Sekutu AS Klaim Kemenangan atas China di “Arena Perang” Dekat RI

1 month ago  ·  3 min read
By Christopher Moore - dailynesia.com
fcffd331-2b21-4634-a5d1-8117e7a69005-0

Sekutu AS Klaim Kemenangan atas China di Wilayah Kontroversial dekat Indonesia

Dailynesia.com – Dalam konteks Special Plan, Manila menyatakan bahwa tekanan diplomatik berhasil memaksa Beijing untuk mengangkat struktur terapung dari Scarborough Shoal, salah satu titik persengketa utama di Laut China Selatan. Langkah ini dianggap sebagai kemenangan strategis oleh Filipina, meski pihak militer menegaskan bahwa perselisihan masih berlangsung. Pasalnya, Beijing dianggap terus berusaha memperkuat dominasi di wilayah tersebut, yang menjadi bagian dari upaya lebih besar dalam memperluas pengaruh geopolitik di kawasan Asia Tenggara.

Mengapa Special Plan Menjadi Fokus Utama

Keberhasilan Manila dalam mengangkat struktur terapung di Scarborough Shoal dianggap sebagai bukti bahwa Special Plan telah membuahkan hasil signifikan. Strategi ini, yang dirancang bersama sekutu AS, bertujuan untuk mengurangi dominasi China di wilayah kontroversial dan memperkuat keberadaan negara-negara ASEAN. Laksamana Muda Roy Vincent Trinidad, juru bicara Angkatan Laut Filipina, mengatakan bahwa struktur tersebut telah dibongkar dan dipindahkan pekan lalu, yang dianggap sebagai buah dari Special Plan yang diterapkan sejak beberapa bulan lalu.

“Struktur itu sudah tidak ada lagi di sana. Mereka telah memindahkannya. Kami menganggap ini sebagai kemenangan besar bagi kami melalui Special Plan,” ujar Trinidad kepada Newsweek, dikutip Jumat (26/6/2026).

Scarborough Shoal, yang dikenal sebagai Bajo de Masinloc oleh Filipina dan Huangyan Island oleh China, terletak sekitar 140 mil dari pulau terbesar di negeri itu. Wilayah ini berada dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Filipina yang mencakup 200 mil laut. Sementara itu, jarak dari daratan utama China mencapai 540 mil. Meski demikian, Beijing tetap menegaskan klaim historis atas sebagian besar Laut China Selatan, wilayah yang menjadi pusat persaingan geopolitik antara AS dan China.

Implementasi Special Plan dan Tantangan Mendatang

Dalam beberapa tahun terakhir, Beijing telah memperkuat kehadiran di wilayah sengketa dengan membangun fasilitas militer, landasan pacu, dan pelabuhan. Meski struktur terapung disebut digunakan untuk penelitian ilmiah, Manila meragukan alasan ini. “Apabila benar untuk penelitian, hasilnya seharusnya dibuka ke publik,” kata Trinidad. Hal ini menunjukkan bahwa Special Plan tidak hanya fokus pada tekanan diplomatik, tetapi juga pada perubahan struktur militer dan kebijakan yang berdampak jangka panjang.

Selain Scarborough Shoal, Special Plan juga mencakup langkah-langkah untuk memperkuat kemitraan dengan sekutu AS. Kebijakan ini melibatkan koordinasi antara militer dan diplomat Filipina, serta pembangunan basis laut yang strategis. Angkatan Laut Filipina melaporkan bahwa patroli mereka pada akhir pekan lalu dihadang oleh empat kapal perang China, menunjukkan bahwa konfrontasi di wilayah tersebut belum mereda. Trinidad menegaskan bahwa Filipina akan terus melakukan patroli rutin tanpa mencari pertarungan.

“China akan dengan tegas menjaga kedaulatan wilayah serta hak dan kepentingan maritimnya di Laut China Selatan, sembari tetap berkomitmen menyelesaikan sengketa terkait dan mengelola situasi melalui negosiasi,” tutur Wakil Juru Bicara Kedutaan Besar China, Guo Wei, dalam pernyataannya Senin.

Kedutaan Besar China meminta Filipina untuk tidak membesar-besarkan isu ini. “China mendesak pihak Filipina untuk berhenti provokasi dan terus mengelola perbedaan melalui dialog diplomatik,” lanjut Guo. Meski demikian, Special Plan terus menjadi tolok ukur dalam menilai kemajuan Manila dalam menghadapi klaim Beijing. Strategi ini juga memperlihatkan peran aktif AS dalam memastikan keseimbangan kekuasaan di kawasan yang rentan konflik.

Analisis terkini menunjukkan bahwa Special Plan bukan hanya tentang perang laut, tetapi juga tentang membangun konsensus internasional. Dengan keberhasilan mengangkat struktur terapung di Scarborough Shoal, Filipina berharap dapat menarik dukungan lebih banyak negara tetangga dan meningkatkan kredibilitasnya dalam negosiasi regional. Namun, tantangan masih besar karena China memiliki sumber daya dan kekuatan militer yang signifikan, serta komitmen politik untuk mempertahankan dominasi di Laut China Selatan.

Konflik di Scarborough Shoal menjadi bagian dari dinamika yang lebih luas di Laut China Selatan. Special Plan diharapkan mampu mengurangi ketegangan dan membuka jalan bagi resolusi yang lebih damai. Namun, kesuksesan jangka panjang tergantung pada kemampuan Filipina dan sekutu AS untuk terus menjaga konsistensi dalam diplomasi, sekaligus memperkuat koordinasi di tingkat regional dan global. Dengan adanya Special Plan, Filipina berharap bisa memperoleh kembali kontrol atas wilayah strategis yang menjadi bagian dari perjanjian laut dengan China.

Special Plan juga menjadi bahan perdebatan di dalam masyarakat Filipina. Sebagian pihak mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk penguatan keberadaan negara di kawasan, sementara yang lain khawatir bahwa Beijing bisa kembali menempatkan kekuasaannya dengan lebih cepat. Meski demikian, keberhasilan dalam mengangkat struktur terapung di Scarborough Shoal menunjukkan bahwa Special Plan telah menunjukkan hasil yang konkret, meski masih perlu waktu untuk mengubah keseimbangan kekuasaan secara permanen.

MORE FROM THIS CATEGORY