PU Rogoh Rp 138 Miliar Perbaiki Jalan di Serang, Lokasinya di Sini

1 month ago  ·  3 min read
By Sandra Taylor - dailynesia.com
8b89f25c-1fff-4413-9d05-bd21d748686a-0

Solving Problems: PU Perbaiki Jalan SBM di Serang dengan Dana Rp 138 Miliar

Dailynesia.com – Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp 138 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memperbaiki jalan nasional Serdang-Bojonegara-Merak (SBM) di Kabupaten Serang, Banten. Proyek ini bertujuan meningkatkan kualitas infrastruktur yang menjadi bagian penting dari sistem transportasi regional, serta mengatasi masalah kemacetan dan risiko kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak memadai. Menurut PLT Direktur Preservasi Wilayah 1, Vidi Ferdian, jalur SBM adalah penghubung kritis antara Kawasan Industri Bojonegara, area tambang, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ), sehingga perbaikan menjadi langkah strategis untuk memastikan kelancaran distribusi logistik dan akses mobilitas masyarakat.

Mekanisme Pendanaan dan Teknis Konstruksi

Dana proyek SBM tersebut dikelola melalui skema kontrak tahun jamak (MYC) selama tiga tahun, yakni 2025 hingga 2027, dengan fokus pada pelebaran dan perbaikan ruas jalan yang rusak. Vidi Ferdian menyebutkan, total panjang jalan SBM mencapai 31,42 km, dari mana 18,93 km akan diperbaiki menggunakan metode konstruksi rigid beton. Teknik ini dipilih karena kemampuannya untuk menahan beban berat kendaraan industri, yang selama ini menjadi pengguna utama jalur tersebut. “Ketebalan lapisan beton mencapai 30 cm, sehingga daya tahan jalan meningkat secara signifikan,” jelas Vidi saat diwawancara Selasa (7/7/2026).

Proyek ini juga mencakup pelebaran jalur sebesar satu meter ke arah kiri dan kanan, sehingga total lebar jalan mencapai 11 meter. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan kawasan industri yang berkembang pesat. Vidi menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya Solving Problems dalam mendorong efisiensi transportasi dan pengurangan hambatan logistik di wilayah Banten.

Peran Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Daerah

Solving Problems memerlukan sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah dalam memastikan kelancaran pengerjaan proyek SBM. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengimbau Pemda Serang untuk memproses persiapan lahan sekaligus mengelola kegiatan pembersihan dan pematangan jalur. Sementara itu, pemerintah pusat bertugas menyediakan dana dan memastikan kepatuhan terhadap standar konstruksi nasional. “Kerja sama ini penting untuk menghindari hambatan terkait penggunaan lahan dan mempercepat proses,” kata Vidi dalam wawancara terpisah.

Pembaruan jalan SBM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi barang, mengurangi kontribusi kemacetan terhadap kemacetan nasional, serta mendorong pengembangan ekonomi daerah. Dody Hanggodo, Menteri PU, menegaskan bahwa proyek ini adalah bagian dari solusi Solving Problems dalam memenuhi kebutuhan transportasi jangka panjang untuk wilayah Banten.

Manfaat Jangka Panjang untuk Ekonomi dan Mobilitas

Menurut Dody Hanggodo, perbaikan jalan SBM akan memiliki dampak jangka panjang dalam meningkatkan aksesibilitas dan memperkuat konektivitas antar kawasan industri. “Dengan pelebaran dari dua lajur menjadi empat lajur, distribusi logistik ke pelabuhan, tambang, dan kawasan industri sekitar Serang akan lebih efektif,” jelas Dody. Ia menambahkan bahwa jalur ini menjadi tulang punggung transportasi pengiriman bahan baku dan hasil produksi, yang sebelumnya terganggu akibat kondisi jalan yang tidak memadai.

Solving Problems juga melibatkan pembenahan infrastruktur yang selaras dengan target pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Proyek ini akan memberikan manfaat pada sektor logistik, pariwisata, dan distribusi barang ke daerah-daerah sekitarnya. Dody menggarisbawahi pentingnya jalan SBM sebagai akses utama yang harus diperbaiki untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Progres dan Perkiraan Waktu Pengerjaan

Proyek perbaikan jalan SBM telah dimulai dengan persiapan lahan dan pengujian teknis. Menurut rencana, pengerjaan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan prioritas pemeliharaan. Vidi Ferdian menyebutkan bahwa progres konstruksi akan diawasi secara ketat untuk memastikan kepatuhan terhadap timeline yang telah ditentukan. “Kita berharap proyek ini selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh pengguna jalan,” ujarnya.

Dengan dana yang dialokasikan, proyek ini dipercaya dapat mengatasi masalah infrastruktur yang selama ini menjadi hambatan bagi pengembangan wilayah Banten. Solving Problems dalam pembangunan infrastruktur ini tidak hanya fokus pada perbaikan fisik, tetapi juga pada penguatan manajemen transportasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Kesiapan dan Pengaruh terhadap Masyarakat

Solving Problems dalam proyek SBM juga melibatkan kesiapan masyarakat sekitar melalui komunikasi intensif. Pembaruan jalan akan dilakukan tanpa mengganggu aktivitas sehari-hari warga, karena jalan eksisting tetap bisa digunakan sambil pengerjaan berlangsung. “Kita juga mengantisipasi adanya gangguan sementara selama proses konstruksi, sehingga masyarakat akan diberi informasi terkini,” kata Vidi. Ia menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi aspek penting dalam memastikan kesuksesan proyek ini.

Dengan perbaikan jalan SBM, Solving Problems tidak hanya mendorong kelancaran distribusi logistik, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Proyek ini diharapkan dapat menjadi contoh keberhasilan pembangunan infrastruktur yang berbasis solusi integratif untuk masalah transportasi nasional.

MORE FROM THIS CATEGORY