Menkop dan Wamenkop Serahkan Gaji Manajer Kopdes ke Purbaya
Pembagian Tanggung Jawab dalam Pengelolaan Gaji
Dailynesia.com – Pemerintah menyerahkan pengaturan gaji manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih ke Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pengumuman ini menyusul proses rekrutmen manajer yang saat ini memasuki tahap seleksi kompetensi. Meski belum ada informasi resmi mengenai besaran pendapatan yang akan diterima para manajer, kepastian skema penggajian sudah diserahkan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Wamenkop Farida Farichah mengatakan bahwa penentuan rincian gaji menjadi kewenangan Purbaya, yang akan memutuskan kebijakan tersebut melalui institusi yang dipimpinnya.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Farida mengungkapkan, pihaknya sementara menunggu hasil pembahasan di Kemenkeu sebelum mengumumkan jumlah gaji secara detail. "Silahkan konfirmasi ke Kemenkeu, kita sambil menunggu proses yang di sana," ujarnya. Selain itu, Farida menegaskan bahwa keputusan mengenai standar penghasilan manajer Kopdes Merah Putih masih dalam diskusi. Ia belum bisa memastikan apakah besaran gaji tersebut akan setara dengan pegawai di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau tetap berbeda.
Proses Seleksi dan Pendanaan Gaji
Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menambahkan bahwa pendanaan gaji manajer Kopdes Merah Putih kemungkinan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam dua tahun pertama. Namun, setelah periode tersebut, dana operasional akan sepenuhnya ditanggung oleh Kopdes sendiri. "Itu masih dibahas di Kemenkeu. APBN artinya pendanaan dari pemerintah," jelas Ferry. Ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat akan terlibat dalam pendanaan selama masa transisi, sementara Kopdes yang telah terbentuk nantinya bertanggung jawab untuk biaya operasional jangka panjang.
Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu, Askolani, menyampaikan bahwa pemerintah akan menopang operasional awal Kopdes Merah Putih selama dua tahun. "Planningnya pemerintah itu dalam 2 tahun pertama akan didukung dari APBN," ujarnya. Askolani menjelaskan bahwa pendanaan untuk seleksi manajer dan pelatihan awal akan diproses oleh Kemenkeu, termasuk lembaga seperti Kementerian PANRB dan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero). Sementara itu, gaji para manajer yang diterima setelah dua tahun akan berasal dari dana operasional Kopdes, yang diharapkan bisa menghasilkan keuntungan sendiri.
Topics Covered – Proses seleksi manajer Kopdes Merah Putih telah menarik perhatian publik. Hingga Sabtu (19/4/2026), jumlah pendaftar mencapai 284.393, dengan 220.364 dari pendaftar manajer Kopdes dan 64.029 dari pendaftar manajer Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap program pemerintah untuk mendorong pengembangan koperasi desa. Meski demikian, pengumuman besaran gaji masih menunggu finalisasi di Kemenkeu.
Menurut Askolani, keterlibatan APBN dalam pendanaan gaji manajer Kopdes Merah Putih bertujuan untuk memastikan program tersebut bisa berjalan lancar di awal. "Bridging awal yang akan didukung dari APBN untuk 2 tahun pertama," tambahnya. Ia menjelaskan bahwa pengelolaan anggaran untuk kebutuhan operasional selama dua tahun pertama adalah bagian dari upaya Agrinas Pangan Nusantara (Persero) untuk membangun keberlanjutan Kopdes. Setelah itu, dana akan diakui sepenuhnya oleh Kopdes sendiri.
Topics Covered – Pemilihan manajer Kopdes Merah Putih dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat perekonomian desa. Dengan gaji yang diharapkan bisa bersaing dengan lembaga keuangan lain, para manajer diberikan insentif untuk meningkatkan kinerja. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam mengatur anggaran secara efisien. Askolani menegaskan bahwa besaran anggaran masih dalam diskusi internal Kemenkeu, sehingga belum ada keputusan final. Proses ini diharapkan selesai dalam waktu dekat, agar para peserta seleksi bisa mempersiapkan diri dengan baik.
Menurut pihak berwenang, kebijakan penggajian manajer Kopdes Merah Putih akan memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan koperasi di daerah. Kehadiran manajer yang kompeten diharapkan bisa meningkatkan produktivitas dan daya saing Kopdes. "Mudah-mudahan dia sudah mulai eksis, dia mulai untung," kata Askolani. Pada akhirnya, rincian anggaran gaji manajer akan menjadi acuan bagi penyelenggaraan program ini, yang dianggap sebagai bagian dari peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.

