatan tahun ini jauh lebih menurun dibandingkan sebelumnya. “Omzet per hari hanya sekitar Rp 700 ribu atau Rp 1 juta,” katanya. Adi menyoroti bahwa batu akik dengan harga Rp 40 ribu menjadi incaran utama konsumen, tetapi permintaan tetap terbatas.

What Happened During menurunnya daya beli masyarakat terkait dengan keterpurukan ekonomi global. Konsumen kini lebih cermat dalam pengeluaran, terutama untuk hobi atau kebutuhan non-esensial. Jeje, pengelola kios batu akik, mengakui bahwa penjualan telah berfluktuasi sejak pandemi. “Kadang satu sampai dua bulan tidak ada cincin yang terjual,” ujarnya. Meski begitu, ia menganggap pedagang yang masih meraup omzet harian dianggap cukup beruntung.

Batu akik di Rawa Bening tetap menjadi daya tarik bagi penggemar batu alam, tetapi permintaan terhadap produk-produk premium turun tajam. Menurut Jeje, harga cincin batu akik ditentukan berdasarkan kualitas batu dan desain. Bahan utamanya berasal dari Indonesia, seperti Jawa dan Sumatra, dengan variasi harga mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta. “Sebelumnya sempat ada yang harganya mencapai satu miliar, tapi sekarang lebih stabil,” tutupnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa pasar batu akik kini berada dalam fase penyesuaian.

What Happened During pergeseran konsumen di pasar batu akik menciptakan dinamika baru. Beberapa pedagang mulai beralih ke strategi digital untuk menghadapi tantangan ini. Platform online menjadi sarana utama promosi, dengan produk difoto dan ditawarkan secara lebih luas. Namun, meski ada peningkatan jumlah pengunjung virtual, konversi menjadi pembelian fisik masih terbatas. “Kadang satu sampai dua bulan tidak ada cincin yang terjual,” ujar Jeje, menegaskan bahwa strategi tradisional harus disertai inovasi untuk bertahan.

Pasar batu akik Rawa Bening menjadi contoh nyata bagaimana What Happened During keterpurukan ekonomi global dan perubahan pola konsumen memengaruhi industri lokal. Sebagai pusat pengrajin batu akik yang telah ada sejak 2014, tempat ini harus beradaptasi dengan lingkungan pasar yang lebih kompetitif. Meski demikian, para pedagang tetap optimis jika strategi pemasaran dan promosi terus ditingkatkan. “Kami masih berharap ada peningkatan, terutama dari wisatawan lokal dan internasional,” kata Adi. Dengan upaya tersebut, pasar ini diharapkan bisa kembali pulih dalam waktu dekat.

MORE FROM THIS CATEGORY