Harga Emas Makin Babak Belur, Ramalan Terbaru Tambah Bikin Ngeri

1 month ago  ·  3 min read
By Elizabeth Lopez - dailynesia.com
c7c8421d-b3a8-4ebc-9ea3-aa64755f7a8d-0

Meeting Results: Emas dan Perak Turun Tajam, Ramalan Memicu Kekhawatiran

Dailynesia.com – Jakarta – Pasar keuangan global terus mengalami volatilitas berat akibat pertemuan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) yang baru saja berlangsung. Harga emas dan perak mencatat penurunan signifikan, dengan harga emas menyentuh level terendah di bawah US$4.000 per troy ons. Fluktuasi ini dipicu oleh kebijakan hawkish The Fed dalam meeting results terbaru, yang menegaskan niat untuk mempertahankan suku bunga tinggi agar inflasi tetap terkendali. Menurut Refinitiv, harga emas ditutup di US$4000,42 per troy ons pada perdagangan Rabu (24/6/2026), turun 2,63%.

Kondisi pasar emas semakin terpuruk setelah meeting results menunjukkan sikap The Fed yang lebih tegas terhadap inflasi. Kenaikan suku bunga yang diperkirakan secepat September 2026 telah menggoyahkan kepercayaan investor terhadap logam mulia sebagai aset aman. Harga emas, yang sebelumnya tergelincir ke level terendah sejak awal November 2025, kini memperlihatkan sinyal kekhawatiran terhadap kenaikan bunga lebih lanjut. Meski ada sedikit peningkatan pada hari ini, Kamis (25/6/2026), dengan harga US$4012,09 per troy ons, kenaikan tersebut hanya 0,27% dan belum mampu mengembalikan kekuatan harga.

“Pasar mulai memperkirakan keputusan The Fed dalam meeting results bisa menjadi pemicu kenaikan suku bunga yang signifikan. Kebijakan hawkish ini, kombinasi dengan dolar AS yang mencapai level tertinggi dalam 13 bulan, serta penurunan ekspektasi inflasi, membuat emas mengalami tekanan berat,” terang Tai Wong, pedagang logam independen.

Kenaikan dolar AS setelah meeting results memperkuat kekuatan mata uang tersebut sebagai aset paling likuid di pasar global. Hal ini menjadikan emas yang diperdagangkan dalam dolar lebih mahal bagi investor asing, sehingga menekan permintaan. Kebijakan moneter yang agresif dari The Fed dalam meeting results menjadi faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar. Pada pertemuan kali ini, keputusan The Fed menunjukkan keinginan untuk mengurangi likuiditas, yang berdampak langsung pada harga emas dan perak. Analis ING menyatakan bahwa mereka telah menyesuaikan proyeksi harga emas berdasarkan meeting results, memperkirakan rata-rata harga mencapai US$4.300 per troy ons pada kuartal III-2026 dan US$4.600 pada kuartal IV-2026.

Kebijakan The Fed dan Impaknya pada Pasar Emas

Meeting results yang baru saja diumumkan menjadi sorotan karena mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan. Sikap hawkish The Fed yang terlihat jelas dalam pertemuan ini memicu pergerakan harga emas, yang kini berada dalam tren penurunan. Analis menilai bahwa keputusan The Fed mencerminkan upaya untuk mengendalikan inflasi, terutama dalam konteks ketegangan geopolitik antara Iran dan negara-negara lain yang mengganggu stabilitas ekonomi global. Dengan meeting results ini, investor terus memantau data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis hari ini, Kamis, sebagai indikator utama inflasi.

Sikap hawkish dalam meeting results juga memberikan dampak signifikan terhadap harga perak. Logam mulia ini mengalami penurunan drastis, mencapai US$57,43 per troy ons pada Rabu (24/6/2026), turun 6,7%. Ini menjadi level terendah sejak awal Desember 2025, dengan penurunan sebesar 11,9% dalam dua hari terakhir. Meski ada sedikit peningkatan pada Kamis pagi, harga perak masih terkendala oleh ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih tinggi. Analis Standard Chartered memprediksi bahwa pemulihan harga perak akan tergantung pada pasokan dan respons pasar terhadap faktor-faktor ekonomi.

Kekhawatiran Global Mengguncang Pasar

Kondisi global yang semakin tidak pasti menjadi latar belakang utama dari meeting results The Fed. Dengan ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi di beberapa negara, investor mengalami kebingungan dalam mengambil keputusan. Harga emas yang turun tajam, selain dipengaruhi oleh kebijakan The Fed, juga mencerminkan ketidakpastian pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global. Dalam meeting results, The Fed memberikan pernyataan yang memicu antisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat, sehingga menekan minat pembelian emas sebagai aset aman.

Dampak meeting results terhadap emas dan perak juga menunjukkan perubahan dinamika permintaan. Selama dua hari terakhir, harga emas tercatat turun 4,53%, sedangkan perak mengalami penurunan 11,9%. Pergerakan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa logam mulia akan terus mengalami tekanan hingga data inflasi AS dirilis. Meski beberapa analis optimis bahwa harga emas akan kembali membaik di kuartal III-2026, ekspektasi suku bunga yang meningkat tetap menjadi penentu utama. Pemulihan harga emas akan bergantung pada kebijakan The Fed dan perubahan kondisi pasar global setelah meeting results.

MORE FROM THIS CATEGORY