Perkuat Tata Kelola, Pertamina Tuntas Rampingkan 31 Entitas
Dailynesia.com – Dalam upaya meningkatkan efisiensi operasional dan keberlanjutan bisnis, PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan key strategy berbasis tata kelola yang lebih kuat sebagai bagian dari transformasi struktural perusahaan. Strategi ini sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat pengelolaan BUMN dan menciptakan sistem bisnis yang lebih adaptif terhadap tantangan pasar global. Dalam periode semester I 2026, Pertamina berhasil menyelesaikan proses penyederhanaan terhadap 31 entitas anak perusahaan, sebagai langkah nyata dalam memperjelas keberlanjutan bisnis dan meningkatkan kinerja organisasi.
Strategi Utama: Meningkatkan Kapasitas dan Efisiensi
Program penyederhanaan entitas ini merupakan salah satu key strategy utama Pertamina dalam menjawab tantangan perubahan ekonomi dan regulasi energi yang terus berkembang. Dengan menghilangkan entitas yang tidak efisien atau redundan, perusahaan dapat fokus pada peningkatan kapasitas operasional dan pelayanan kepada masyarakat. Strategi ini juga membantu memperkuat keberlanjutan bisnis, memastikan Pertamina tetap menjadi pelaku utama dalam industri energi nasional yang kompetitif.
“Pengurangan jumlah entitas menjadi 31 adalah bagian dari key strategy untuk mengoptimalkan sumber daya dan mempercepat inisiatif transformasi perusahaan. Tujuan utamanya adalah menciptakan struktur bisnis yang lebih lean dan responsif terhadap kebutuhan pasar,” jelas Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, dalam keterangan resmi Jumat (3/7/2026).
Kolaborasi dan Pemantauan Berkelanjutan
Dalam menjalankan key strategy ini, Pertamina menekankan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik. Koordinasi dengan instansi terkait, seperti Badan Pengawas Keuangan dan Perbendaharaan (BPKP) serta auditor internal, menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas implementasi. Proses penyederhanaan tidak hanya menekankan pada efisiensi, tetapi juga pada transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya.
“Kami bersyukur atas dukungan semua pihak dalam mewujudkan key strategy ini. Kolaborasi yang baik memastikan keberhasilan program penyederhanaan, serta konsistensi dalam mencapai tujuan tata kelola perusahaan yang lebih baik,” tambah Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron.
Pertamina juga memastikan bahwa key strategy ini diintegrasikan dalam berbagai aspek kebijakan internal, termasuk manajemen risiko dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku. Dengan menyesuaikan struktur organisasional, perusahaan dapat meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan, mengurangi birokrasi, dan memperkuat kinerja unit usaha yang kritis. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana key strategy dapat mengubah cara kerja perusahaan dari kuantitas menjadi kualitas.
Hasil dan Kontribusi pada Tujuan Nasional
Kinerja Pertamina dalam penyederhanaan 31 entitas telah memberikan dampak positif terhadap efisiensi operasional. Hasil ini juga berkontribusi pada pencapaian tujuan nasional dalam bidang energi, khususnya dalam meningkatkan daya tahan industri dan mengoptimalkan layanan publik. Dengan mengurangi kompleksitas organisasi, Pertamina dapat fokus pada peningkatan kualitas produk dan layanan, serta menyesuaikan dengan kebijakan ESG (Environmental, Social, and Governance) yang diadopsi oleh pemerintah.
Analisis terhadap proses penyederhanaan menunjukkan bahwa key strategy ini telah menghasilkan peningkatan efisiensi sebesar 20% dalam penggunaan sumber daya manusia dan dana. Selain itu, program ini juga memperkuat posisi Pertamina sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab dan berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang. Dukungan dari stakeholder internal dan eksternal menjadi faktor penting dalam menjaga konsistensi keberhasilan key strategy ini.
Sebagai bagian dari transformasi jangka panjang, key strategy penyederhanaan entitas ini juga diperkuat oleh rencana pengembangan bisnis yang lebih fokus pada inovasi dan digitalisasi. Pertamina telah menyiapkan langkah-langkah terukur untuk memastikan bahwa setiap entitas yang tersisa memiliki peran yang jelas dalam memperkuat keberlanjutan bisnis. Strategi ini tidak hanya menyesuaikan dengan arahan Inpres No.7 Tahun 2026, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menuju Net Zero Emission 2060.
Langkah Selanjutnya: Memperkuat Keberlanjutan
Dalam proses selanjutnya, Pertamina akan terus mengembangkan key strategy berbasis tata kelola yang telah terbukti berhasil. Perusahaan juga berencana mengintegrasikan mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala untuk memastikan bahwa perubahan struktural tetap berjalan optimal. Selain itu, Pertamina akan fokus pada peningkatan kualitas layanan, mengurangi biaya operasional, dan meningkatkan daya saing dalam pasar energi global.
“Kami yakin bahwa key strategy penyederhanaan entitas ini akan memberikan dampak jangka panjang dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Pertamina terus berkomitmen pada inisiatif transformasi yang berkelanjutan, termasuk dalam menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan lingkungan,” tambah Agung Wicaksono.
Dengan key strategy yang diterapkan, Pertamina tidak hanya menjawab tantangan saat ini, tetapi juga membangun fondasi untuk pertumbuhan yang lebih berkelanjutan. Program ini menjadi bukti bagaimana perusahaan besar dapat mengadaptasi model bisnisnya dengan strategi yang tepat, serta menunjukkan komitmen untuk menjadi bagian dari solusi energi nasional yang inovatif dan tangguh.

