Tingkatkan Keandalan Listrik, PLN Modifikasi Penggiling Batu Bara di PLTU
Dailynesia.com – PT PLN (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik melalui modifikasi sistem penggilingan batu bara di sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Upaya ini dilakukan sebagai respon terhadap perubahan tren penggunaan bahan bakar batu bara berkalori rendah, yang kini menggantikan jenis batu bara dengan kalori menengah atau tinggi. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan meminimalkan risiko gangguan listrik akibat fluktuasi pasokan bahan bakar.
Modifikasi Teknis untuk Adaptasi Pasokan Batu Bara
Sebagai bagian dari strategi Topics Covered, PLN telah melakukan retrofit pada unit PLTU Suralaya 6 dan 7. Modifikasi ini melibatkan penggantian mesin penggiling batu bara agar kompatibel dengan bahan bakar berkalori rendah (4.100 hingga 4.300 kcal/kg). Sebelumnya, unit-unit tersebut bergantung pada batu bara dengan kalori tinggi (4.600 hingga 4.800 kcal/kg), yang kini semakin langka. Perubahan teknis ini tidak hanya mengurangi risiko gangguan pasokan, tetapi juga memastikan operasional pembangkit tetap efisien dan stabil.
“Ketersediaan batu bara berkalori tinggi telah menurun, sehingga kami melakukan penyesuaian pada unit PLTU agar tidak terjadi kekurangan pasokan,” jelas Darmawan Prasodjo dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI. Ia menambahkan bahwa perubahan ini dilakukan secara bertahap untuk menjamin keandalan sistem kelistrikan di Indonesia.
Dalam Topics Covered, PLN juga mengoptimalkan penggunaan PLTU selama jam beban rendah. Perusahaan memanfaatkan sistem penyimpanan energi, Battery Energy Storage System (BESS), dengan kapasitas 4 Giga Watt hour (GWh) atau setara 500 Mega Watt (MW). Sistem ini digunakan untuk menyimpan daya yang dihasilkan saat permintaan listrik rendah, sehingga bisa digunakan saat permintaan meningkat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas pasokan energi di tengah perubahan pola konsumsi.
Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi Energi
Perusahaan mengungkapkan bahwa modifikasi pada PLTU Suralaya tidak hanya berfokus pada penggilingan batu bara, tetapi juga mencakup perbaikan sistem distribusi listrik. Darmawan Prasodjo menyebutkan bahwa PLN sedang mengevaluasi teknologi penggilingan yang lebih canggih untuk mengurangi dampak kehilangan kalori bahan bakar. Ini termasuk penyesuaian suhu dan kecepatan penggilingan untuk memastikan efisiensi maksimal.
Langkah Topics Covered ini juga mencakup penguatan hubungan dengan pemasok batu bara. PLN bekerja sama dengan produsen bahan bakar untuk memastikan ketersediaan pasokan stabil. Darmawan menegaskan bahwa perubahan ini tidak hanya untuk menghadapi situasi darurat, tetapi juga sebagai langkah jangka panjang untuk meningkatkan keberlanjutan energi. Ia menambahkan bahwa PLN berupaya meminimalkan ketergantungan pada bahan bakar impor sambil memperbaiki rantai pasokan lokal.
Dalam upaya meningkatkan keandalan listrik, PLN juga mengevaluasi potensi penggunaan teknologi lain, seperti gas alam dan energi terbarukan, sebagai pengganti batu bara. Namun, sementara itu, PLN tetap fokus pada penyesuaian sistem penggilingan batu bara di PLTU, karena bahan bakar ini masih menjadi andalan utama dalam produksi listrik. Topics Covered ini mencerminkan adaptasi perusahaan terhadap dinamika pasokan energi global.
Sebagai contoh, PLN menargetkan peningkatan efisiensi PLTU sebesar 5-10% melalui perbaikan sistem penggilingan. Modifikasi ini dilakukan dengan mengganti mesin lama yang kurang optimal dengan teknologi yang lebih mutakhir. Perubahan ini diperkirakan akan mengurangi biaya operasional sekaligus meningkatkan daya tahan pembangkit terhadap fluktuasi harga bahan bakar. Darmawan Prasodjo juga menyebutkan bahwa PLN sedang mengevaluasi penggunaan bahan bakar berkalori rendah di PLTU lain, termasuk di Pulau Sumatra dan Kalimantan.
Keberhasilan Topics Covered dalam meningkatkan keandalan listrik telah terbukti di Pulau Jawa, yang kini bebas dari pemadaman bergilir sejak 21 Juni 2026. Dengan penguatan infrastruktur dan teknologi, PLN menargetkan stabilitas pasokan energi hingga 24 jam penuh. Langkah ini juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, karena listrik menjadi kebutuhan utama industri dan masyarakat.

