Bandara Husein Sastranegara Layani Pesawat Jet Lagi Mulai 17 September

1 month ago  ·  3 min read
By Linda Davis - dailynesia.com
236f91ee-e8d8-4836-8873-e60467eaa0cb-0

Bandara Husein Sastranegara Siap Layani Pesawat Jet Mulai 17 September

Dailynesia.com – Bandara Husein Sastranegara, yang berlokasi di Bandung, akan kembali menyediakan penerbangan pesawat jet setelah sekian lama hanya melayani pesawat berpenggerak baling-baling. Pengumuman ini dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada bulan Juni 2026, menyatakan bahwa Bandara Husein Sastranegara akan mulai menerima jenis pesawat ini pada 17 September. Pembaruan ini diharapkan meningkatkan kualitas pelayanan dan kapasitas bandara, yang sebelumnya terbatas akibat kebutuhan infrastruktur yang belum mencukupi.

Proses Pemulihan Infrastruktur Bandara

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Dudy Purwagandhi, menjelaskan bahwa pengoperasian pesawat jet memerlukan persiapan infrastruktur yang matang. “Bandara Husein Sastranegara tidak pernah ditutup, tetapi selama ini hanya menerima pesawat berpenggerak baling-baling. Kini, kami sedang fokus pada pengembangan fasilitas untuk memenuhi standar keselamatan dan kualitas penerbangan,” terang Dudy dalam sesi briefing media di Jakarta. Pembaruan ini melibatkan beberapa langkah penting, termasuk perbaikan landasan pacu dan pengembangan terminal penumpang.

“Dengan peningkatan kapasitas runway, bandara akan mampu menerima pesawat jet dengan ukuran lebih besar, seperti Boeing 737 atau Airbus A320, yang berdampak pada peningkatan jumlah penumpang dan kenyamanan pelayanan,” ujar Dudy. Pihak Angkasa Pura, pengelola bandara, telah bekerja sama erat dengan Kemenhub untuk memastikan semua syarat terpenuhi. Proses pemeriksaan teknis dan evaluasi kesiapan terus dilakukan hingga bulan September.

Kapasitas terminal penumpang juga menjadi prioritas dalam peningkatan layanan. “Terminal saat ini hanya bisa menampung penumpang dalam jumlah terbatas, sehingga kami mengimbau agar semua fasilitas, seperti restoran, toilet, dan area check-in, diperbaiki sesuai standar,” tambah Dudy. Hal ini penting untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan penerbangan internasional yang diprediksi akan meningkat setelah Bandara Husein Sastranegara mulai melayani pesawat jet.

Langkah-Langkah Pemenuhan Standar Keselamatan

Peningkatan fasilitas tidak hanya terbatas pada runway dan terminal. Dudy juga menyebutkan bahwa beberapa sistem teknis lainnya, seperti lampu navigasi, sistem komunikasi, dan perangkat pendeteksi cuaca, sedang diuji ulang. “Seluruh sistem harus memenuhi standar internasional agar aman untuk penerbangan dengan kecepatan tinggi dan bobot bahan bakar yang lebih besar,” jelasnya. Selain itu, kapasitas parkir dan jaringan listrik juga ditingkatkan untuk mendukung operasional pesawat jet yang lebih efisien.

Dudy menegaskan bahwa keputusan untuk mengaktifkan pesawat jet adalah hasil evaluasi menyeluruh. “Kami tidak ingin terburu-buru, jadi kami menunggu hingga semua persyaratan terpenuhi. Tanggal 17 September adalah target yang realistis, karena masih ada waktu untuk memastikan fasilitas sudah siap,” tambahnya. Menurut informasi dari Angkasa Pura, perbaikan infrastruktur dilakukan secara bertahap, dengan fokus pada kesiapan keberangkatan dan pendaratan pesawat jet.

Sejak dibuka pada tahun 1985, Bandara Husein Sastranegara berperan penting sebagai bandara utama di wilayah Bandung. Namun, pada masa awal operasional, bandara ini hanya melayani pesawat berpenggerak baling-baling karena kebutuhan aksesibilitas dan biaya operasional. Dengan memperkenalkan pesawat jet, bandara ini akan menjadi lebih kompetitif, terutama dalam melayani rute domestik yang lebih jauh atau ke luar negeri. Kemenhub memperkirakan ini akan meningkatkan jumlah penumpang hingga 30% dalam satu tahun setelah pembukaan.

Penyediaan pesawat jet juga memberi dampak positif pada ekonomi lokal. Bandung, sebagai kota besar dengan industri pariwisata dan perdagangan yang berkembang, akan lebih mudah menjangkau pasar internasional. “Ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan sektor transportasi udara di Jawa Barat,” kata Dudy. Pihaknya berharap, keputusan ini dapat menjadi pendorong bagi pelaku bisnis dan pengunjung yang menginginkan layanan penerbangan yang lebih cepat dan nyaman.

Dalam rangka memastikan kesuksesan pembukaan pesawat jet, Kemenhub dan Angkasa Pura melakukan beberapa uji coba sebelum 17 September. Selama ini, bandara menguji kemampuan runway dengan menggunakan pesawat yang lebih besar, seperti simulator atau penerbangan test flight. “Seluruh proses diawasi secara ketat untuk meminimalkan risiko keselamatan selama penerbangan,” tambah Dudy. Dengan langkah-langkah ini, Bandara Husein Sastranegara berharap dapat menunjukkan komitmen dalam

MORE FROM THIS CATEGORY